<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904</id><updated>2011-07-08T07:51:53.997+07:00</updated><title type='text'>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</title><subtitle type='html'>situs ini digunakan untuk pembelajaran siswa dan untuk kemajuan bangsa ini</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-7505768938391021148</id><published>2011-03-10T08:46:00.008+07:00</published><updated>2011-03-10T09:14:30.869+07:00</updated><title type='text'>SISTEM  PENGENDALI PLC</title><content type='html'>1. Aplikasi teknik Pengedalian dalam otomasi Industri&lt;br /&gt;Teknologi Otomasi mulai ada sejak berabad-abad yang lalu, terutama sejak ditemukannya komponen cam dan governor. Pada tahun 1932, Nyquist mengembangkan suatu prosedur yang relatif sederhana untuk menentukan kestabilan sistem loop tertutup pada basis respon loop terbuka terhadap masukan tunak (Steady State) Sinusoida. Pada tahun 1934, Hazien memperkenalkan istilah servo mekanisme untuk sistem kontrol posisi, membahas desain servo mekanisme relay yang mampu mengikuti dengan baik masukan yang berubah. Pada dekade 1940-1950 pemakaian sistem kontrol otomatis telah berkembang, mulai tahun 1960 dengan berkembangnya perangkat peralatan (plant) dengan multi masukan dan multi keluaran maka sistem kontrol menjadi semakin kompleks.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-utLdSXCBvnM/TXguQlLDOyI/AAAAAAAAAa4/RIGMoRYa2gc/s1600/gb1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-utLdSXCBvnM/TXguQlLDOyI/AAAAAAAAAa4/RIGMoRYa2gc/s320/gb1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582262600516975394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gambar 1, Penggunaan robot dalam sistem otomasi Industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya  secara  berangsur angsur mulai memanfaatkan komponen elektronik-mekanik seperti relay, dan  komponen elektronik seperti  transistor. Perkembangan  selanjutnya  telah  semakin  cepat  setelah  ditemukannya  komponen mikroelektronik  dalam  bentuk  IC  (Integrated  Circuit)  pada  awal  tahun  1960–an. Teknologi Otomasi semakin berkembang dengan pesat sejak munculnya mikroprosesor pada tahun 1973, sejak itu teknolologi otomasi telah memasuki berbagai sektor kegiatan manusia, baik yang secara khusus misalnya di dalam dunia manufaktur, maupun secara umum dalam berbagai bentuk barang yang ada di sekeliling kita seperti Telefak, Mesin suci dan sebagianya. Mesin cuci modern biasanya menggunakan sistem otomasi loop tertutup, sehingga proses pencuciannya dapat diprogram seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fKNSqAJDJiU/TXguQ-nTaVI/AAAAAAAAAbA/-JI0YYwmri0/s1600/gb2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fKNSqAJDJiU/TXguQ-nTaVI/AAAAAAAAAbA/-JI0YYwmri0/s320/gb2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582262607346362706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2, Penggunaan robot dalam sistem otomasi Industri mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Otomasi yang pada awalnya banyak diartikan sebagai pemakaian suatu sistem pengatur yang mampu menggerakan suatu kontruksi mekanik (manipulator)  secara  mandiri  tanpa  campur  tangan  manusia,  dewasa  ini  makin berkembang dengan dimasukkannya pengertian tentang kemampuan untuk mengatur pengolahan data secara mandiri. Dalam aplikasinya kegiatan proses produksi kedua cakupan  pengertian  di  atas  pada  dasarnya  sangat  banyak  digunakan.  Pengertian teknologi otomasi yang didefisinikan sebagai penggunaan sistem pengatur yang mampu menggerakkan suatu manipulator atau kontruksi mekanik secara mandiri tanpa campur tangan manusia melahirkan suatu disiplin ilmu baru yang disebut sebagai mekatronika.&lt;br /&gt;Proses produksi industri manufaktur mobil maupun sepeda motor di Indonesia sudah semakin pesat. Meski dengan jumlah karyawan yang sedikit namun mampu menghasilkan produk yang banyak dan dengan kualitas yang sama baiknya. Pada dasarnya teknologi otomasi dibedakan menjadi dua, yaitu fixed automation (otomasi tetap) dan flexible Automation (otomasi fleksibel). Kontruksi fixed automation biasanya masih  menggunakan  peralatan  mekanik.  Sedangkan  fleksibel  automation  sudah menggunakan sistem pengatur berbasis komputer.  Sistem pengatur berbasis komputer dirancang agar mudah dirubah sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh penggunaan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;robot industri, gerakan robot dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan, juga penggunaan mesin  perkakas  CNC.  Teknologi  modern  ditandai  dengan  penggunaan  fleksible automation yang semakin meluas. Fleksible Automation akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan mikroeletronika yang mendasar&lt;br /&gt;Pemanfaatan  teknologi  otomasi  pada  proses  produksi  meliputi  bidang  yang sangat luas, dari kegiatan seperti pada bagian Product Design, Production   Planning dan Control, Inventory Control, Sales dan Marketing, Engineering, Industrial Engineering banyak yang  lebih  berupa  pengolahan secara  otomatis data  elektronis, sedangkan teknolgi otomasi yang banyak di terapkan adalah dalam bidang produksi.&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi otomasi dalam proses produksi merupakan sebagian kecil saja dari penggunaan teknologi tersebut. Sebagian besar aplikasinya dimanfaatkan secara luas dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Proses otomasi yang dapat kita lihat sehari-hari antara lain: mesin cuci otomatik, sistem pengisian tandon otomatik, pengering tangan otomatik, dan sebagainya. Dalam pembahasan selanjutnya, akan dibahas lebih jauh teknologi otomasi yang diterapkan dalam industri pengolahan serta pemesinan logam. Pembahasan akan lebih diarahkan pada teknologi otomasi dalam bentuk pengaturan gerak manipolator atau konstruksi mekanik yang terdapat dalam berbagai bentuk peralatan pabrik. Pengaturan yang akan dikembangkan berbasisi pada sistem kontrol pneumatik, hidrolik, elektrik, dan juga mekanik.&lt;br /&gt;Rancangan konstruksi dari berbagai peralatan di atas ada yang dapat dibuat secara umum  sehingga dapat diproduksi secara  masal, seperti mesin perkakas CNC robot industri, berbagai jenis conveyor, AGV dsb nya, namun ada pula yang harus dirancang secara khusus untuk jenis pemakian tertentu seperti mesin-mesin khusus, Jiq dan Fixtures. Pemilihan peralatan yang sesuai dengan proses produksi yang hendak dilakukan merupakan tahap awal yang sangat menentukan tinggi rendahnya effisiensi proses produk tersebut. Pemilihan yang salah merupakan cacat bawaan yang akan sukar untuk   diperbaiki nantinya, tanpa melakukan penggantian peralatan yang salah&lt;br /&gt;tersebut secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Otomasi Teknik Produksi  ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perusahaan selalu berusaha untuk efisien dan efektif dalam melakukan proses produksinya. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi, yang bertujuan mendapatkan  keuntungan  yang  sebesar-besarnya  dengan  biaya  yang  serendah- rendahnya. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan antara lain  dengan cara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;mengurangi biaya produksi, termasuk biaya tenaga kerja. Meningkatnya kualitas hidup berdampak pada gaji tenaga kerja terampil yang semakin mahal. Tenaga kerja terampil umumnya menuntut gaji yang besar.  Padahal tenaga kerja terampil sebagai manusia pada umumnya memiliki keterbatasan seperti kelelahan, sakit, jenuh, bahkan kadang menuntut  kenaikan  gaji  melalui  demonstrasi  yang  dapat  menghentikan  aktivitas perusahaan. Dewasa ini perusahaan selalu berupaya untuk mengganti pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh manusia untuk digantikan dengan mesin-mesin dalam rangka efisiensi dan peningkatan kualitis produksinya. Dengan kata lain banyak perusahaan melakukan otomasi produksinya.&lt;br /&gt;Istilah otomasi berasal dari otomatisasi, belakangan ini istilah otomatisasi tidak lagi  banyak digunakan. Menurut Thomas Krist  yang  dikutip Dines Ginting (1993),&lt;br /&gt;``Otomasi`` adalah mengubah penggerakan atau pelayanan dengan tangan menjadi pelayanan otomatik pada penggerakan dan gerakan tersebut berturut-turut dilaksanakan oleh  tenaga  asing  (tanpa  perantaraan  tenaga  manusia).  Jadi  otomasi  menghemat tenaga manusia. Terutama suatu penempatan yang menguntungkan dari unsur-unsur pelayanan adalah mengurangi banyaknya gerakan-gerakan tangan sampai seminimum mungkin. Gerakan-gerakan yang biasa dilakukan manusia seperti menggeser, mengangkat, menempa, dan  lain-lain  telah  dapat  digantikan oleh  gerakan  aktuator mekanik, listrik,  pneumatik, hydrolik,  dan  lain-lain. Masing-masing aktuator  memiliki kelebihan dan kelemahan, misalnya lebih fleksibel dan bersih, namun mudah terbakar bila dibebani lebih. Pneumatik dapat dibebani lebih, bersih, dan aman, namun untuk menghasilkan udara bertekanan diperlukan peralatan mahal seperti kompresor dan katup-katup. Hidrolik mampu menghasilkan daya besar, namun memiliki keterbatasan temperatur dan cenderung kotor. Pemilihan aktuator tersebut akan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DomoQtKHSKA/TXguRG-b_1I/AAAAAAAAAbI/LJPxy8LoOSQ/s1600/gb3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DomoQtKHSKA/TXguRG-b_1I/AAAAAAAAAbI/LJPxy8LoOSQ/s320/gb3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582262609590878034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3, Penggeser pneumatik dan robot industri yang siap menggantikan tenaga manusia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penggantian  tenaga  manusia  menjadi  tenaga  mesin  akan  meningkatkan produktivitas dan efensiensi kerja. Penggantian ini sangat tepat terutama pada industri bahan dasar, industri kimia dan tungku pengecoran logam  bertemperatur tinggi, dimana akan mengurangi resiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kenyamanan peroduksi. Faktor ini juga sangat menentukan kedayagunaan dan manfaat ekonomis dari produksi.&lt;br /&gt;Pengalihan gerakan dari tenaga manusia ke mesin dapat dilakukan sebagian maupun keselurahan. Otomasi sebagian berarti sistem masih memerlukan tenaga kerja untuk  mengoperasikan mesin, sedangkan otomasi lengkap berarti semuanya dapat dikerjakan oleh mesin, tenaga manusia hanya bertindak sebagai programmer dari mesin tersebut. Dalam beberapa tahun ini perkembangan full otomasi telah berkembang pesat terutama pada industri manufaktur mobil maupun industri yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OFXlN6r6Vms/TXguRf7KY2I/AAAAAAAAAbQ/AKYUrOV6xO4/s1600/gb4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OFXlN6r6Vms/TXguRf7KY2I/AAAAAAAAAbQ/AKYUrOV6xO4/s320/gb4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582262616288027490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar  4,  Robot Industri dalam proses manufacturig&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PLC (Programmable Logic Controllers) ….&lt;br /&gt;3.1 Sejarah PLC&lt;br /&gt;Secara historis PLC (Programmable Logic Controllers) pertama kali dirancang oleh Perusahaan General Motor (GM) sekitar pada tahun tahun 1968. PLC awalnya merupakan sebuah kumpulan dari banyak relay yang pada proses sekuensial dirasakan tidak fleksibel dan berbiaya tinggi dalam proses otomatisai dalam suatu industri. Pada saat itu  PLC penggunaannya masih terbatas pada fungsi-fungsi kontrol relay  saja. Namun  dalam  perkembangannya PLC  merupakan  sistem  yang  dapat  dikendalikan secara  terprogram.  Selanjutnya  hasil  rancangan  PLC  mulai  berbasis  pada  bentuk komponen solid state yang memiliki fleksibelitas tinggi. Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC yang memproses program sistem yang dinginkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fHCpgbjWp9c/TXguRiTU5EI/AAAAAAAAAbY/tW5wbo-SWh8/s1600/gb5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fHCpgbjWp9c/TXguRiTU5EI/AAAAAAAAAbY/tW5wbo-SWh8/s320/gb5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582262616926250050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) (b)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 5. Relay tunggal (a) dan Sistem relay pada mesin CNC (b)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini PLC telah mengalami perkembangan yang luar biasa, baik dari segi ukuran,  kepadatan  komponen  serta  dari  segi  fungsinnya  seiring  perkembangan teknologi  solid  state.  Beberapa  perkembangan perangkat  keras  maupun  perangkat lunak PLC antara lain: (a) Ukuran semakin kecil dan kompak, (b) Jenis instruksi/fungsi semakin  banyak  dan  lengkap,  (c)  Memiliki  kemampuan  komunikasi  dan  sistem dokumentasi yang semakin baik, (d) Jumlah input/output yang semakin banyak dan padat,  (f)  Waktu  eksekusi  program  yang  semakin  cepat,  (g)  Pemrograman  relatif semakin mudah. Hal ini terkait dengan perangkat lunak pemrograman yang semakin user friendly, (h) Beberapa jenis dan tipe PLC dilengkapi dengan modul-modul untuk tujuan kontrol kontinu, misalnya modul ADC/DAC, PID, modul Fuzzy dan lain-lain.&lt;br /&gt;Perusahaan PLC saat ini sudah memulai memproduksi PLC dengan beberapa ukuran, seperti jumlah input/output, instruksi dan kemampuan lainya yang beragam. Perkembangan dewasa ini pada dasarnya dilakukan agar memenuhi dan memberikan solusi bagi  kebutuhan pasar yang  sangat luas.  Sehingga mampu untuk menjawab permasalahan kebutuhan kontrol yang komplek dengan jumlah input/output mencapai&lt;br /&gt;ribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Pengenalan Dasar PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya PLC (Programmable Logic Controllers) merupakan  sistem relay yang dikendalikan secara terprogram. Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC  yang  memproses program yang dinginkan. PLC dilengkapi dengan port masukan (inputport) dan keluaran (outputport). Adanya masukan dan keluaran PLC&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;secara  modul  akan  lebih  mempermudah proses  pengawatan (wiring)  sistem.  Pada dasarnya PLC terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Adapun  jenis  hardware  dapat  berupa  unit  PLC  berbagai  merek,  seperti  OMRON, Siemens, LG, dan lain lain, seperti contoh berikut berikut:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-g7sveDySpQw/TXgun-hkbQI/AAAAAAAAAbg/LJ5A_whk5x0/s1600/gb6.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 102px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-g7sveDySpQw/TXgun-hkbQI/AAAAAAAAAbg/LJ5A_whk5x0/s320/gb6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582263002459303170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-F7WlgIaAaJk/TXguoM_3GII/AAAAAAAAAbo/9C7ibwmwhf8/s1600/gb7.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 205px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-F7WlgIaAaJk/TXguoM_3GII/AAAAAAAAAbo/9C7ibwmwhf8/s320/gb7.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582263006344452226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(b)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 6. PLC Omron type ZEN (a) dan Siemens (b)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mengenal fungsi dan cara kerja PLC pada umumnya, biasanya dibuat PLC Training Unit untuk keperluan pelatihan bagi siswa maupuin praktisi industri agar lebih mendalami dan memahaminya&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-MRvKZ_6drTk/TXguoOI5A3I/AAAAAAAAAbw/7y4Y1dW52E0/s1600/gb8.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MRvKZ_6drTk/TXguoOI5A3I/AAAAAAAAAbw/7y4Y1dW52E0/s320/gb8.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582263006650762098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 7. PLC Training Unit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4. Device Masukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Device masukan merupakan perangkat keras yang digunakan untuk memberikan sinyal kepada modul masukan. Sistem PLC memiliki jumlah device masukan sesuai dengan sistem yang diinginkan. Fungsi dari device masukan untuk memberikan perintah khusus  sesuai  dengan  kinerja  device  masukan  yang  digunakan,  misalnya  untuk menjalankan atau menghentikan motor. Dalam hal tersebut seperti misalnya device masukan yang digunakan adalah push button yang bekerja secara Normally Open (NO) ataupun Normally Close (NC). Ada bermacam-macam device masukan yang dapat digunakan dalam pembentukan suatu sistem kendali seperti misalnya: selector switch, foot  switch,  flow  switch,  level  switch,  proximity  sensors  dan  lain-lain.  Gambar15.&lt;br /&gt;memperlihatkan macam-macam simbol masukan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-xklZQbUFhA0/TXgw74Jdh_I/AAAAAAAAAb4/dSu2iGY7hUc/s1600/gb11.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 178px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-xklZQbUFhA0/TXgw74Jdh_I/AAAAAAAAAb4/dSu2iGY7hUc/s320/gb11.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582265543368214514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qt-wBtGjc7I/TXgw8HvIwjI/AAAAAAAAAcA/eU0-DXicebQ/s1600/gb12.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qt-wBtGjc7I/TXgw8HvIwjI/AAAAAAAAAcA/eU0-DXicebQ/s320/gb12.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582265547552768562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. NO Pushbutton c. NO Limit Switch&lt;br /&gt;b. NC Pushbutton d. NO Flow Switch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 15. Contoh simbol device masukan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.5. Modul Masukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modul masukan adalah bagian dari  sistem PLC  yang  berfungsi memproses sinyal dari device masukan kemudian memberikan sinyal tersebut ke prosesor. Sistem PLC  dapat  memiliki  beberapa  modul  masukan.  Masing-masing  modul  mempunyai jumlah terminal tertentu, yang berarti modul tersebut dapat melayani  beberapa device masukan. Pada umumnya modul masukan ditempatkan pada sebuah rak. Pada jenis PLC tertentu terdapat modul masukan yang ditempatkan langsung satu unit dengan prosesor ataupun catu daya dan tidak ditempatkan dengan sistem rak. Gambar 16&lt;br /&gt;memperlihatkan modul masukan atau keluaran yang penempatannya menggunakan rak.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-CB7BSBS79jY/TXgw8cXqb9I/AAAAAAAAAcI/wis0MbZDKjc/s1600/gb13.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-CB7BSBS79jY/TXgw8cXqb9I/AAAAAAAAAcI/wis0MbZDKjc/s320/gb13.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582265553091456978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 16. Slot Modul masukan atau keluaran PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6. Device Masukan Program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Device masukan program berfungsi sebagai sarana untuk memasukkan atau mengisikan program ke dalam prosesor PLC yang disebut dengan pengisi program (program loader). Program Loader sering disebut sebagai device programmer yaitu alat yang  digunakan untuk  melakukan pengisian program ke  CPU.  Device  programmer membuat program PLC menjadi lebih fleksibel. Device programmer memperbolehkan pemakai  untuk  melakukan  pengubahan  program  kendali  baru  (modifikasi)  atau memeriksa benar atau tidaknya program yang telah diisikan ke dalam memori. Hal ini sangat membantu untuk keperluan perawatan ketika timbul masalah terhadap sistem. Jenis-jenis  device  programmeran  yang  sering  digunakan  adalah  desktop,  handled programmer dan device programmer yang memang khusus dibuat oleh pembuat PLC. Gambar 17 dan Gambar 18. memperlihatkan contoh gambar device programmer.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MOz7kC_FTdg/TXgw8nZct-I/AAAAAAAAAcQ/kAFHNRyLrn4/s1600/gb14.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MOz7kC_FTdg/TXgw8nZct-I/AAAAAAAAAcQ/kAFHNRyLrn4/s320/gb14.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582265556051736546" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Gambar 17. Desktop.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qyV9abFtOUw/TXgw81vYXNI/AAAAAAAAAcY/uoR8GVxW1Yw/s1600/gb15.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qyV9abFtOUw/TXgw81vYXNI/AAAAAAAAAcY/uoR8GVxW1Yw/s320/gb15.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582265559901822162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 18. Handled Programmer. (OMRON)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7. Device Keluaran&lt;br /&gt;Device keluaran adalah komponen-komponen yang memerlukan sinyal untuk mengaktifkan komponen tersebut. Sistem PLC mempunyai beberapa device keluaran seperti motor listrik, lampu indikator, sirine. Gambar 19. memperlihatkan contoh simbol dari device keluaran yang sering digunakan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-h5ggqdTIfII/TXgxWoOm5EI/AAAAAAAAAcg/DdyZE31gekU/s1600/gb16.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-h5ggqdTIfII/TXgxWoOm5EI/AAAAAAAAAcg/DdyZE31gekU/s320/gb16.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582266002951300162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(a) Simbol lampu indicator&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-OXp0uBKvDhw/TXgxWzvvE4I/AAAAAAAAAco/1yYDw3qjUhU/s1600/gb17.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-OXp0uBKvDhw/TXgxWzvvE4I/AAAAAAAAAco/1yYDw3qjUhU/s320/gb17.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582266006043038594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Motor listrik dan simbolnya&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BjWAFlixK2k/TXgxXCTMW0I/AAAAAAAAAcw/wG684QoF0yE/s1600/gb18.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BjWAFlixK2k/TXgxXCTMW0I/AAAAAAAAAcw/wG684QoF0yE/s320/gb18.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582266009949854530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Katup penggerak Solenoid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 19. Contoh device keluaran dan simbolnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.8. Modul Keluaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLC dapat mempunyai beberapa modul keluaran tergantung dari ukuran dan aplikasi sistem kendali. Device keluaran disambungkan ke modul keluaran dan akan aktif  pada  saat  sinyal  diterima  oleh  modul  keluaran  dari  prosesor  sesuai  dengan program sistem kendali yang telah diisikan ke memorinya. Catu daya yang digunakan untuk mengaktifkan device keluaran tidak langsung dari modul keluaran tetapi berasal dari catu daya dari luar, sehingga modul keluaran sebagai sakelar yang menyalurkan&lt;br /&gt;catu daya dari catu daya luar ke device keluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.9. Perangkat Lunak PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemrogramman PLC terdiri dari instruksi-instruksi dasar PLC yang berbentuk logika pengendalian sistem kendali yang diinginkan. Bahasa programmeran biasanya telah disesuaikan dengan ketentuan dari pembuat PLC itu sendiri. Dalam hal ini setiap pembuat  PLC  memberikan  aturan-aturan  tertentu  yang  sudah  disesuaikan  dengan programmeran CPU yang digunakan PLC.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.10. Perangkat Keras PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem PLC menggunakan prinsip pemodulan yang memiliki beberapa keuntungan,  seperti  komponen-komponennya  dapat  ditambah,  dikurangi  ataupun dirancang ulang untuk mendapatkan sistem yang lebih fleksibel.&lt;br /&gt;Sistem  PLC  memiliki  tiga  komponen  utama  yaitu  unit  prosesor,  bagian masukan/keluaran, dan device pemrograman. Diagram kerja tiga komponen utama di atas,  akan  dijelaskan lebih  rinci  dengan  gambar  diagram  blok  sistem  PLC  seperti terdapat pada Gambar 20.&lt;br /&gt;Urutan kerja dari gambar diagram blok di atas dimulai dari device masukan yang akan memberikan sinyal pada modul masukan. Sinyal tersebut diteruskan ke prosesor dan akan diolah sesuai dengan program yang dibuat. Sinyal dari prosesor kemudian diberikan ke modul keluaran untuk mengaktifkan device keluaran.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-w7kUgP_6WmY/TXgxXf1WzaI/AAAAAAAAAc4/1YxJlqT7u00/s1600/gb19.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-w7kUgP_6WmY/TXgxXf1WzaI/AAAAAAAAAc4/1YxJlqT7u00/s320/gb19.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582266017877773730" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 20. Diagram Blok PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.11. Ladder Logic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ladder logic adalah bahasa programmeran dengan bahasa grafik atau bahasa yang digambar secara grafik. Diagram ini menyerupai diagram dasar yang digunakan logika kendali sistem kontrol panel dimana ketentuan instruksi terdiri dari koil-koil, NO, NC  dan  dalam  bentuk  penyimbolan.  Programmeran  tersebut  akan  memudahkan programmer dalam mentransisikan logika pengendalian khususnya bagi programmer yang memahami logika pengendalian sistem kontrol panel. Simbol-simbol tersebut tidak&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dapat  dipresentasikan  sebagai  komponen,  tetapi  dalam  programmerannya  simbol-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simbol tersebut dipresentasikan sebagai fungsi komponen sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.12. Hubungan Input/Output (I/O) dengan Perangkat Lunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  saat  pemrogram  (programmer)  bekerja  dengan  bahasa  ladder  logic, programmer harus mengerti hubungan I/O dengan perangkat lunak. Untuk memudahkan pemahamannya, titik masukan modul masukan dapat dianggap sebagai koil relay yang masing-masing memiliki alamat tertentu. koil relay masukan berada di luar perangkat sehingga tidak dapat tergambar di perangkat lunak dan hanya memiliki kontak-kontak pada perangkat lunak. Banyaknya titik-titik keluaran terletak di modul keluaran. Untuk lebih mempermudah pemahaman mengenai hubungan I/O  dengan perangkat lunak Gambar 21 memperlihatkan gambar hubungan antara I/O dengan perangkat lunak.&lt;br /&gt;Gambar 21 memperlihatkan bahwa apabila push button 1 ditekan maka unit input X1 menjadi ON. Sesuai dengan prinsip pemahaman bahwa titik masukan sebagai koil relay yang mempunyai kontak di perangkat lunak, sehingga jika keadaan ON maka sinyal  mengalir  menuju  modul  masukan  (dengan  anggapan  pemahaman bahwa terdapat koil) hal tersebut mengakibatkan kontak dari unit input di dalam perangkat lunak akan bekerja. Peristiwa itu tersebut mengakibatkan koil keluaran perangkat lunak menerima sinyal tersebut sehingga unit output sebagai kontak koil akan bekerja.&lt;br /&gt;Apabila lampu indikator sebagai device keluaran, kejadian tersebut mengakibatkan lampu menyala. Karena sebagai device masukan berupa push button 1 ON saat ditekan saja (NO) maka untuk membuat lampu itu menyala terus, koil keluaran perangkat lunak memiliki  internal  relay  yang  dapat  digunakan  sebagai  pengunci  (holding).  Sinyal selanjutnya mengalir melalui holding relay tersebut dan lampu akan menyala terus dan akan mati apabila pushbutton 2 ditekan karena terputusnya tegangan dalam hal ini karena pushbutton 2 sebagai NC.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WsHH9x9KDZM/TXgxXmkeE7I/AAAAAAAAAdA/hzeo64Li7Ec/s1600/gb20.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WsHH9x9KDZM/TXgxXmkeE7I/AAAAAAAAAdA/hzeo64Li7Ec/s320/gb20.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582266019685995442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 21. Hubungan antara I/O dengan perangkat lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.13. Processor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesor adalah bagian pemroses sistem PLC yang membuat keputusan logika. Keputusan yang telah dibuat berdasarkan program tersimpan dalam memori. Prosesor adalah  bagian  dari  Central  Processing  Unit  (CPU)  dari  PLC  yang  menerima, menganalisa, memproses dan memberikan informasi ke modul keluaran. Di dalam CPU PLC dapat dibayangkan seperti sekumpulan ribuan relay. Hal tersebut bukan berarti di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil tetapi berisi rangkaian elektronika digital yang dapat sebagai kontak NO dan NC relay.&lt;br /&gt;Memori  berfungsi  sebagai  tempat  dimana  informasi  tersebut  disimpan.  Ada bermacam-macam jenis serpih memori dalam bentuk Integrated Circuit (IC). Masing- masing jenis memori memiliki keuntungan dan kerugian dan dipilih untuk spesifikasi yang terbaik untuk aplikasinya.&lt;br /&gt;Salah satu jenis memori yang digunakan dalam CPU PLC adalah Random Access Memory (RAM). Kerugian jenis memori tersebut adalah diperlukannya catu daya untuk menjaga agar memory tetap bekerja. Pada aplikasi PLC diperlukan catu daya cadangan yang digunakan untuk menjaga agar isi dari memori tidak hilang apabila tiba- tiba catu daya hilang. RAM digunakan untuk keperluan memori karena RAM mudah diubah dengan cepat ketika dibandingkan dengan jenis memori yang lain. RAM disebut juga  sebagai  memori  baca/tulis,  karena  RAM  dapat  dibaca  dan  ditulis  data  untuk disimpan di RAM.&lt;br /&gt;Read Only Memory (ROM) adalah jenis memori yang semi permanen dan tidak dapat  diubah  dengan pengubah program. Memori tersebut hanya  digunakan untuk&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;membaca saja dan jenis memori tersebut tidak memerlukan catu daya cadangan karena isi memori tidak akan hilang meskipun catu daya terputus&lt;br /&gt;Programmable Read Only Memory (PROM) adalah jenis lain dari memori yang bekerja hampir menyerupai ROM, dengan satu pengecualian yaitu bisa di program. PROM di rancang untuk diisi dengan program yang terprogram. Apabila data dapat diubah,  maka  dapat  diadakan  programmeran.  Programmeran  ulang  dari  PROM membutuhkan perlengkapan khusus yaitu PROM Programmer dimana PLC sendiri tidak dapat melakukannya. Gambar 22. memperlihatkan contoh CPU PLC yang&lt;br /&gt;menggunakan sistem RAM.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-NNp1_tY9xZ8/TXgxtw760aI/AAAAAAAAAdI/ncKvCB5lTkk/s1600/gb21.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NNp1_tY9xZ8/TXgxtw760aI/AAAAAAAAAdI/ncKvCB5lTkk/s320/gb21.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582266400425824674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 22. CPU PLC (OMRON)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14 Data dan Memory PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.1 Aturan dasar penulisan memori PLC adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Word atau channel yang terdiri dari 16 bit, ditulis XXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bit atau contact yang terdiri dari 1 bit, ditulis XXXXXX, dua angka yang paling belakang menunjukkan nomor contact dan sisa angka yang depan menunjukkan nomer channel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2 Memori PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2.1 Internal Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internal relay (IR) mempunyai pembagian fungsi seperti IR input, IR output dan juga IR work area (untuk pengolahan data pada program). IR input dan IR output adalah IR yang berhubungan dengan terminal input dan output pada PLC. Sedangkan IR work&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;area tidak dihubungkan ke terminal PLC, akan tetapi berada dalam internal memory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLC dan fungsinya untuk pengolahan logika program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat juga IR yang fungsinya untuk SYSMAC BUS area, Special I/O Unit area,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optical I/O unit area, dan Group 2 High density I/O unit area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2.2 Special Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special relay (SR) merupakan relay yang menghubungkan fungsi-fungsi khusus seperti flag (misalnya: instruksi penjumlahan terdapat kelebihan digit pada hasilnya&lt;br /&gt;[carry flag], kontrol bit PLC, informasi kondisi PLC, dan system clock (pulsa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2.3 Auxiliary Relay (AR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auxiliary relay terdiri dari flags dan bit untuk tujuan khusus. Dapat menunjukkan kondisi PLC yang disebabkan oleh kegagalan sumber tegangan, kondisi special I/O, kondisi input/output unit, kondisi CPU PLC, memori PLC dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2.4  Holding Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Holding relay (HR) dapat difungsikan untuk menyimpan data (bit-bit penting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena tidak hilang walaupun sumber tegangan PLC mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2.5 Link Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link relay (LR) digunakan untuk data link pada PLC link system. Link system digunakan untuk tukar-menukar informasi antar dua PLC atau lebih dalam satu sistem kendali yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan PLC minimum dua unit.&lt;br /&gt;3.14.2.6 Temporary Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temporary  relay  (TR)  berfungsi  untuk  menyimpan sementara kondisi  logika program pada ladder diagram yang mempunyai titik percabangan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2.7 Timer/Counter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timer/counter (T/C) untuk mendefinisikan suatu waktu tunda /time delay (timer) ataupun untuk menghitung (counter). Untuk timer mempunyai orde 100 ms, ada yang mempunyai orde 10 ms yaitu TIMH(15). Untuk TIM 000 sampai dengan TIM 015 dapat dioperasikan secara interrupt untuk mendapatkan waktu yang lebih presisi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.14.2.8  Data Memory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data memory (DM) berfungsi untuk menyimpan data-data program karena isi DM tidak akan hilang (reset) walaupun sumber tegangan PLC mati. Macam-macam DM adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&gt; DM read/write&lt;br /&gt;• Pada DM  read/write data-data program dapat  dihapus dan  ditulis oleh program  yang  dibuat,  sehingga  sangat  berguna  untuk  manipulasi data&lt;br /&gt;program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; DM special I/O unit&lt;br /&gt;• DM special I/O berfungsi untuk menyimpan dan mengolah hasil dari special&lt;br /&gt;I/O unit, mengatur dan mendefinisikan sistem kerja special I/O unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; DM history Log&lt;br /&gt;• Pada DM history log  disimpan informasi-informasi penting pada saat PLC&lt;br /&gt;terjadi kegagalan sistem operasionalnya. Pesan-pesan kesalahan system&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLC yang di simpan berupa kode-kode angka tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; DM link test area&lt;br /&gt;• DM link test area berfungsi untuk menyimpan informasi-informasi yang menunjukan status dari system link PLC.&lt;br /&gt;&gt; DM setup&lt;br /&gt;DM setup berfungsi untuk kondisi default (kondisi kerja saat PLC aktif). Pada DM inilah kemampuan kerja suatu PLC didefinisikan untuk pertama kalinya sebelum PLC tersebut diprogram dan  dioperasikan pada suatu sistem kontrol. Tentu saja setup PLC tersebut disesuaikan dengan sistem kontrol yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2.9 Upper Memory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upper memory (UM) berfungsi untuk menyimpan dan menjalankan program. Kapasitas tergantung dari pada masing-masing tipe PLC yang dipakai.&lt;br /&gt;⇒  Semua  memori  (selain  DM  dan  UM)  dapat  dibayangkan sebagai  relay  yang&lt;br /&gt;mempunyai koil, kontak NO dan NC. Timer dan Counter juga dapat dibayangkan seperti pada umumnya dan mempunyai kontak NO dan NC.&lt;br /&gt;⇒ DM tidak mempunyai kontak, hanya ada channel/word saja. DM dapat difungsikan&lt;br /&gt;untuk  menyimpan  data-data  penting  yang  tidak  boleh  hilang  waktu  sumber tegangan mati atau memanipulasi program.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;⇒ Memori yang sifatnya dapat menyimpan data program jika listrik mati adalah DM&lt;br /&gt;dan HR, sedangkan memori yang lainnya akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;⇒ Programmeran PLC ada dua macam yaitu dengan diagram ladder dan bahasa&lt;br /&gt;mnemonic. Programmeran biasanya membuat diagram ladder terlebih dahulu dan kemudian  baru  menterjemahkannya dalam  bahasa  mnemonic,  atau  bisa  juga langsung digambar ladder diagram pada layar monitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14.2.10 Catu Daya (Power Supply)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem PLC memiliki dua macam catu daya dibedakan berdasarkan fungsi dan operasinya yaitu catu daya dalam dan catu daya luar. Catu daya dalam merupakan bagian dari unit PLC itu sendiri sedangkan catu daya luar yang memberikan catu daya kepada seluruh bagian dari sistem termasuk didalamnya untuk memberikan catu daya pada catu daya dalam dari PLC. Catu daya dalam mengaktifkan proses kerja PLC. Besarnya tegangan catu  daya  yang  dipakai  disesuaikan dengan  karakteristik PLC. Bagian catu daya dalam PLC sama dengan bagian-bagian yang lain di mana terdapat langsung pada satu unit PLC atau terpisah dengan bagian yang lain dari atau sistem rak. Gambar catu daya yang sering digunakan dengan sistem rak diperlihatkan pada&lt;br /&gt;gambar 23.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jM4phQ6I9zY/TXgxuCcXxeI/AAAAAAAAAdQ/RRhMTaA_FW8/s1600/gb22.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 312px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jM4phQ6I9zY/TXgxuCcXxeI/AAAAAAAAAdQ/RRhMTaA_FW8/s320/gb22.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582266405125342690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 23. Catu Daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.15. Programman PLC dasar Omron Dengan Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Programman PLC  dasar  merk  OMRON  menggunakan bahasa  program dari OMRON juga yaitu SYSWIN. Tampilan menu utama dari program SYSWIN dapat dilihat pada gambar berikut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OUGg-8fuqPA/TXgxuQz2bBI/AAAAAAAAAdY/oJz6uOrzSAU/s1600/gb23.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OUGg-8fuqPA/TXgxuQz2bBI/AAAAAAAAAdY/oJz6uOrzSAU/s320/gb23.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582266408981916690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 24.  Tampilan menu utama program SYSWIN (OMRON)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perintah program yang penting dan perlu dipahami adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Connect&lt;br /&gt;Connect merupankan perintah program untuk penyambungan antara komputer dengan PLC.&lt;br /&gt;&gt; Upload Program&lt;br /&gt;Merupakan perintah untuk melihat isi program dalam PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Down Load Program&lt;br /&gt;Merupakan perintah untuk mentransfer program yang telah dibuat ke dalam PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Run&lt;br /&gt;Perintah untuk menjalankan program yang telah di tranfer ke PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Stop&lt;br /&gt;Perintah untuk menghentikan program yang sedang dijalankan di PLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Monitoring&lt;br /&gt;Perintah untuk melihat kondisi pada saat PLC bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; UNTUK INSTRUKSI DASAR DAPAT ANDA BACA MATERI DIBLOG INI DENGAN JUDUL INSTRUKSI DASAR&lt;br /&gt;sumber Drs. Widodo Sumbodo, MT&lt;br /&gt;       A beginner Guide to PLC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-7505768938391021148?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/7505768938391021148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2011/03/sistem-pengendali-plc.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/7505768938391021148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/7505768938391021148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2011/03/sistem-pengendali-plc.html' title='SISTEM  PENGENDALI PLC'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-utLdSXCBvnM/TXguQlLDOyI/AAAAAAAAAa4/RIGMoRYa2gc/s72-c/gb1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-4293961347590104404</id><published>2011-03-10T08:17:00.004+07:00</published><updated>2011-03-10T08:26:14.445+07:00</updated><title type='text'>AKUMULATOR</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KONTRUKSI AKUMULATOR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1 di bawah ini memperlihatkan konstruksi sebuah akumulator timah hitam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-zHV8mOat1Hk/TXgnhKbinCI/AAAAAAAAAaw/O_P8Nuw7uSQ/s1600/untitled1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 274px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zHV8mOat1Hk/TXgnhKbinCI/AAAAAAAAAaw/O_P8Nuw7uSQ/s320/untitled1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582255188814765090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Konstruksi Akumulator Timah Hitam&lt;br /&gt;Bagian-bagian akumulator timah hitam dan fungsinya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Rangka, berfungsi sebagai rumah akumulator.&lt;br /&gt;2. Kepala kutub positif, berfungsi sebagai terminal kutub positif.&lt;br /&gt;3. Penghubung sel, berfungsi untuk menghubungkan sel-sel.&lt;br /&gt;4. Tutup Ventilasi, berfungsi menutup lubang sel..&lt;br /&gt;5. Penutup, berfungsi untuk menutup bagian atas akumulator.&lt;br /&gt;6. Plat-plat, berfungsi sebagai bidang pereaktor.&lt;br /&gt;7. Plat negatif, terbuat dari Pb, berfungsi sebagai bahan aktif akumulator.&lt;br /&gt;8. Plat positif, terbuat dari PbO2, berfungsi sebagai bahan aktif akumulator.&lt;br /&gt;9. Ruang sedimen, berfungsi untuk menampung kotoran.&lt;br /&gt;10. Plastik pemisah, berfungsi untuk memisahkan plat positif dan negatif.&lt;br /&gt;11. Sel-sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plat positif (PbO 2) berwarna coklat, sedangkan plat negatif berwarna abu-abu. Plat positif berjumlah kurang satu dari jumlah plat-plat negatif.&lt;br /&gt;Luas bidang reaksi plat positif&lt;br /&gt;                                  L = 2.p.l.n.&lt;br /&gt;L = luas bidang plat positif (cm2)&lt;br /&gt;p = panjang plat positif (cm)&lt;br /&gt;l = lebar plat positif (cm)&lt;br /&gt;n = jumlah plat positif tiap-tiap sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas tiap cm2 plat positif = 0,03 sampai dengan 0,05 AH (ampere jam). Tiap sel akumulator timah hitam menghasilkan tegangan 2 volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRINSIP KERJA AKUMULATOR TIMAH HITAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada akumulator timah hitam terjadi proses elektrokimia yang bersifat reversible (dapat berbalikan) yaitu proses pengisian dan proses pengosongan. Setiap molekul cairan elektrolit asam sulfat (H2SO2) akan terurai menjadi ion positif hidrogen (2H+) dan ion negatif sulfat (SO4--). Tiap ion negatif sulfat akan bereaksi dengan katoda (Pb) menjadi timah sulfat (PbSO4) sambil melepaskan dua elektron. Dua ion hidrogen (2H+) akan bereaksi dengan anoda (PbO2) menjadi timah sulfat (PbSO4) sambil mengambil dua elektron dan bersenyawa dengan atom oksigen membentuk H2O (mokekul air). Pengambilan dan pelepasan elektron dalam proses kimia ini akan menyebabkan timbulnya beda potensial antara katoda (kutub negatif) dan anoda (kutub positif).&lt;br /&gt;Proses kimia di atas dapat dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;PbO2 + Pb + 2H2SO4 &gt; PbSO4 + PbSO4 + 2H2O&lt;br /&gt;(sebelum pengosongan) (setelah pengosongan)&lt;br /&gt;Proses kimia ini terjadi dalam proses pengosongan akumulator timah hitam atau pada saat akumulator melayani beban. Setelah proses pengosongan, kedua plat negatif dan plat positif menjadi timah sulfat (PbSO4) dan cairan elektrolitnya menjadi cair (H2O), sehingga berat jenisnya akan berkurang.&lt;br /&gt;Setelah mengalami pengosongan, agar dapat dipakai melayani beban maka akumulator harus diisi lagi dengan dialiri arus listrik DC. Pada proses pengisian akumulator dapat dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;PbSO2 + PbSO4 + 2H2O &gt; PbO2 + Pb + 2H2SO4&lt;br /&gt;Setelah proses pengisian, berat jenis cairan elektrolit akumulator akan&lt;br /&gt;bertambah besar. Berat jenis larutan asam sulfat (asam belerang) H2SO4&lt;br /&gt;sebelum pengisian adalah 1,190 gr/cm3 pada temperatur 15 oC (59 oF).&lt;br /&gt;Setelah diisi penuh berat jenis elektrolitnya (asam sulfat) antara 1,205 – 1,215 gr/cm3.&lt;br /&gt;Alat untuk mengukur berat jenis suatu larutan disebut hidrometer. Cara menggunakan hidrometer adalah dengan mencelupkan ujung pipa kacanya ke dalam larutan yang akan diukur berat jenisnya, kemudian dengan menekan bola karet dan kemudian melepaskannya, maka sejumlah larutan akan masuk ke dalam pipa kaca. Dengan demikian pelampung akan melayang dalam cairan dan besarnya berat jenis larutan tersebut sama dengan angka yang tepat terlihat pada permukaan larutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LARUTAN ELEKTROLIT AKUMULATOR TIMAH HITAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Larutan elektrolit adalah larutan senyawa dalam air yang dapat menghantarkan arus listrik dan menghasilkan ion-ion positif dan negatif. Larutan asam belerang (H2SO4) adalah elektrolit yang digunakan pada akumulator timah hitam. Larutan H2SO4 di dalam air dapat menghasilkan ion positif hidrogen (2H+) dan ion negatif sulfat (SO4 --).&lt;br /&gt;Berat jenis larutan H2SO4 yang dibutuhkan untuk pengisian ke dalam sel akumulator timah hitam adalah 1,190 gr/cm3 pada temperatur 15oC (59oF). Berat jenis (BD) larutan H2SO4 dalam sel akumulator timah hitam kondisi terisi penuh adalah antara 1,205 sampai dengan 1,215 gr/cm3 pada temperatur 15oC (59oF).&lt;br /&gt;Untuk membuat larutan asam belerang dengan berat jenis tertentu adalah dengan cara memasukkan air destilator (air akumulator) ke dalam bejana yang terbuat dari kaca atau plastik dengan volume tertentu. Selanjutnya campuran tersebut diaduk sampai larut dengan sempurna dengan menggunakan pengaduk plastik atau kayu yang bersih. Sebagai perbandingan dapat dilihat perbandingan antara asam belerang dan air akumulator untuk memperoleh larutan asam belerang dengan berat jenis tertentu pada Tabel 3 di bawah ini.&lt;br /&gt;Tabel 3. Perbandingan antara air murni dan larutan asam belerang dengan berat jenis 1,400 gr/cm3 untuk memperoleh 1 liter elektrolit.&lt;br /&gt;Berat jenis&lt;br /&gt;elektrolit Banyaknya&lt;br /&gt;air murni Banyaknya asam belerang&lt;br /&gt;pada temperatur 15oC&lt;br /&gt;(59oF)&lt;br /&gt;(gr/cm3) (liter) (liter) (liter)&lt;br /&gt;1,100          0,785  0,225  0,315&lt;br /&gt;1,110          0,761  0,249  0,349&lt;br /&gt;1,120          0,739  0,272  0,381&lt;br /&gt;1,200          0,546  0,467  0,654&lt;br /&gt;1,230          0,470  0,543  0,760&lt;br /&gt;1,240          0,445  0,568  0,795&lt;br /&gt;1,250          0,418  0,596  0,832&lt;br /&gt;1,260          0,392  0,620  0,868&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENGISIAN AKUMULATOR TIMAH HITAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalamai proses pengosongan (dipakai melayani beban) atau akumulator yang masih baru, maka akumulator tersebut harus diisi lagi yaitu dialiri arus listrik DC yang besarnya tertentu.&lt;br /&gt;Pengisian akumulator timah hitam yang masih baru dilakukan setelah akumulator diisi dengan larutan asam belerang (H2SO4) yang mempunyai berat jenis 1,19 gr/cm3 sampai batas maksimum. Cara pengisian dengan arus listrik DC terdiri dari dua tahap, yaitu :&lt;br /&gt;• Tahap pertama dengan arus pengisian antara (0,07 s/d 0,14) x C selama 36  sampai dengan 74 jam. C adalah besarnya kapasitas akumulator. Dalam tahap pertama ini jika tegangan tiap sel mencapai 2,3 volt, maka arus pengisian diturunkan ke tahap kedua.&lt;br /&gt;• Tahap kedua dengan arus pengisian sebesar 0,07 x C ampere. Jika tegangan tiap sel mencapai 2,65 volt sampai dengan 2,70 volt, maka proses pengisian dihentikan. Temperatur elektrolit tidak melebihi 38oC.&lt;br /&gt;Pengisian akumulator timah hitam yang sudah pernah dipakai dilakukan dengan arus pengisian o,2 x C ampere selam a minimal 4 jam atau jika tegangan tiap sel telah mencapai 2,35 volt sampai dengan 2,40 volt.&lt;br /&gt;Pengisian akumulator yang terus menerus disambung ke beban dengan arus pengisian 0,5 mA sampai dengan 1 mA x C. Besarnya tegangan larutan 2,15 volt/sel sampai dengan 2,20 volt/sel.&lt;br /&gt;Akumulator dalam keadaan penuh (setelah diisi penuh), cairan elektrolitnya mempunyai berat jenis 1,205 sampai dengan 1,215 gr/cm3. Arus pengisian selama proses pengisian diusahakan tetap. Jika arus pengisian melebihi 0,5 x C ampere, maka dapat merusakkan pekat akumulator, sebaliknya bila arus pengisian kurang dari 0,1 x C ampere, maka proses pengisian membutuhkan waktu yang terlalu lama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-4293961347590104404?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/4293961347590104404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2011/03/akumulator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/4293961347590104404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/4293961347590104404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2011/03/akumulator.html' title='AKUMULATOR'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zHV8mOat1Hk/TXgnhKbinCI/AAAAAAAAAaw/O_P8Nuw7uSQ/s72-c/untitled1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-5878313485682873839</id><published>2010-03-08T18:34:00.007+07:00</published><updated>2010-03-08T19:00:03.086+07:00</updated><title type='text'>Pemograman PLC dengan CONSOLE</title><content type='html'>Sebelum memulai memprogram PLC, ada baiknya kita pelajari lebih dahulu operasi-operasi mendasar dari keyboard (papan ketik) dan setting awal yang diperlukan.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TijB2zaZI/AAAAAAAAAYg/aYdiL5DIe8c/s1600-h/untitled2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 244px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TijB2zaZI/AAAAAAAAAYg/aYdiL5DIe8c/s320/untitled2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446226940819368338" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;CPU PLC dapat diset ke 3 Mode/posisi PROGRAM, MONITOR, atau RUN yang dapat dilihat dari tampilan Programming Console.&lt;br /&gt;1. Mode PROGRAM   digunakan untuk membuat program atau membuat modifikasi atau perbaikan ke program yang sudah ada. Pada mode ini kita dapat menuliskan program yang kita buat dan akan langsung disimpan di RAM oleh PLC. Kita juga dapat mengubah isi DM, memeriksa hubungan input dengan input device, memeriksa hubungan output dengan output device, dan lain-lain. Untuk posisi ini, kita perlu ekstra hati-hati sebab kesalahan operasional Programming Console dapat menyebabkan berubahnya program yang ada di dalam memori PLC.&lt;br /&gt;2. Mode MONITOR digunakan untuk mengubah nilai setting dari counter dan timer ketika PLC sedang beroperasi. Pada mode ini kita dapat memonitoring program, kondisi/status output kontak, serta akan sangat membantu dalam pelacakan kesalahan sistem.  &lt;br /&gt;3. Mode  RUN Digunakan untuk mengoperasikan/menjalankan program yang telah kita buat tanpa dapat mengubah nilai setting timer dan counter.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mengenal Letak dan Fungsi Tombol Keyboard pada Programming Console&lt;br /&gt; Sebelum memasukkan program yang kita buat ke dalam memori PLC dengan menggunakan Programming Console, terlebih dahulu akan kita pelajari letak dan fungsi tombol-tombol Keyboard pada Programming Console. Adapun letak tombol-tombol keyboard pada Programming Console adalah seperti gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LETAK TOMBOL KEYBOARD&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TijqGVvhI/AAAAAAAAAYo/nzKoAPcIVk8/s1600-h/untitled3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 303px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TijqGVvhI/AAAAAAAAAYo/nzKoAPcIVk8/s320/untitled3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446226951621950994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          FUNGSI TOMBOL-TOMBOL&lt;br /&gt;Berikut ini adalah fungsi dari masing-masing tombol yang ada pada keyboard Programming Console :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TiixW_QEI/AAAAAAAAAYY/d2ZAThoe1CE/s1600-h/untitled1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TiixW_QEI/AAAAAAAAAYY/d2ZAThoe1CE/s320/untitled1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446226936390959170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Input Password pada Programming Console&lt;br /&gt; PLC mempunyai sebuah password (kata kunci) kontrol untuk mencegah akses yang tidak diauthorisasi ke programnya. PLC selalu memprompt untuk memasukkan password ketika daya listrik pertama kali dihubungkan atau setelah programming console dipasang saat PLC beroperasi. Pada saat itu tampilan di Layar monitor (LCD Display) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5Tij7d-e5I/AAAAAAAAAYw/kmYayxsKMBo/s1600-h/untitled4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 101px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5Tij7d-e5I/AAAAAAAAAYw/kmYayxsKMBo/s320/untitled4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446226956284492690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya adalah memasukkan input password dengan menekan tombol CLR dan MONTR.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TikI_38XI/AAAAAAAAAY4/FR50QH3I_u4/s1600-h/untitled5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 41px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TikI_38XI/AAAAAAAAAY4/FR50QH3I_u4/s320/untitled5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446226959916331378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Display pada programming console selanjutnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjE5wwGrI/AAAAAAAAAZA/MM8_A602u-Q/s1600-h/untitled6.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 50px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjE5wwGrI/AAAAAAAAAZA/MM8_A602u-Q/s320/untitled6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446227522762054322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan alamat program PLC (step program). Inilah yang selalu harus kita perhatikan saat akan melakukan operasional apa saja pada programming console. Dan setiap kali kita selesai memindahkan posisi kunci pada programming console, selalu ditampilkan pada layar :&lt;br /&gt; &lt;PROGRAM&gt; atau&lt;br /&gt; &lt;MONITOR&gt;  atau&lt;br /&gt; &lt;RUN&gt;&lt;br /&gt;tergantung dari posisi kunci selector Mode terakhir. Misalnya posisi kunci pertama pada PROGRAM, dan kemudian kita opindahkan ke posisi MONITOR, maka tampilan pada layar adalah :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjFDX4KZI/AAAAAAAAAZI/Elkja0WwQnI/s1600-h/untitled7.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 50px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjFDX4KZI/AAAAAAAAAZI/Elkja0WwQnI/s320/untitled7.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446227525342079378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kita diharuskan menekan tombol  CLR   sekali sampai pada layar tampil :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjE5wwGrI/AAAAAAAAAZA/MM8_A602u-Q/s1600-h/untitled6.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 50px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjE5wwGrI/AAAAAAAAAZA/MM8_A602u-Q/s320/untitled6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446227522762054322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat dikatakan, setiap kali memindahkan posisi kunci pada programming console, kita harus menekan tombol input password, hingga tampilan menjadi seperti di atas. Ingatlah selalu langkah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. MENGHAPUS PROGRAM&lt;br /&gt; Menghapus program dapat dilakukan baik CLEAR ALL, yang akan menghapus seluruh isi program dengan HR, CNT, dan DM, ataupun sebagian dari program saja (mulai dari address tertentu ataupun HR/CNT/DM ada yang dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Menghapus Seluruh Isi Program&lt;br /&gt;Untuk menghapus semua isi program, dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Pindahkan Selector Mode ke posisi PROGRAM&lt;br /&gt;b. Tekan  tombol CLR samapai terlihat 0000 yang ditampilkan  pada  programming console.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjFZ2l25I/AAAAAAAAAZQ/Ug6SERi6WOY/s1600-h/untitled8.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 50px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjFZ2l25I/AAAAAAAAAZQ/Ug6SERi6WOY/s320/untitled8.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446227531376483218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;c. Kemudian Memori PLC akan dihapus setelah menekan tombol berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjFitRqPI/AAAAAAAAAZY/pUnqASC2uNM/s1600-h/untitled9.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 38px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjFitRqPI/AAAAAAAAAZY/pUnqASC2uNM/s320/untitled9.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446227533753329906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;d. Tampilan pada programming console selanjutnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjF_0X32I/AAAAAAAAAZg/rOikkSLwCCw/s1600-h/untitled10.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 55px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjF_0X32I/AAAAAAAAAZg/rOikkSLwCCw/s320/untitled10.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446227541567725410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;e. Untuk memulai memasukkan program baru, tekanlah tombol CLR sehingga tampilan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjiSSN5OI/AAAAAAAAAZo/iYqRxoa2ZWg/s1600-h/untitled11.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 50px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjiSSN5OI/AAAAAAAAAZo/iYqRxoa2ZWg/s320/untitled11.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446228027561075938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Menghapus Sebagian Program&lt;br /&gt;Untuk menghapus sebagian isi program, dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Pindahkan Selector Mode ke posisi PROGRAM&lt;br /&gt;b. Tekan  tombol CLR samapai terlihat 0000 yang ditampilkan  pada  programming console.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjivWmqkI/AAAAAAAAAZw/TOwEhOzjeN8/s1600-h/untitled12.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 50px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjivWmqkI/AAAAAAAAAZw/TOwEhOzjeN8/s320/untitled12.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446228035364104770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;c. Kemudian Memori PLC akan dihapus setelah menekan tombol berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjjOqF5uI/AAAAAAAAAZ4/dzvYHtk9PRM/s1600-h/untitled13.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 41px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjjOqF5uI/AAAAAAAAAZ4/dzvYHtk9PRM/s320/untitled13.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446228043767342818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;d. Tampilan pada programming console selanjutnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjjRq1t_I/AAAAAAAAAaA/4aRr9-lSSAQ/s1600-h/untitled14.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 60px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjjRq1t_I/AAAAAAAAAaA/4aRr9-lSSAQ/s320/untitled14.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446228044575782898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Misalnya ingin mempertahankan data pada HR  (pada dareah data ini tidak akan dihapus), maka setelah tampilan di atas tekan tombol HR, sehingga tampilan menjadi:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjjiOJeEI/AAAAAAAAAaI/ZOKRMuywVsU/s1600-h/untitled15.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 65px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TjjiOJeEI/AAAAAAAAAaI/ZOKRMuywVsU/s320/untitled15.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446228049018845250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; f. Selanjutnya tekan tombol MONTR, dan tampilan menjadi&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TkIao2poI/AAAAAAAAAaQ/6KrDW3U0Poo/s1600-h/untitled16.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 57px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TkIao2poI/AAAAAAAAAaQ/6KrDW3U0Poo/s320/untitled16.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446228682638534274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;g. Langkah terakhir adalah menekan tombol   CLR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menghapus Baris Program&lt;br /&gt;Untuk menghapus satu baris program saja, dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Tampilkan dahulu pada layar programming console baris instruksi yang akan dihapus, misalnya OR 00005 pada alamat step program 00002.&lt;br /&gt;b. Setelah tampil dilayar, tekanlah tombol DEL pada keyboard programming console.&lt;br /&gt;c. Kemudian tekanlah tombol tanda panah ke atas &lt;br /&gt;d. Tampilan pada layar akan muncul pesan DELETE END, yang menunjukkan bahwa anda telah menghapus baris instruksi OR 00005 pada alamat step program 00002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. MENULIS PROGRAM&lt;br /&gt; Saat menulis program, PLC harus dalam mode &lt;PROGRAM&gt;. Tekanlah tombol pada Programming Console sesuai dengan Kode Mnemonic Program yang telah dibuat lalu tekan tombol WRITE, agar tersimpan dalam RAM CPU-PLC. Jika telah selesai memasukkan baris-baris instruksi program dan sampai pada akhir program, maka program harus diakhiri dengan instruksi END. Jika tombol END tidak ada, maka pada Programming console pasti ada tombol FUN. Untuk mengakhiri program, tekan tombol FUN kemudian tekan angka 01, maka pada layar yang tampil adalah END(01). Jadi Instruksi END adalah merupakan instruksi sebuah fungsi yaitu FUN (01).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Misalnya kita mempunyai program dengan Kode Mnemonic sebagai berikut :&lt;br /&gt;ALAMAT INSTRUKSI DATA OPERANDS &lt;br /&gt;00000 LD 00001 WRITE&lt;br /&gt;00001 OR 01000 WRITE&lt;br /&gt;00002 AND NOT 00002 WRITE&lt;br /&gt;00003 OUT 01000 WRITE&lt;br /&gt;00004 END (01)  WRITE&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cara menuliskan program tersebut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan pertama kali harus :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TkI9-Vi4I/AAAAAAAAAaY/6OgBOUiefz4/s1600-h/untitled17.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TkI9-Vi4I/AAAAAAAAAaY/6OgBOUiefz4/s320/untitled17.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446228692123880322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan alamat step program = 00000, dan selanjutnya kita diharuskan menekan :&lt;br /&gt;Dan alamat step program akan naik menjadi 00001, kemudian masukkan instruksi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada alamat step program berikutnya yaitu 00002, masukkan instruksi :&lt;br /&gt;Setelah alamat step program menjadi 00004, masukkan instruksi :&lt;br /&gt;Dan untuk memasukkan  END (01) pada alamat step program 00004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOHON MAAF JIKA TULISAN INI Kurang BAIK DALAM PENULISANNYA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-5878313485682873839?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/5878313485682873839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2010/03/pemograman-plc-dengan-console.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5878313485682873839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5878313485682873839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2010/03/pemograman-plc-dengan-console.html' title='Pemograman PLC dengan CONSOLE'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TijB2zaZI/AAAAAAAAAYg/aYdiL5DIe8c/s72-c/untitled2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-1181515233675207456</id><published>2010-03-08T17:09:00.010+07:00</published><updated>2010-03-08T18:04:35.354+07:00</updated><title type='text'>dasar konsep listrik</title><content type='html'>1. Atom dan elektron&lt;br /&gt;Kita potong-potong suatu benda padat, misalnya tembaga, kedalam bagian-bagian yang selalu lebih kecil, dengan demikian maka pada akhirnya kita dapatkan suatu atom. Kata atom berasal dari bahasa Yunani dan berarti “tidak dapat dibagi”.&lt;br /&gt;Dalam beberapa waktu kemudian barulah dapat ditemukan buktinya melalui percobaan, bahwa benda padat tersusun atas atom. Dari banyak hasil percobaan ahli fisika seperti Rutherford dan Bohr menarik kesimpulan, bahwa suatu atom harus tersusun mirip seperti sistim tata surya kita (gambar 1.1).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpMahPgI/AAAAAAAAATg/mzwWv1IMXqY/s1600-h/untitled1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpMahPgI/AAAAAAAAATg/mzwWv1IMXqY/s320/untitled1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207255523442178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.1    Model sistim tata surya  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gambaran model ini atom terdiri atas matahari sebagai inti atom dan disekitar inti pada lintasan berbentuk lingkaran atau ellips beredar planet sebagai elektron-elektron. Lintasannya mengelilingi inti dan membentuk sesuatu yang disebut dengan kulit elektron (gambar 1.2).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpWb2_jI/AAAAAAAAATo/WRfabbzVAUM/s1600-h/untitled2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 234px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpWb2_jI/AAAAAAAAATo/WRfabbzVAUM/s320/untitled2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207258213416498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.2       Model atom  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektron-elektron pada kulit terluar disebut elektron valensi, mereka terletak paling jauh dari inti dan oleh karena itu paling baik untuk dipengaruhi dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Muatan listrik - Pembawa muatan&lt;br /&gt;Elektron mengelilingi inti atom dengan kecepatan yang sangat tinggi (kira-kira 2200 km/det.). Pada gerakan melingkar, meski berat elektron tidak seberapa, maka disini harus bertindak suatu gaya sentrifugal yang relatip besar, yang bekerja dan berusaha untuk melepaskan elektron keluar dari lintasannya. Sekarang tenaga apakah yang menahan elektron tetap pada lintasannya mengitari inti ?&lt;br /&gt;Tenaga yang menahan bumi tetap pada lintasannya adalah grafitasi. Grafitasi antara elektron-elektron dan inti atom belum mencukupi, sebagaimana terbukti secara perhitungan, dan tidak dapat menahan elektron-elektron yang terjauh untuk tetap pada lintasannya. Oleh karena itu disini harus bertindak suatu tenaga lain, yaitu tenaga listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara inti atom dan elektron terdapat tenaga listrik.&lt;br /&gt;Tenaga listrik semacam ini sederhana membuktikannya. Kita gosokkan penggaris mika (bahan sintetis/plastik) dengan suatu kain wol, maka pada bahan ini bekerja suatu gaya tarik terhadap kertas, yang pada prinsipnya lebih besar daripada tenaga grafitasi.&lt;br /&gt;Yang bertanggung jawab terhadap tenaga listrik kita sebut muatan listrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap inti atom, elektron bersifat menjalankan suatu tenaga listrik. Jadi elektron memiliki muatan listrik. Kita katakan elektron sebagai suatu pembawa muatan.&lt;br /&gt;Oleh karena inti atom juga mempunyai sifat menjalankan tenaga listrik, maka inti atom juga mempunyai muatan listrik.&lt;br /&gt;Hal ini terbukti bahwa elektron-elektron tidak saling tarik-menarik, melainkan tolak-menolak. Demikian pula tingkah laku inti atom (gambar 1.3).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpqaJYDI/AAAAAAAAATw/NVwWzv7797c/s1600-h/untitled3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 61px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpqaJYDI/AAAAAAAAATw/NVwWzv7797c/s320/untitled3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207263574941746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.3 Efek dinamis antara: a) inti atom dan elektron&lt;br /&gt;b) elektron-elektron&lt;br /&gt;c) inti-inti atom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena elektron-elektron saling tolak-menolak, inti atom dan elektron saling tarik-menarik, maka inti atom harus berbeda muatan dengan elektron, artinya membawa suatu jenis muatan yang berbeda dengan muatan elektron.&lt;br /&gt;Muatan inti atom dinamakan muatan positip dan muatan elektron dinamakan muatan negatip. Dengan demikian untuk muatan listrik berlaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muatan-muatan yang sama saling tolak-menolak, muatan-muatan yang berbeda saling tarik-menarik.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQp9rA3LI/AAAAAAAAAT4/-5UNOerC3tg/s1600-h/untitled4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 60px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQp9rA3LI/AAAAAAAAAT4/-5UNOerC3tg/s320/untitled4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207268745960626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.4 Efek dinamis muatan-muatan listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Atom netral - Susunan atom&lt;br /&gt;Atom hidrogen memperlihatkan susunan yang paling sederhana. Terdiri atas sebuah elektron dan sebuah proton (biasa disebut inti atom).&lt;br /&gt;Elektron sebagai pembawa muatan listrik terkecil dinamakan muatan elementer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektron adalah pembawa muatan elementer negatip, proton merupakan pembawa muatan elementer positip.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQqWBVsII/AAAAAAAAAUA/jQpkRk9ZFPA/s1600-h/untitled5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQqWBVsII/AAAAAAAAAUA/jQpkRk9ZFPA/s320/untitled5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207275282051202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.5 Gambar skema atom: &lt;br /&gt; a) atom hidrogen&lt;br /&gt; b) atom karbon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muatan elementer negatip elektron sama besarnya dengan muatan elementer positip proton. Oleh karenanya muatan-muatan atom memiliki pengaruh yang persis sama. Atom secara listrik bersifat netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atom netral terdiri atas muatan positip yang sama banyaknya dengan muatan negatip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atom karbon misalnya memiliki 6 elektron dan juga 6 proton. Selain proton inti atom juga mengandung bagian yang secara listrik bersifat netral, yang biasa disebut dengan netron. Proton dan netron menentukan berat atom yang sebenarnya .&lt;br /&gt;Atom yang lain semuanya berjumlah 103 buah dengan susunan yang hampir sama. Pembagian elektron pada lintasan elektron berdasarkan pada aturan tertentu. Namun jumlah elektron tetap selalu sama dengan jumlah proton.&lt;br /&gt;2.2. Ion&lt;br /&gt;Atom kehilangan sebuah elektron, dengan demikian maka atom tersebut memiliki lebih banyak muatan positipnya daripada muatan negatip. Atom yang secara utuh bermuatan positip, melaksanakan suatu reaksi listrik, yaitu menarik muatan negatip. &lt;br /&gt;Atom yang ditambah/diberi sebuah elektron, maka secara utuh dia bermuatan negatip dan menarik muatan positip.&lt;br /&gt;Atom yang bermuatan seperti ini sebaliknya dapat juga menarik muatan yang berbeda, berarti atom tersebut bergerak. Atas dasar inilah maka atom seperti ini dinamakan ion  (ion = berjalan, bhs. Yunani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atom bermuatan positip maupun negatip atau kumpulan atom disebut ion.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRT5FarXI/AAAAAAAAAUI/cK0qL8GHXW8/s1600-h/untitled6.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRT5FarXI/AAAAAAAAAUI/cK0qL8GHXW8/s320/untitled6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207989069032818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.6&lt;br /&gt;Skema pembentukan ion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan elektron menghasilkan muatan negatip, kekurangan elektron menghasilkan muatan positip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik pada dasarnya merupakan gerakan muatan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembawa muatan dapat berupa elektron-elektron maupun ion-ion.&lt;br /&gt;Arus listrik hanya dapat mengalir pada bahan yang didalamnya tersedia pembawa muatan dengan jumlah yang cukup dan bebas bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Penghantar, bukan penghantar, semi penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.1. Penghantar - Mekanisme penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang memiliki banyak pembawa muatan yang bebas bergerak dinamakan penghantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bedakan antara :&lt;br /&gt;Penghantar elektron&lt;br /&gt;Yang termasuk didalamnya yaitu logam seperti misalnya tembaga, alumunium, perak, emas, besi dan juga arang.&lt;br /&gt;Atom logam membentuk sesuatu yang disebut struktur logam. Dimana setiap atom logam memberikan semua elektron valensinya (elektron-elektron pada lintasan terluar) dan juga ion-ion atom positip.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUNxZk-I/AAAAAAAAAUQ/jLr5ldFMxbE/s1600-h/untitled7.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 303px; height: 244px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUNxZk-I/AAAAAAAAAUQ/jLr5ldFMxbE/s320/untitled7.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207994622219234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.7&lt;br /&gt;Kisi-kisi ruang suatu logam dengan awan elektron  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ion-ion menempati ruang dengan jarak tertentu serta sama antara satu dengan yang lain dan membentuk sesuatu yang disebut dengan kisi-kisi ruang atau pola geometris atom-atom (gambar 1.7).&lt;br /&gt;Elektron-elektron bergerak seperti suatu awan atau gas diantara ion-ion yang diam dan oleh karenanya bergerak relatip ringan didalam kisi-kisi ruang. &lt;br /&gt;Elektron tersebut dikenal sebagai elektron bebas. Awan elektron bermuatan negatip praktis termasuk juga didalamnya ion-ion atom yang bermuatan positip.&lt;br /&gt;Sepotong tembaga dengan panjang sisinya 1 cm memiliki kira-kira 1023 (yaitu satu dengan 23 nol) elektron bebas. Melalui tekanan listrik dengan arah tertentu, yang dalam teknik listrik dikenal sebagai tegangan, elektron-elektron bebas dalam penghantar digiring melalui kisi-kisi (gb. 1.8). Dengan demikian elektron-elektron penghantar mentransfer muatan negatipnya dengan arah tertentu. Biasa disebut sebagai arus listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik (arus elektron) dalam suatu penghantar logam adalah merupakan gerakan elektron bebas pada bahan penghantar dengan arah tertentu. Gerakan muatan tidak mengakibatkan terjadinya perubahan karakteristik bahan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUR54VQI/AAAAAAAAAUY/_IRhM-XvnVc/s1600-h/untitled8.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 155px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUR54VQI/AAAAAAAAAUY/_IRhM-XvnVc/s320/untitled8.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207995731531010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.8&lt;br /&gt;Mekanisme penghantar logam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan arus tergantung pada rapat arus (lihat bagian 3.6). Penghantar logam dengan beban biasa maka kecepatan elektronnya hanya sebesar  3 mm/detik, tetapi gerakan elektron tersebut menyebarkan impuls tumbukan mendekati dengan kecepatan cahaya c=300.000 km/detik. Oleh karenanya dibedakan disini antara kecepatan impuls dan kecepatan elektron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;a) Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh elektron pada suatu penghantar kawat untuk kembali ke tempatnya semula ? Panjang kawat  =1200 m dengan kecepatan sedang =3 mm/s&lt;br /&gt;b) Berapa lama waktu yang dibutuhkan impuls untuk jarak yang sama  ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban : a) Kecepatan:  ; Waktu:  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  b)  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghantar ion&lt;br /&gt;Termasuk disini yaitu elektrolit (zat cair yang menghantarkan arus), peleburan (misal peleburan alumunium) dan ionisasi gas. Sebagai pembawa muatan dalam hal ini adalah ion positip dan ion negatip. Biasa disebut sebagai arus ion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik (arus ion) didalam suatu elektrolit, peleburan atau ionisasi gas adalah merupakan gerakan terarah ion-ion bahan/zat cair. Dalam hal ini termasuk juga sebagai transfer bahan/zat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.2. Bukan penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang hanya memiliki sedikit pembawa muatan dan terikat dalam molekul tersendiri, dinamakan bahan bukan penghantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini yaitu bahan padat, seperti bahan sintetis, karet, kaca, porselen, lak, kertas, sutera, asbes, dan zat cair, seperti air murni, oli, fet, dan juga ruang hampa termasuk disini gas (juga udara) dengan aturan tertentu. Bahan-bahan tersebut sebagian juga dikenal sebagai bahan isolasi, dengan demikian maka dapat mengisolasi bahan yang berarus listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.3. Semi penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semi penghantar adalah bahan yang setelah mendapat pengaruh dari luar maka elektron valensinya lepas dan dengan demikian mampu menghantarkan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk disini yaitu silisium, selenium, germanium dan karbon oksida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada temperatur rendah, elektron valensi bahan tersebut terikat sedemikian rupa sehingga tidak ada elektron bebas didalam kisi-kisi. Jadi dalam hal ini dia bukan sebagai bahan penghantar.&lt;br /&gt;Melalui pemanasan, sebagian elektron terlepas dari lintasannya, dan menjadi elektron yang bergerak dengan bebas. Dengan demikian maka menjadi suatu penghantar. Juga melalui pengaruh yang lainnya, seperti misalnya cahaya dan medan magnit mengakibatkan perubahan sifat kelistrikan bahan semi penghantar.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUrpIulI/AAAAAAAAAUg/jgFNkXuYLNM/s1600-h/untitled9.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUrpIulI/AAAAAAAAAUg/jgFNkXuYLNM/s320/untitled9.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208002640624210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.9&lt;br /&gt;Model suatu rangkaian arus  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Rangkaian listrik&lt;br /&gt;Peralatan listrik secara umum disebut sebagai beban/pemakai, terhubung dengan sumber tegangan melalui suatu penghantar, yang terdiri atas dua buah penghantar, yaitu penghantar masuk dan penghantar keluar (gambar 1.9). Penanggung jawab adanya arus yaitu elektron-elektron bebas, bergerak dari pembangkit tegangan kembali ke tempatnya semula melalui jalan yang tertutup, yang biasa disebut sebagai rangkaian arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian arus listrik sederhana terdiri atas pembangkit tegangan, beban termasuk disini kabel penghubung (penghantar masuk dan penghantar keluar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik hanya dapat mengalir dalam suatu rangkaian  penghantar tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memasang sebuah saklar pada rangkaian, arus listrik dapat dihubung atau diputus sesuai keinginan.&lt;br /&gt;Gambar secara nyata suatu rangkaian arus sebagaimana ditunjukkan diatas terlihat sangat rumit, dalam praktiknya digunakanlah skema dengan normalisasi simbol yang sederhana, yang biasa dikenal sebagai diagram rangkaian. Skema menjelaskan hubungan antara komponen-komponen yang ada pada suatu rangkaian.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRU-Va5II/AAAAAAAAAUo/hgQE6fNSAb0/s1600-h/untitled10.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRU-Va5II/AAAAAAAAAUo/hgQE6fNSAb0/s320/untitled10.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208007658202242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.10&lt;br /&gt;Skema rangkaian arus sederhana  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3. Arah arus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.1. Arah arus elektron&lt;br /&gt;Kita buat suatu rangkaian arus listrik tertutup, dengan demikian didapatkan suatu proses sebagai berikut :&lt;br /&gt;Pada kutub negatip pembangkit tegangan (kelebihan elektron), elektron bebas pada ujung penghantar didorong menuju beban. Pada kutub positip (kekurangan elektron) elektron bebas pada ujung penghantar yang lain tertarik. Dengan demikian secara umum terjadi arus elektron dengan arah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR5-hmZRI/AAAAAAAAAUw/RmAai66lC44/s1600-h/untitled11.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 303px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR5-hmZRI/AAAAAAAAAUw/RmAai66lC44/s320/untitled11.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208643364447506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.11     Arah arus elektron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus elektron mengalir dari kutub negatip pembangkit tegangan melalui beban menuju kutub positip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.2. Arah arus secara teknik&lt;br /&gt;Pengetahuan teori elektron zaman dulu menduga bahwa sebagai penanggung jawab terhadap mekanisme penghantaran didalam logam adalah pembawa muatan positip dan oleh karenanya arus mengalir dari kutub positip melalui beban menuju kutub negatip. Jadi berlawanan dengan arus elektron yang sebenarnya sebagaimana diutarakan dimuka. Meskipun pada saat ini telah dibuktikan adanya kekeliruan anggapan pada mulanya, namun didalam teknik listrik untuk praktisnya anggapan arah arus tersebut tetap dipertahankan. Sehingga ditemui adanya perbedaan antara arah arus elektron terhadap arah arus secara teknik atau secara umum juga disebut arah arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik mengalir dari kutub positip pembangkit tegangan melalui beban menuju kutub negatip.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6BespII/AAAAAAAAAU4/k5fhFBsj9l4/s1600-h/untitled12.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6BespII/AAAAAAAAAU4/k5fhFBsj9l4/s320/untitled12.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208644157580418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.12     Arah arus elektron dan&lt;br /&gt;Arah arus secara teknik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4. Kuat arus&lt;br /&gt;Semakin banyak elektron-elektron yang mengalir melalui suatu penghantar dalam tiap detiknya, maka semakin besar pula kekuatan arus listriknya, biasa disebut kuat arus.&lt;br /&gt;Arus sebanyak 6,24 triliun elektron (6,24 • 1018) tiap detik pada luas penampang penghantar, maka hal ini dikenal sebagai kuat arus 1 Ampere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dikatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampere adalah satuan dasar yang sah untuk kuat arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan dalam keteknikan, supaya lebih sederhana maka besaran-besaran teknik seperti misalnya kuat arus diganti dengan simbol formula dan demikian pula untuk simbol nama satuan (simbol satuan).&lt;br /&gt;Simbol formula untuk kuat arus adalah  I&lt;br /&gt;Simbol satuan untuk Ampere adalah  A&lt;br /&gt;Pembagian dan kelipatan satuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 kA  = 1 Kiloampere    = 1000 A          = 103 A&lt;br /&gt;1 mA = 1 Milliampere    = 1/1000 A       = 10-3 A&lt;br /&gt;1 A  = 1 Mikroampere = 1/1000000 A = 10-6 A&lt;br /&gt;Pada “undang-undang tentang besaran dalam hal pengukuran” sejak 2 Juli 1969 kuat arus listrik ditetapkan sebagai besaran dasar dan untuk satuan dasar 1 Ampere didefinisikan dengan bantuan reaksi tenaga arus tersebut &lt;br /&gt;Kuat arus dalam teknik listrik berkisar pada jarak yang sangat luas :&lt;br /&gt;Lampu pijar : 100 s.d. 1000 mA&lt;br /&gt;Motor listrik : 1 sampai 1000 A&lt;br /&gt;Peleburan : 10 s.d. 100 kA&lt;br /&gt;Pesawat telepon : beberapa A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5. Muatan listrik&lt;br /&gt;Jumlah muatan elementer (biasanya pada peristiwa kelistrikan turut serta bermilyar-milyar elektron dan dengan demikian berarti muatan elementer) menghasilkan suatu muatan listrik tertentu (simbol formula   ).&lt;br /&gt;Satuan muatan listrik ditetapkan 1 Coulomb (simbol C). Dalam hal ini berlaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 C = 6,24 . 1018   muatan elementer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya telah dijelaskan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berarti :             Kuat arus        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita uraikan persamaan tersebut kedalam  , sehingga menjadi    = I . t&lt;br /&gt;Dengan demikian faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya muatan listrik   ditentukan oleh arus I dan waktu t.&lt;br /&gt;Dalam pada itu kita pasang arus I dalam A dan waktu t dalam s, sehingga diperoleh satuan muatan listrik adalah 1 As, yang berarti sama dengan 1 C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Coulomb = 1 Ampere sekon &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 C = 1 As&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Sebuah aki mobil diisi dengan 2,5 A.&lt;br /&gt;Berapa besarnya muatan listrik aki tersebut setelah waktu pengisian berlangsung selama 10 jam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;   = I . t&lt;br /&gt;   = 2,5 A . 10 h = 25 Ah = 25 A . 3600 s = 90.000 As = 90.000 C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6 Rapat arus didalam penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan :&lt;br /&gt;Kawat konstantan diameter 0,2 mm dan kawat konstantan lain diameter 0,4 mm salah satu ujungnya dikopel, kedua ujung yang lain dihubungkan ke auto trafo. Arus dinaikkan sedikit demi sedikit hingga kawat mulai membara.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6QxZYzI/AAAAAAAAAVA/KgyA7Hi67uE/s1600-h/untitled13.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 91px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6QxZYzI/AAAAAAAAAVA/KgyA7Hi67uE/s320/untitled13.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208648262542130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.13     Arus pada penghantar dengan luas penampang berbeda  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawat dengan luas penampang kecil telah membara, sementara itu kawat yang luas penampangnya besar masih belum memperlihatkan reaksi panas.&lt;br /&gt;Meskipun pada kedua kawat mengalir arus yang sama, penghantar dengan luas penampang kecil panasnya lebih kuat. Jadi untuk pemanasan kawat tidak hanya dipengaruhi oleh arus saja tetapi juga oleh luas penampang kawat. Semakin rapat dorongan arus didalam penghantar, semakin keras pula tumbukan yang terjadi antara elektron dengan ion-ion atom, maka pemanasannya menjadi lebih kuat. Pemanasan penghantar praktis tergantung pada kerapatan arus. Dari sinilah digunakan istilah rapat arus (simbol S).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat arus  &lt;br /&gt;I   Arus dalam  A&lt;br /&gt;A  Luas penampang dalam  mm2&lt;br /&gt;  S  Rapat arus dalam  A/mm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan rapat arus oleh karenanya adalah  A/mm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penentuan penghantar logam, kumparan dan komponen-komponen lain yang berhubungan dengan pemanasan yang diijinkan pada komponen tersebut maka rapat arus merupakan suatu besaran konstruksi yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Sebuah penghantar tembaga dengan luas penampang 2,5 mm2  sesuai PUIL boleh dibebani dengan 16 A.&lt;br /&gt;Berapa besarnya rapat arus pada penghantar tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :     A/mm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6hMjqHI/AAAAAAAAAVI/0_lJwNfYUV4/s1600-h/untitled14.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6hMjqHI/AAAAAAAAAVI/0_lJwNfYUV4/s320/untitled14.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208652671428722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.14     Grafik arus searah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7. Macam-macam arus&lt;br /&gt;Secara prinsip dibedakan antara arus searah, arus bolak-balik dan arus bergelombang (undulatory current).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus searah&lt;br /&gt;Tegangan yang bekerja pada rangkaian arus tertutup selalu dengan arah yang sama, maka arus yang mengalir arahnya juga sama. Biasa disebut dengan arus searah (simbol normalisasi :  ).&lt;br /&gt;Arus searah adalah arus listrik yang mengalir dengan arah dan besar yang tetap/konstan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti bahwa pembawa muatannya bergerak dengan arah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grafik arus fungsi waktu (grafik garis)&lt;br /&gt;Besarnya arus pada saat yang berbeda diperlihatkan pada suatu grafik (grafik arus fungsi waktu). Untuk maksud ini sumbu horisontal sebagai waktu (misal 1s, 2s, 3s dst.) dan sumbu vertikal sebagai arusnya (misal 1A, 2A, 3A dst.)&lt;br /&gt;Besarnya arus yang sekarang ditetapkan pada 1, 2 atau 3 sekon, untuk masing-masing waktu yang berlaku ditarik garis lurus keatas atau kebawah (lihat gambar 1.14). Kita hubungkan titik yang sesuai dengan suatu garis, dengan demikian maka didapatkan suatu grafik arus fungsi waktu (grafik garis). Gambar grafik seperti ini dapat dibuat secara jelas dengan suatu oscilloscope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus bolak-balik&lt;br /&gt;Tegangan pada suatu rangkaian arus, arahnya berubah-ubah dengan suatu irama/ritme tertentu, dengan demikian maka arah dan besarnya arus selalu berubah-ubah pula. Biasa disebut arus bolak-balik (simbol normalisasi :  ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus bolak-balik adalah arus yang secara periodik berubah-ubah baik arah maupun besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti bahwa elektron bebasnya bergerak maju dan mundur.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6zt489I/AAAAAAAAAVQ/v01Hfsz8HQQ/s1600-h/untitled15.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6zt489I/AAAAAAAAAVQ/v01Hfsz8HQQ/s320/untitled15.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208657643074514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.15     &lt;br /&gt;Grafik arus bolak-balik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini pada arus bolak-balik, sebagaimana digunakan didalam praktik, arahnya selalu berubah-ubah (misalnya 50 kali tiap sekon), elektron-elektron didalam penghantar kawat hanya sedikit berayun/bergerak maju dan mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus bergelombang&lt;br /&gt;Suatu arus yang besarnya selalu berubah, tetapi arah arus tersebut tetap konstan, maka dalam hal ini berhubungan dengan suatu arus yang terdiri atas sebagian arus searah dan sebagian yang lain berupa arus bolak-balik. Biasa disebut sebagai arus bergelombang (undulatory current).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus bergelombang adalah suatu arus yang terdiri atas sebagian arus searah dan sebagian arus bolak-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk lain dari arus bergelombang yang sering ditemukan dalam praktik yaitu berupa pulsa arus searah (lihat gambar 1.16a)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSfraJo3I/AAAAAAAAAVY/U4SmUtmhAQ8/s1600-h/untitled16.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 114px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSfraJo3I/AAAAAAAAAVY/U4SmUtmhAQ8/s320/untitled16.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209291067958130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.8. Reaksi arus listrik&lt;br /&gt;Arus hanya dapat diketahui dan ditetapkan melalui reaksi atau efek yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik selalu  memanasi penghantarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kawat logam misalnya, elektron-elektron saling bertumbukan dengan ion-ion atom, bersamaan dengan itu elektron tersebut memberikan sebagian energi geraknya kepada ion-ion atom dan memperkuat asutan panas ion-ion atom, yang berhubungan dengan kenaikan temperatur.&lt;br /&gt;Penggunaan reaksi panas arus listrik ini misalnya pada open pemanas, solder, kompor, seterika dan sekering lebur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi cahaya&lt;br /&gt;Pada lampu pijar reaksi panas arus listrik mengakibatkan kawat membara dan dengan demikian menjadi bersinar, artinya sebagai efek samping dari cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas seperti neon, argon atau uap mercury dipicu/diprakarsai oleh arus listrik sehingga menjadi bersinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi cahaya secara langsung ini ditemukan pada penggunaan tabung cahaya, lampu mercury, lampu neon dan lampu indikator (negative glow lamp).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi kemagnitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan :&lt;br /&gt;Suatu magnit jarum diletakkan dekat dengan penghantar yang berarus.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSf6g1fsI/AAAAAAAAAVg/R8DWOTmMx8c/s1600-h/untitled17.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 313px; height: 154px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSf6g1fsI/AAAAAAAAAVg/R8DWOTmMx8c/s320/untitled17.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209295122529986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.17&lt;br /&gt;Reaksi kemagnitan arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan : Jarum magnit disimpangkan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik selalu membangkitkan medan magnit.&lt;br /&gt;Medan magnit melaksanakan suatu tenaga tarik terhadap besi. Medan magnit saling berpengaruh satu sama lain dan saling tolak-menolak atau tarik-menarik.&lt;br /&gt;Penggunaan reaksi kemagnitan seperti ini misalnya pada motor listrik, speaker, alat ukur, pengangkat/kerekan magnit, bel, relay dan kontaktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi kimia arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan :&lt;br /&gt;Dua buah kawat dihubungkan ke sumber tegangan arus searah (misalnya akkumulator) dan ujung-ujung yang bersih dimasukkan kedalam bejana berisi air, yang sedikit mengandung asam (misalnya ditambah asam belerang)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgFkbPDI/AAAAAAAAAVo/Mm-9WEmTMgw/s1600-h/untitled18.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgFkbPDI/AAAAAAAAAVo/Mm-9WEmTMgw/s320/untitled18.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209298090376242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.18&lt;br /&gt;Reaksi kimia arus listrik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kedua kawat terbentuk gas-gas yang naik keatas. Hal tersebut berhubungan dengan hidrogen dan oksigen. Hidrogen dan oksigen merupakan unsur-unsur kimia dari air. Jadi air terurai dengan perantaraan arus listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik menguraikan zat cair yang bersifat penghantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan reaksi kimia arus listrik yaitu dapat ditemukan pada elektrolisa, pada galvanisasi, pada pengisian akkumulator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pada makhluk hidup&lt;br /&gt;Dengan persyaratan tertentu, misalkan seseorang menyentuh dua buah penghantar listrik tanpa isolasi, maka arus dapat mengalir melalui tubuh manusia. Arus listrik tersebut membangkitkan atau bahkan menimbulkan “sentakan/sengatan listrik” &lt;br /&gt;Pada penyembuhan secara listrik, arus digunakan untuk memberikan kejutan listrik (electro shock).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tegangan listrik&lt;br /&gt;Elektron-elektron untuk bergeraknya memerlukan suatu mesin penggerak, yang mirip dengan sebuah pompa, dimana pada salah satu sisi rangkaian listrik elektron-elektronnya “didorong kedalam”, bersamaan dengan itu pada sisi yang lain “menarik” elektron-elektron. Mesin ini selanjutnya disebut sebagai pembangkit tegangan atau sumber tegangan.&lt;br /&gt;Dengan demikian pada salah satu klem dari sumber tegangan kelebihan elektron (kutub ), klem yang lainnya kekurangan elektron (kutub ). Maka antara kedua klem terdapat suatu perbedaan penempatan elektron. Keadaan seperti ini dikenal sebagai tegangan (lihat gambar 1.19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan listrik U adalah merupakan perbedaan penempatan elektron-elektron antara dua buah titik.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgUehDcI/AAAAAAAAAVw/yOsnN3g-J1U/s1600-h/untitled19.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 101px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgUehDcI/AAAAAAAAAVw/yOsnN3g-J1U/s320/untitled19.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209302092123586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.19     Sumber tegangan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan SI yang ditetapkan untuk tegangan adalah Volt&lt;br /&gt;Simbol formula untuk tegangan adalah U&lt;br /&gt;Simbol satuan untuk Volt adalah V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian dan kelipatan satuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 MV = 1 Megavolt   =    1000000 V  = 106 V&lt;br /&gt;1 kV  = 1 Kilovolt      =          1000 V  = 103 V&lt;br /&gt;1 mV = 1 Millivolt      =       1/1000 V  = 10-3 V&lt;br /&gt;1 V  = 1 Mikrovolt   = 1/1000000 V  = 10-6 V&lt;br /&gt;Ketetapan satuan SI untuk  1V didefinisikan dengan bantuan daya listrik.&lt;br /&gt;Pada rangkaian listrik dibedakan beberapa macam tegangan, yaitu tegangan sumber dan tegangan jatuh (lihat gambar 1.20).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgs9v-EI/AAAAAAAAAV4/Tiusardf2io/s1600-h/untitled20.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgs9v-EI/AAAAAAAAAV4/Tiusardf2io/s320/untitled20.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209308665575490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.20     Tegangan sumber dan tegangan jatuh pada suatu rangkaian  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan sumber (simbol Us) adalah tegangan yang dibangkitkan didalam sumber tegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan demikian maka tegangan sumber merupakan penyebab atas terjadinya aliran arus.&lt;br /&gt;Tegangan sumber didistribusikan ke seluruh rangkaian listrik dan digunakan pada masing-masing beban. Serta disebut juga sebagai : "Tegangan jatuh pada beban."&lt;br /&gt;Dari gambar 1.20, antara dua titik yang manapun pada rangkaian arus, misal antara titik 1 dan 2 atau antara titik 2 dan 3, maka hanya merupakan sebagian tegangan sumber yang efektip. Bagian tegangan ini disebut tegangan jatuh atau tegangan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan jatuh atau secara umum tegangan (simbol U) adalah tegangan yang digunakan pada beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1. Potensial&lt;br /&gt;Kita tempatkan elektron-elektron pada bola logam berlawanan dengan bumi, maka antara bola dan bumi terdapat perbedaan penempatan elektron-elektron, yang berarti suatu tegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan antara benda padat yang bermuatan dengan bumi atau titik apa saja yang direkomendasi disebut potensial (simbol : ).&lt;br /&gt;Satuan potensial adalah juga Volt. Tetapi sebagai simbol formula untuk potensial digunakan huruf Yunani    (baca : phi).&lt;br /&gt;Bumi mempunyai potensial  = 0 V.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTEz5nGyI/AAAAAAAAAWA/I_fHQKsKYOw/s1600-h/untitled21.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTEz5nGyI/AAAAAAAAAWA/I_fHQKsKYOw/s320/untitled21.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209929002556194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.21     Potensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensial bola menjadi positip terhadap bumi, jika elektron-elektron bola diambil (misal 1 = +10 V, lihat gambar 1.21).&lt;br /&gt;Potensial bola menjadi negatip terhadap bumi, jika ditambahkan elektron-elektron pada bola (misal 2 = 3 V).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensial selalu mempunyai tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu bola 1 = +10 V dan yang lain 2 = 3 V (gambar 1.21), maka antara dua buah bola tersebut terdapat suatu perbedaan penempatan elektron-elektron dan dengan demikian maka besarnya tegangan dapat ditentukan dengan aturan sebagai berikut :&lt;br /&gt; U = 1  2 = +10 V (3 V) = +10 V + 3 V = 13 V&lt;br /&gt;Dalam hal ini bola bermuatan positip dibuat dengan tanda kutub plus dan bola bermuatan negatip dengan kutub minus.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFBEDhiI/AAAAAAAAAWI/NShhi2OgwTg/s1600-h/untitled22.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFBEDhiI/AAAAAAAAAWI/NShhi2OgwTg/s320/untitled22.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209932536022562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.22     Potensial dan tegangan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu tegangan antara dua buah titik dinyatakan sebagai perbedaan potensial titik-titik tersebut. &lt;br /&gt;Tegangan = perbedaan potensial (potensial difference)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Dua buah titik pada suatu rangkaian arus terdapat potensial 1 = +10 V dan 2 = +5 V.&lt;br /&gt;Berapa besarnya tegangan antara kedua titik tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban : U = 1  2 = 10 V  5 V = 5 V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2. Arah tegangan&lt;br /&gt;Tegangan selalu mempunyai arah reaksi tertentu, yang dapat digambarkan melalui suatu anak panah tegangan. Normalisasi anak panah tegangan untuk arah tegangan positip ditunjukkan dari potensial tinggi (misalnya kutub plus) menuju ke potensial rendah (misal kutub minus), dalam hal ini memperlihatkan potensial tingginya adalah positip dan potensial rendahnya adalah negatip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Pada gambar 1.23 diberikan bermacam-macam potensial. Bagaimana arah masing-masing tegangan ?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFRjZ4eI/AAAAAAAAAWQ/W5JTYK_cYdQ/s1600-h/untitled23.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 211px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFRjZ4eI/AAAAAAAAAWQ/W5JTYK_cYdQ/s320/untitled23.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209936962478562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.23     Anak panah tegangan pada potensial yang diberikan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan rangkaian arus sangatlah tepat menggunakan normalisasi ketetapan arah tersebut.&lt;br /&gt;Pada pelaksanaan praktiknya hal ini berarti :&lt;br /&gt;Anak panah tegangan untuk sumber tegangan adalah mengarah dari kutub plus menuju ke kutub minus.&lt;br /&gt;Anak panah tegangan untuk tegangan jatuh adalah searah dengan arah arus secara teknik, disini arus selalu mengalir dari potensial tinggi menuju ke potensial rendah (gambar 1.24).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFqV1qqI/AAAAAAAAAWY/LbJyZinCl20/s1600-h/untitled24.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 88px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFqV1qqI/AAAAAAAAAWY/LbJyZinCl20/s320/untitled24.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209943616465570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tahanan listrik (Resistor)&lt;br /&gt;Gerakan pembawa muatan dengan arah tertentu di bagian dalam suatu penghantar terhambat oleh terjadinya tumbukan dengan atom-atom (ion-ion atom) dari bahan penghantar tersebut. "Perlawanan" penghantar terhadap pelepasan arus inilah disebut sebagai tahanan (gambar 1.25).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTGFeADII/AAAAAAAAAWg/CDuQr7zLq2k/s1600-h/untitled25.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 155px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTGFeADII/AAAAAAAAAWg/CDuQr7zLq2k/s320/untitled25.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209950898457730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.25     Gerakan elektron didalam penghantar logam  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan SI yang ditetapkan untuk tahanan listrik adalah Ohm.&lt;br /&gt;Simbol formula untuk tahanan listrik adalah R&lt;br /&gt;Simbol satuan untuk Ohm yaitu  (baca: Ohm).  adalah huruf Yunani Omega.&lt;br /&gt;Satuan SI yang ditetapkan 1  didefinisikan dengan aturan sbb. :&lt;br /&gt;1 Ohm adalah sama dengan tahanan yang dengan perantaraan tegangan 1 V mengalir kuat arus sebesar 1 A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian dan kelipatan satuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 M = 1 Megaohm  =  1000000   = 106 &lt;br /&gt;1 k  = 1 Kiloohm     =        1000   = 103 &lt;br /&gt;1 m = 1 Milliohm     =     1/1000   = 10-3 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1. Tahanan jenis (spesifikasi tahanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan :&lt;br /&gt;Penghantar bermacam-macam bahan (tembaga, alumunium, besi baja) dengan panjang dan luas penampang sama berturut-turut dihubung ke sumber tegangan melalui sebuah ampermeter dan masing-masing kuat arus (simpangan jarum) diperbandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan memperlihatkan bahwa besarnya arus listrik masing-masing bahan berlawanan dengan tahanannya. Tahanan ini tergantung pada susunan bagian dalam bahan yang bersangkutan (kerapatan atom dan jumlah elektron bebas) dan disebut sebagai tahanan jenis (spesifikasi tahanan).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTldJ5QDI/AAAAAAAAAWo/rBEufFYlak4/s1600-h/untitled26.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 304px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTldJ5QDI/AAAAAAAAAWo/rBEufFYlak4/s320/untitled26.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210489832521778" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Gambar 1.26&lt;br /&gt;Perbandingan tahanan suatu penghantar:&lt;br /&gt;a) Tembaga&lt;br /&gt;b) Alumunium&lt;br /&gt;c) Besi baja&lt;br /&gt;Simbol formula untuk tahanan jenis adalah  (baca: rho).  adalah huruf abjad Yunani.&lt;br /&gt;Untuk dapat membandingkan bermacam-macam bahan, perlu bertitik tolak pada kawat dengan panjang 1 m dan luas penampang 1 mm2, dalam hal ini tahanan diukur pada suhu 20 OC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahanan jenis suatu bahan penghantar menunjukkan bahwa angka yang tertera adalah sesuai dengan nilai tahanannya untuk panjang 1 m, luas penampang 1 mm2 dan pada temperatur 20 OC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan tahanan jenis adalah   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, besarnya tahanan jenis untuk :&lt;br /&gt;  tembaga      = 0,0178  .mm2/m&lt;br /&gt;  alumunium   = 0,0278  .mm2/m&lt;br /&gt;  perak           = 0,016  .mm2/m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk nilai yang lain dapat dilihat pada tabel (lihat lampiran 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5.2. Tahanan listrik suatu penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan :&lt;br /&gt;Bermacam-macam penghantar berturut-turut dihubungkan ke sumber tegangan melalui sebuah ampermeter dan masing-masing kuat arus (simpangan jarum) diperbandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Panjang penghantar berbeda&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTlgliuOI/AAAAAAAAAWw/QajQpCBNBBU/s1600-h/untitled27.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 84px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTlgliuOI/AAAAAAAAAWw/QajQpCBNBBU/s320/untitled27.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210490753792226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.27 Rangkaian arus dengan panjang penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Luas penampang berbeda&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTmJfe69I/AAAAAAAAAW4/hyD9cJXsgk0/s1600-h/untitled28.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTmJfe69I/AAAAAAAAAW4/hyD9cJXsgk0/s320/untitled28.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210501734230994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.28 Rangkaian arus dengan luas penampang penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Bahan penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTmdeNlTI/AAAAAAAAAXA/L6zSVSMj41A/s1600-h/untitled29.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTmdeNlTI/AAAAAAAAAXA/L6zSVSMj41A/s320/untitled29.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210507097609522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.29 Rangkaian arus dengan bahan penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari percobaan diatas terlihat bahwa :&lt;br /&gt;Tahanan listrik suatu penghantar R semakin besar,&lt;br /&gt;a) jika penghantar l  semakin panjang&lt;br /&gt;b) jika luas penampang A semakin kecil&lt;br /&gt;c) jika tahanan jenis  semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketergantungan tahanan terhadap panjang penghantar dapat dijelaskan disini, bahwa gerakan elektron didalam penghantar yang lebih panjang mendapat rintangan lebih kuat dibanding pada penghantar yang lebih pendek.&lt;br /&gt;Dalam hal jumlah elektron-elektron yang bergerak dengan jumlah sama, maka pada penghantar dengan luas penampang lebih kecil terjadi tumbukan yang lebih banyak, berarti tahanannya bertambah.&lt;br /&gt;Bahan dengan tahanan jenis lebih besar, maka jarak atomnya lebih kecil dan jumlah elektron-elektron bebasnya lebih sedikit, sehingga menghasilkan tahanan listrik yang lebih besar.&lt;br /&gt;Ketergantungan tahanan listrik tersebut dapat diringkas dalam bentuk rumus sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis dengan simbol formula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahanan penghantar  &lt;br /&gt;R  tahanan penghantar dalam  &lt;br /&gt;   tahanan jenis dalam  .mm2/m&lt;br /&gt;l    panjang penghantar dalam  m&lt;br /&gt;  A  luas penampang dalam  mm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan diatas dapat ditransfer kedalam bermacam-macam besaran.&lt;br /&gt;Dengan demikian secara perhitungan dimungkinkan juga untuk menentukan panjang penghantar, tahanan jenis dan luas penampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang penghantar  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahanan jenis  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas penampang  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penempatan satuan kedalam persamaan tahanan jenis, maka diperoleh satuan tahanan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOHON MAAF JIKA TULISAN INI KURANG SEMPURNA!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-1181515233675207456?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/1181515233675207456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2010/03/dasar-konsep-listrik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1181515233675207456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1181515233675207456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2010/03/dasar-konsep-listrik.html' title='dasar konsep listrik'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpMahPgI/AAAAAAAAATg/mzwWv1IMXqY/s72-c/untitled1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-5829622743357867243</id><published>2009-12-14T11:44:00.009+07:00</published><updated>2009-12-14T12:54:08.624+07:00</updated><title type='text'>Instruksi Dasar PLC Omron</title><content type='html'>Programmable Logic Controller (PLC) merupakan suatu unit yang secara khusus dirancang untuk menangani suatu sistem kontrol otomatis pada mesin-mesin industri ataupun aplikasi lainnya.  Di dalam CPU PLC dapat dibayangkan seperti kumpulan ribuan relay.  tetapi bukan berarti  di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil melainkan di dalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang dapat difungsikan seperti contact NO dan contact NC relay.  Bedanya dengan relay bahwa satu nomor contact relay (NO/NC) dapat digunakan berkali-kali untuk semua instruksi dasar selain instruksi OUTPUT.  Jadi dapat dikatakan bahwa dalam suatu pemrograman PLC tidak diijinkan menggunakan output dengan contact yang sama. Untuk membuat rancangan/modifikasi suatu sistem langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt; Identifikasi permasalahan&lt;br /&gt; Membuat peta alir&lt;br /&gt; Membuat program dalam bentuk diagram ladder&lt;br /&gt;Beberapa keuntungan penggunaan PLC adalah :&lt;br /&gt;1. Kehandalan &lt;br /&gt;2. Kebutuhan ruang yang lebih kecil&lt;br /&gt;3. Dapat diprogram untuk aplikasi baru&lt;br /&gt;4. Dapat melakukan lebih banyak fungsi&lt;br /&gt;5. Lebih mudah diperbaiki&lt;br /&gt;6. Relatif murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTRUKSI – INTRUKSI DASAR PLC  &lt;br /&gt;Berikut ini adalah contoh sebagian perintah-perintah dasar pada PLC :&lt;br /&gt;1. LOAD (LD)&lt;br /&gt;  Perintah ini digunakan jika urutan kerja suatu sistem kontrol hanya membutuhkan satu keadaan logika. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.&lt;br /&gt; Simbol :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIcoqVu8I/AAAAAAAAAHw/v5nrCzIioCA/s1600-h/ld.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 46px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIcoqVu8I/AAAAAAAAAHw/v5nrCzIioCA/s320/ld.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414954521259785154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. LOAD NOT&lt;br /&gt;  Perintah ini digunakan jika urutan kerja sistem kontrol hanya membutuhkan satu kondisi logika. Logika ini mirip dengan kontak relay NC.&lt;br /&gt;Simbol :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIcxfJKbI/AAAAAAAAAH4/7wWa-UV28vo/s1600-h/ldnot.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 51px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIcxfJKbI/AAAAAAAAAH4/7wWa-UV28vo/s320/ldnot.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414954523628743090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. AND&lt;br /&gt;  Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.&lt;br /&gt;Simbol :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIdDBvGwI/AAAAAAAAAIA/3F6G8jIT1rE/s1600-h/and.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 50px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIdDBvGwI/AAAAAAAAAIA/3F6G8jIT1rE/s320/and.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414954528337238786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. AND NOT&lt;br /&gt;  Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NC.&lt;br /&gt;Simbol :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIdYPhmDI/AAAAAAAAAII/pCbjRoEwkvM/s1600-h/andnot.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 46px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIdYPhmDI/AAAAAAAAAII/pCbjRoEwkvM/s320/andnot.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414954534032218162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. OR&lt;br /&gt;  Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari salah satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.&lt;br /&gt;Simbol :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIdgOYfcI/AAAAAAAAAIQ/0_APFQEW3mY/s1600-h/or.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 50px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIdgOYfcI/AAAAAAAAAIQ/0_APFQEW3mY/s320/or.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414954536174910914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. OR NOT&lt;br /&gt;  Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari salah satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NC.&lt;br /&gt;Simbol :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKIbtZw6I/AAAAAAAAAIY/DM63GT7c5RA/s1600-h/ornot.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 53px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKIbtZw6I/AAAAAAAAAIY/DM63GT7c5RA/s320/ornot.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414956373208843170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. OUT&lt;br /&gt;  Jika kondisi logika terpenuhi, perintah ini digunakan untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO&lt;br /&gt;Simbol :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKIo0jXjI/AAAAAAAAAIg/HPloY0eavfg/s1600-h/out.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 46px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKIo0jXjI/AAAAAAAAAIg/HPloY0eavfg/s320/out.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414956376728493618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. OUT NOT&lt;br /&gt;  Jika kondisi logika terpenuhi, perintah ini digunakan untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NC&lt;br /&gt;Simbol :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKI634cvI/AAAAAAAAAIo/DEBYI_Jz1QQ/s1600-h/outnot.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 60px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKI634cvI/AAAAAAAAAIo/DEBYI_Jz1QQ/s320/outnot.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414956381574296306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. TIMER (TIM) dan COUNTER (CNT)&lt;br /&gt; Timer (TIM) dan Counter (CNT) Timer/Counter pada PLC berjumlah 512 buah yang bernomor TC 000 sampai dengan TC 511 (tergantung tipe PLC). Dalam satu program tidak boleh ada nomor Timer/Counter yang sama. Nilai Timer/Counter pada PLC bersifat menghitung mundur dari nilai awal yang ditetapkan oleh program, setelah mencapai angka nol maka contact NO timer/counter akan ON. Timer mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999 dalam bentuk BCD dan dalam orde 100 ms.  Sedangkan untuk counter mempunyai orde angka BCD dan mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol TIMER : &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKJDanI9I/AAAAAAAAAIw/QoxfF6oDecs/s1600-h/timer.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 82px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKJDanI9I/AAAAAAAAAIw/QoxfF6oDecs/s320/timer.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414956383867446226" /&gt;&lt;/a&gt;  Keterangan :&lt;br /&gt;Timer aktif bila kondisi eksekusi ON dan reset bila OFF.  Pertama dieksekusi TIM  mengukur SV dalam orde 0,1 detik.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Simbol COUNTER  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKJTkaHQI/AAAAAAAAAI4/-kDtdu1maDY/s1600-h/cnt.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 163px; height: 85px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXKJTkaHQI/AAAAAAAAAI4/-kDtdu1maDY/s320/cnt.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414956388203502850" /&gt;&lt;/a&gt;  Keterangan :&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;COMPARE –CMP(20)&lt;br /&gt;Kegunaan :&lt;br /&gt;Membandingkan Cp1 dan Cp2 dan hasil output ke GR, EQ dan LE flag dalam area SR&lt;br /&gt;Range : Cp1 ;  data ke-1 yang dibandingkan (IO, AR, DM, TC, LR, #)&lt;br /&gt;   Cp2 :  data ke-2 yang dibandingkan (IO,  AR, DM, TC, LR, #)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK3zOIU_I/AAAAAAAAAJA/-8-wr_NN8hE/s1600-h/cmp.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 82px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK3zOIU_I/AAAAAAAAAJA/-8-wr_NN8hE/s320/cmp.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414957186973979634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;COMPARE-CMP (20)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK4KgBXdI/AAAAAAAAAJI/DrRyx7fkWrU/s1600-h/cmp1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 67px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK4KgBXdI/AAAAAAAAAJI/DrRyx7fkWrU/s320/cmp1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414957193223036370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIFU(13)-diferentiate UP&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK4bbaMrI/AAAAAAAAAJQ/G2G2De594eM/s1600-h/difu.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 60px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK4bbaMrI/AAAAAAAAAJQ/G2G2De594eM/s320/difu.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414957197767094962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIFD (14)-Diferentiate Down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK4kZE8AI/AAAAAAAAAJY/KBpMsVLgV9Y/s1600-h/difd.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 60px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK4kZE8AI/AAAAAAAAAJY/KBpMsVLgV9Y/s320/difd.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414957200173232130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADD (30)-BCD Add&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK44lHTmI/AAAAAAAAAJg/d4KRA6NjwnE/s1600-h/add.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 82px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXK44lHTmI/AAAAAAAAAJg/d4KRA6NjwnE/s320/add.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414957205592428130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUB (31)-BCD Substract&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL3bfCbdI/AAAAAAAAAJo/5C_wK-MUU9g/s1600-h/add1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 82px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL3bfCbdI/AAAAAAAAAJo/5C_wK-MUU9g/s320/add1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958280114073042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. ALAT PERCOBAAN&lt;br /&gt;1. PLC 1 UNIT&lt;br /&gt;2. Komputer dan Program PLC&lt;br /&gt;3. Kabel penghubung&lt;br /&gt;4. Power supply&lt;br /&gt;5. Lampu simulasi 24 volt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.LANGKAH PERCOBAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-1 Program sederhana&lt;br /&gt; Berdasarkan gambar 7. jika diinginkan saklar (S1) berfungsi untuk menghidupkan lampu (L1) sedangkan saklar (S2) berfungsi untuk menghidupkan lampu (L2), maka bentuk diagram laddernya seperti  gambar 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Program&lt;br /&gt;  Untuk menguji apakah ladder yang dibuat sudah benar, maka perlu dilakukan pengujian sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pada menu Online, pilih DownLoad program, dan muncul kotak dialog konfirmasi download tersebut, dan pilih Yes.&lt;br /&gt;2. Proses download program akan dilakukan sampai selesai, kemudian pilih tombol Yes jika sudah selesai.&lt;br /&gt;3. Klik menu Online, pilih mode dan akan muncul kotak dialog mode operasi, pilih Run untuk menjalankan hasil program yang di download.&lt;br /&gt;4. Berikan masukan dan amati keluarannya, apakah sesuai dengan keinginan.&lt;br /&gt;5. Ulangi langkah 3 jika ingin merubah, membuat program baru.. saklar (S1) dilepas maka lampu (L1) akan mati, demikian juga dengan saklar (S1) jika saklar dilepas maka lampu (L2) mati. Bagaimana jika diinginkan agar lampu (L1) atau (L2) tetap menyala walau saklar (S1) atau saklar (S2) dilepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 9. ladder dengan latch&lt;br /&gt;Contoh aplikasi fungsi Counter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL3loAirI/AAAAAAAAAJw/MopZzQOx93U/s1600-h/ladderlacth.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL3loAirI/AAAAAAAAAJw/MopZzQOx93U/s320/ladderlacth.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958282836052658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diagram di atas menunjukkan bahwa counter-000 mencacah sebanyak 5X jika diberi masukan (saklar S2 ditekan) yang terhubung dengan input 000.02 maka lampu akan menyala, jika saklar (S1) ditekan maka lampu akan mati (direset).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh aplikasi fungsi Timer&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL3wuLi-I/AAAAAAAAAJ4/sVOjcvHUTn0/s1600-h/aplikai+timer.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL3wuLi-I/AAAAAAAAAJ4/sVOjcvHUTn0/s320/aplikai+timer.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958285814729698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;V.DATA PERCOBAAN&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;V.  PEMBAHASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLC merupakan sistem elektronika digital yang dirancang dapat mengendalikan mesin dan proses dengan mengimplementasikan fungsi nalar kendali sekuensial, operasi pewaktu (timer), pencacahan (counter), dan aritmatika.&lt;br /&gt;Dalam praktikum ini menggunakan program diagram lader untuk membuat program yang akan dimasukan kedalam PLC untuk dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagram Pengkawatan Sistem:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL4HcuCxI/AAAAAAAAAKA/ziLbdQE2O7Q/s1600-h/rangkaian.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 203px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL4HcuCxI/AAAAAAAAAKA/ziLbdQE2O7Q/s320/rangkaian.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958291915508498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PROGRAM 1&lt;br /&gt;Menghidupkan lampu dengan ketentuan :&lt;br /&gt; S1 = L1 : ON&lt;br /&gt; S2 = L2 : ON   Hasil dari program disamping adalah :&lt;br /&gt;     Apabila S1 ON maka L1 = OFF&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL4NZ6ouI/AAAAAAAAAKI/HBv-4FF9bOc/s1600-h/contoh+1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 110px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXL4NZ6ouI/AAAAAAAAAKI/HBv-4FF9bOc/s320/contoh+1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958293514363618" /&gt;&lt;/a&gt;      S1 OFF maka L1 = ON&lt;br /&gt;              S2  ON  maka L2  = ON&lt;br /&gt;       S2  OFF maka L2 = OFF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangakaian PLC diatas digunakan untuk mengendalikan suatu sistem pengaturan lampu yang dikendalikan dengan menggunkan saklar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM 2&lt;br /&gt;Program dibawah ini hampir sama dengan program 1&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMd3jqslI/AAAAAAAAAKQ/MupvwcIyQSo/s1600-h/contoh+2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMd3jqslI/AAAAAAAAAKQ/MupvwcIyQSo/s320/contoh+2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958940484710994" /&gt;&lt;/a&gt;      Hasil dari program disamping :&lt;br /&gt;       S1 ON maka L1 = ON&lt;br /&gt;               S2  ON  maka L2  = ON&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Rangakaian PLC diatas digunakan untuk mengendalikan suatu sistem pengaturan lampu yang dikendalikan dengan menggunkan saklar. Dimana setiap Saklar di ONkan maka lampu akan menyala atau ON.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM 3&lt;br /&gt;Program dibawah ini untuk mengendalikan beberapa Lampu dalam satu saklar.        &lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMeE2fdvI/AAAAAAAAAKY/uV34di7Ind4/s1600-h/conto+3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 215px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMeE2fdvI/AAAAAAAAAKY/uV34di7Ind4/s320/conto+3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958944053327602" /&gt;&lt;/a&gt;      &lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;Hasil dari program diatas adalah :&lt;br /&gt;       S1 ON maka L1 dan L2 Hidup ON&lt;br /&gt;       S2 ON maka L1 dan L2 Mati OFF&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Program PLC diatas digunakan untuk mengendalaikan 2 lampu dengan sistem kendali atau pengontrol satu buah sakalar, yaitu S1 dan S2. Alamat program untuk S1 dan S2 berbeda yaitu 000.01 dan 000.02. sedangkan untuk keluaran juga berbeda. Dalam program terdapat 4 keluaran dengan alamat [ 010.000; 010.001; 010.002; 010.003 ]. &lt;br /&gt; Dalam Program PLC S1 dan S2 disebut dengan masukan, Sedangkan L1 dan L2 disebut dengan keluaran. &lt;br /&gt; Flowchat program diatas adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMe9uIS2I/AAAAAAAAAKw/HqajK-VnK8k/s1600-h/flowchart.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 304px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMe9uIS2I/AAAAAAAAAKw/HqajK-VnK8k/s320/flowchart.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958959319075682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM 4&lt;br /&gt;Program PLC berikut menggunakan perintah TIMER untuk digunakan sebagai waktu tunggu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMeYbTBRI/AAAAAAAAAKg/HlNGPtSwwUk/s1600-h/contoh+4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMeYbTBRI/AAAAAAAAAKg/HlNGPtSwwUk/s320/contoh+4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958949307974930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya dari program disamping adalah : &lt;br /&gt;S1 = ON, Timer 100 bcd, maka L1 ON&lt;br /&gt;        L2 OFF&lt;br /&gt;S1 = OFF, Timer 000 bcd maka L1 OFF&lt;br /&gt;        L2 ON&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Program PLC diatas menggunkan Timer yang digunkan sebagai waktu tunggu. Di dalam program PLC sudah disediakan perintah Timer yang mana kita harus mengisi berapa waktu tunggu yang diharapkan. Dalam program diatas Timer kita setting dengan #0100 artinya 100 bcd = digunakan untuk menunggu (delay) : 100 detik. Baru program tersebut akan menjalankan program selanjutnya.&lt;br /&gt; Bila saklar S1 (00000) diaktifkan TIM000 mulai mencacah turun, selang waktu 10 detik lampu L1 (01000) menyala.&lt;br /&gt;Flowchat program diatas :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM 5&lt;br /&gt;Program PLC berikut menggunakan perintah COUNTER yang digunkan untuk mencacah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMeh5CqJI/AAAAAAAAAKo/WSONU0ywias/s1600-h/contoh+5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 298px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXMeh5CqJI/AAAAAAAAAKo/WSONU0ywias/s320/contoh+5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414958951848650898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya dari program disamping adalah : &lt;br /&gt;S1 apabila diklik sebanyak 10X Maka setelah itu L1 dan L2 menyala         &lt;br /&gt;S2 digunakan untuk mereset.&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Program PLC diatas menggunkan Counter yang digunakan untuk mencacah. Di dalam program PLC sudah disediakan perintah Counter yang mana kita harus mengisi berapa banyak cacah yang diharapkan. Dalam program diatas Counter kita setting dengan #0010 artinya 10 X cacahan. Dalam hasil program ini apabila S1 diklik sebanyak 10x maka L1 dan L2 akan menyala (ON). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. KESIMPULAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Program PLC ini dapat disimpulkan kesimpulan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Programmable Logic Controller (PLC) merupakan suatu unit yang secara khusus pengontrol berbasisi mikroprosesor yang memanfaatkan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi – instruksi dan untuk mengimplementasikan fungsi – fungsi semisal logika, sequencing, pewaktu (Timing), pencacahan (counting) dan aritmatika guna untuk mengontrol mesin – mesin dalam industri.&lt;br /&gt;2. Beberapa keuntungan penggunaan PLC adalah :&lt;br /&gt;• Kehandalan &lt;br /&gt;• Kebutuhan ruang yang lebih kecil&lt;br /&gt;• Dapat diprogram untuk aplikasi baru&lt;br /&gt;• Dapat melakukan lebih banyak fungsi&lt;br /&gt;• Lebih mudah diperbaiki&lt;br /&gt;• Relatif murah.&lt;br /&gt;• dapat mengendalikan sistem kontrol pada mesin-mesin industri secara  &lt;br /&gt;   otomatis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;VII. DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukarman,2007,`Petunjuk Praktikum Teknik Kendali`,STTN-BATAN,Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Tulisan Aditia Romas&lt;br /&gt;Terimakasih dan mohon maaf jika ada kesalahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-5829622743357867243?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/5829622743357867243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/12/instruksi-dasar-plc-omron.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5829622743357867243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5829622743357867243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/12/instruksi-dasar-plc-omron.html' title='Instruksi Dasar PLC Omron'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SyXIcoqVu8I/AAAAAAAAAHw/v5nrCzIioCA/s72-c/ld.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-1119474773793060534</id><published>2009-11-19T12:01:00.008+07:00</published><updated>2009-11-19T13:24:37.333+07:00</updated><title type='text'>BELAJAR ROBOTIC</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DASAR TEORI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komponen-komponen Line Follower&lt;br /&gt;Komponen-komponen pada rangkaian Line Follower terdiri dari :&lt;br /&gt;A. Resistor&lt;br /&gt; Penggunaan resistor dalam rangkaian berfungsi sebagai penghambatarus listrik, memperkecil arus dan membagi arus listrik dalam suatu rangkaian. Satuan yang dipakai untuk menentukan besar kecilnya nilai resistor adalah Ohm atau disingkat dengan Ω (Omega).&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV4_4GgNI/AAAAAAAAAGA/_aVpN4RhAn4/s1600/untitled1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV4_4GgNI/AAAAAAAAAGA/_aVpN4RhAn4/s320/untitled1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405680627947569362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.1. Simbol resistor&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV5OP3SPI/AAAAAAAAAGI/kGwM7xOBieQ/s1600/untitled2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV5OP3SPI/AAAAAAAAAGI/kGwM7xOBieQ/s320/untitled2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405680631805331698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.2. Garis warna resistor&lt;br /&gt;B. Transistor&lt;br /&gt;Transistor adalah suatu bahan yang dapat merubah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik menjadi bahan penghantar atau setengah menghantar arus listrik. Sifat ini disebut bahan semikonduktor.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV5q13Y8I/AAAAAAAAAGQ/w73YAnfiP1w/s1600/untitled3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV5q13Y8I/AAAAAAAAAGQ/w73YAnfiP1w/s320/untitled3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405680639480914882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.3. Bentuk transistor&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV52lz9iI/AAAAAAAAAGY/4TqLYjB4HJQ/s1600/untitled4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV52lz9iI/AAAAAAAAAGY/4TqLYjB4HJQ/s320/untitled4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405680642634806818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.4. Simbol transistor&lt;br /&gt;Cara kerja transistor :&lt;br /&gt;°  Untuk NPN, jika ada arus yang mengalir dari basis menuju emitor maka akan ada arus yang mengalir dari collector menuju emitor.&lt;br /&gt;°   Untuk PNP, jika ada arus yang mengalir dari emitor menuju basis maka akan ada arus yang mengalir dari emitor menuju collector.&lt;br /&gt;B = Ic / Ib, dimana Ic &gt;&gt; Ib&lt;br /&gt;Dimana,   B : besar penguatan&lt;br /&gt;      Ic : arus collector&lt;br /&gt;      Ib : arus basis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. LED (Light Emiting Diode) dan LED Superbright&lt;br /&gt; LED biasa berfungsi sebagai lampu indikator pada saat sensor bekerja, dan bekerja pada bias forward. LED Superbright berfungsi sebagai pengirim cahaya ke garis untuk dibaca sensor. Kerjanya ketika sumber tegangan masuk pada battery on, maka arus masuk sehinnga Led superbrigth menyala dengan terang yang kemudian dibiaskan pada photodioda.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV6OFbCoI/AAAAAAAAAGg/agin7vNhFW8/s1600/untitled5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV6OFbCoI/AAAAAAAAAGg/agin7vNhFW8/s320/untitled5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405680648941406850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.6 Led dan Superbright&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Photo Dioda&lt;br /&gt; Photo dioda berfungsi sebagai sensor cahaya. Cara pemasangannya dengan LED indikator yaitu terbalik. Bekerja pada bias reverse.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcG9vP2iI/AAAAAAAAAGo/6zOYnxa4MAQ/s1600/untitled6.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcG9vP2iI/AAAAAAAAAGo/6zOYnxa4MAQ/s320/untitled6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405687464961497634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.8. Photo dioda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. IC (Integrated Circuit)&lt;br /&gt;Komponen IC memilki bentuk fisik kecil, terbuat dari bahan Silikon dan berwarna hitam. Komponen IC memiliki banyak kaki dan pada umumnya jumlah kakinya sangat tergantung dari banyaknya komponen yang membentuk komponen IC tersebut. Letak kaki-kaki disusun dalam bentuk dua baris atau Dual In Line (DIL).&lt;br /&gt; IC yang digunakan adalah IC LM 324. IC disini digunakan sebagai komparator. Yaitu membandingkan antara tegangan input dari sensor dengan tegangan input dari variable resistor. Pulsa outputnya adalah high sehingga tidak diperlikan adanya pull-up pada rangkaian output.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcHAsg_LI/AAAAAAAAAGw/DgbUjbspOvo/s1600/untitled7.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcHAsg_LI/AAAAAAAAAGw/DgbUjbspOvo/s320/untitled7.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405687465755344050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.10. Op-Amp dalam rangkaian IC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Motor Penggerak (Dinamo)&lt;br /&gt; Motor adalah komponen yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dalam kasus perancangan robot, umumnya digunakan motor DC, karena jenis motor tersebut mudah untuk dikendalikan.&lt;br /&gt; Kecepatan yang dihasilkan oleh motor DC berbanding lurus dengan potensial yang diberikan. Untuk membalik arah putarnya cukup membalik polaritas yang diberikan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcHZP7H5I/AAAAAAAAAG4/gRh3XzzH6H0/s1600/untitled8.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcHZP7H5I/AAAAAAAAAG4/gRh3XzzH6H0/s320/untitled8.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405687472346308498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.11. Motor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rangkaian Line Follower&lt;br /&gt; Dari beberapa komponen di atas, maka dapat dihasilkan sebuah rangkaian Robot Line Follower. Rangkaian Robot Line Follower terdiri dari tiga bagian utama, yaitu rangkaian sensor, rangkaian komparator (pembanding) dan rangkaian driver. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcH9bVDPI/AAAAAAAAAHA/h0Z1czTRK_M/s1600/untitled9.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcH9bVDPI/AAAAAAAAAHA/h0Z1czTRK_M/s320/untitled9.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405687482057821426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3.1. Rangkaian Line Follower&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cara Kerja Line Follower&lt;br /&gt;Cara kerja dari rangkaian-rangkaian tersebut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Prinsip Kerja Sensor&lt;br /&gt; Sensor yang digunakan terdiri dari photo dioda. Sensor ini nilai resistansinya akan berkurang bila terkena cahaya dan bekerja pada kondisi riverse bias. Untuk sensor cahayanya digunakan LED Superbright, komponen ini mempunyai cahaya yang sangat terang, sehingga cukup untuk mensuplai cahaya ke photo dioda. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcIDLx9TI/AAAAAAAAAHI/0RK_AgnigUw/s1600/untitled10.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTcIDLx9TI/AAAAAAAAAHI/0RK_AgnigUw/s320/untitled10.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405687483603219762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3.2. Rangkaian sensor&lt;br /&gt;Cara kerjanya :&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTf6SiHdZI/AAAAAAAAAHQ/mVbtucJlFKU/s1600/untitled11.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTf6SiHdZI/AAAAAAAAAHQ/mVbtucJlFKU/s320/untitled11.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405691645251777938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3.3. Sensor tidak terkena cahaya&lt;br /&gt; Jika photo dioda tidak terkena cahaya, maka nilai resistansinya akan besar atau dapat kita asumsikan tak hingga. Sehingga arus yang mengalir pada komparator sangat kecil atau dapat diasumsikan dengan logika 0. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTf6hJXIBI/AAAAAAAAAHY/bmTFCLBHmnM/s1600/untitled+12.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTf6hJXIBI/AAAAAAAAAHY/bmTFCLBHmnM/s320/untitled+12.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405691649174478866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3.4. Sensor terkena cahaya&lt;br /&gt; Jika photo dioda terkena cahaya, maka photo dioda akan bersifat sebagai sumber tegangan dan nilai resistansinya akan menjadi kecil, sehingga akan ada arus yang mengalir ke komparator dan berlogika 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Prinsip Kerja Komparator &lt;br /&gt; Komparator pada rangaian ini menggunakan IC LM 324 yang didalamnya berisi rangkaian Op Amp digunakan untuk membandingkan input dari sensor. Dimana input akan dibandingkan dari Op Amp IC LM 324 yang output berpulsa high. Sehingga tidak perlu adanya pull up pada outputnya. IC ini dapat bekerja pad range 3 volt sampai 30 volt dan dapat bekerja dengan normal mulai tegangan 6 volt.&lt;br /&gt; Dalam rangkaian ini juga terdapat 4 LED, yang berfungsi sebagai indikator. Untuk mengatur tagangan pada pembanding, disambungkan Variable Resistor (VR) diantara kedua OP Amp IC LM 324. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTf6_BKVQI/AAAAAAAAAHg/XbedGCodlGA/s1600/untitled13.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTf6_BKVQI/AAAAAAAAAHg/XbedGCodlGA/s320/untitled13.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405691657193149698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3.5. Rangkaian  komparator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;► Jika tidak ada arus yang mengalir dari rangkaian sensor ke rangkaian ini maka tegangan masukan untuk rangkaian ini adalah 0 Volt, akibatnya pada IC 1 tegangan di terminal (+) &gt; (-), maka LED-A on, sedangkan pada IC 2 sebaliknya LED-B off.&lt;br /&gt;►  Jika ada arus yang mengalir dari rangkaian sensor ke rangkaian ini maka tegangan masukan untuk rangkaian ini mendekati Vcc, akibatnya pada IC 2 tegangan di terminal (+) &lt; (-), maka LED-B on, sedangkan pada IC 1 sebaliknya maka LED-A off. &lt;br /&gt;Kondisi antara titik A dan b akan selalu keterbalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Prinsip Kerja Driver Motor&lt;br /&gt; Driver adalah rangkaian yang tersusun dari transistor yang digunakan untuk menggerakkan motor DC. Dimana komponen utamanya adalah transistor yang dipasang sesuai karakteristiknya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTf7IQwDJI/AAAAAAAAAHo/1fDyQpC7-1Q/s1600/untitled14.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTf7IQwDJI/AAAAAAAAAHo/1fDyQpC7-1Q/s320/untitled14.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405691659674455186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3.6. Rangkaian driver&lt;br /&gt;Pada saat input A berlogika 1, maka ada arus yang mengalir pada rangkaian, akibatnya transistor 1 dan 4 on karena basis terbias, sehingga motor berputar. Sehingga saat input A berlogika 1 maka input B akan berlogika 0, jadi transistor 2 dan 3 akan off. &lt;br /&gt;Pada saat input B berlogika 1, maka ada arus yang mengalir pada rangkaian, akibatnya transistor 2 dan 3 on karena basis terbias, sehingga motor berputar tapi dengan arah yang berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen Yang Dibutuhkan&lt;br /&gt; Dalam pembuatan rangkaian Line Follower ini dibutuhkan beberapa komponen-komponen elektronika, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;Komponen Jumlah (buah)&lt;br /&gt;1.   IC  LM 324&lt;br /&gt;2.   Resistor  33 KΩ &lt;br /&gt;3.   Resistor  10 KΩ&lt;br /&gt;4.   Resistor  560 Ω&lt;br /&gt;5.   Transistor (TR)  9013&lt;br /&gt;6.  Variable Resistor (VR)&lt;br /&gt;7.   LED Indikator&lt;br /&gt;8.   LED Superbright&lt;br /&gt;9.   Photodioda&lt;br /&gt;10.  Motor   3 Volt&lt;br /&gt;11.  PCB Metrik&lt;br /&gt;12.  Baterai&lt;br /&gt;13.  Saklar Togle &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf jika ada kesalahan. sedang belajar nulis dan ngeblogger&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-1119474773793060534?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/1119474773793060534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/11/belajar-robotic.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1119474773793060534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1119474773793060534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/11/belajar-robotic.html' title='BELAJAR ROBOTIC'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SwTV4_4GgNI/AAAAAAAAAGA/_aVpN4RhAn4/s72-c/untitled1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-1445962925773395223</id><published>2009-11-19T11:56:00.002+07:00</published><updated>2009-11-19T12:01:12.983+07:00</updated><title type='text'>PLC FESTO</title><content type='html'>FESTO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-1445962925773395223?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.festo.com' title='PLC FESTO'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/1445962925773395223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/11/plc-festo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1445962925773395223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1445962925773395223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/11/plc-festo.html' title='PLC FESTO'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-4237050433241014510</id><published>2009-08-07T17:32:00.004+07:00</published><updated>2009-08-07T17:39:42.099+07:00</updated><title type='text'>Mau mendapatkan PLC Trainer yang murah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SnwD3Cs9ggI/AAAAAAAAAF4/KhyyWgMHQUk/s1600-h/siemen+plc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SnwD3Cs9ggI/AAAAAAAAAF4/KhyyWgMHQUk/s320/siemen+plc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367169100071928322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TYPE :SIEMEN S7-200 40 I/O&lt;br /&gt;CABLE PC/PI RS 232&lt;br /&gt;DI KEMAS DALAM TAS ALUMUNIUM&lt;br /&gt;CD SOFTWARE MICROWIN&lt;br /&gt;JUMPER 100 PASANG&lt;br /&gt;HARGA : Rp. 10.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SnwD2zWk_BI/AAAAAAAAAFw/wsxDaM1OGLo/s1600-h/omron++plc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SnwD2zWk_BI/AAAAAAAAAFw/wsxDaM1OGLo/s320/omron++plc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367169095951514642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TYPE : OMRON CPM 2A 30 I/0&lt;br /&gt;CABLE RS 232&lt;br /&gt;DIKEMAS DALAM TAS ALUMUNIUM&lt;br /&gt;CD SOFTWARE SYSWIN 3.4&lt;br /&gt;CD SOFTWARE CX PROGRAMER&lt;br /&gt;JUMPER 100 PASANG&lt;br /&gt;HARGA : Rp. 6.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SnwD2dE2s8I/AAAAAAAAAFo/JgWwm5TlCbk/s1600-h/mitshubisi+plc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SnwD2dE2s8I/AAAAAAAAAFo/JgWwm5TlCbk/s320/mitshubisi+plc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367169089971598274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TYPE : MITSUBISHI FX0N 40 I/O&lt;br /&gt;CABLE RS 232&lt;br /&gt;DIKEMAS DALAM TAS ALUMUNIUM&lt;br /&gt;CD SOFTWARE GX DEVELOPER&lt;br /&gt;CD SOFTWARE SIMULATOR JUMPER 100 PASANG&lt;br /&gt;HARGA : Rp. 9.000.000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-4237050433241014510?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/4237050433241014510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/08/mau-mendapatkan-plc-trainer-yang-murah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/4237050433241014510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/4237050433241014510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/08/mau-mendapatkan-plc-trainer-yang-murah.html' title='Mau mendapatkan PLC Trainer yang murah'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SnwD3Cs9ggI/AAAAAAAAAF4/KhyyWgMHQUk/s72-c/siemen+plc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-8443732098086482206</id><published>2009-08-04T17:45:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T13:26:05.625+07:00</updated><title type='text'>instalasi dasar</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-8443732098086482206?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/8443732098086482206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/08/instalasi-dasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8443732098086482206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8443732098086482206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/08/instalasi-dasar.html' title='instalasi dasar'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-8001190442531825903</id><published>2009-05-20T11:57:00.000+07:00</published><updated>2009-05-20T11:58:48.510+07:00</updated><title type='text'>Dasar-dasar PLC</title><content type='html'>Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebuah rangkaian elektronik yang dapat mengerjakan berbagai fungsi-fungsi kontrol pada level-level yang kompleks. PLC dapat diprogram, dikontrol, dan dioperasikan oleh operator yang tidak berpengalaman dalam mengoperasikan komputer. PLC umumnya digambarkan dengan garis dan peralatan pada suatu diagram ladder. Hasil gambar tersebut pada komputer menggambarkan hubungan yang diperlukan untuk suatu proses. PLC akan mengoperasikan semua siatem yang mempunyai output apakah harus ON atau OFF. Dapat juga dioperasikan suatu sistem dengan output yang bervariasi.&lt;br /&gt;PLC pada awalnya sebagai alat elektronik untuk mengganti panel relay. Pada saat itu PLC hanya bekerja untuk kondisi ON-OFF untuk pengendalian motor, solenoid, dan actuator. Alat ini mampu mengambil keputusan yang lebih baik dibandingkan relay biasa. PLC pertama-tama banyak digunakan pada bagian otomotif.&lt;br /&gt;Sebelum adanya PLC, sudah banyak peralatan kontrol sequence, ketika relay muncul, panel kontrol dengan relay menjadi kontrol sequence yang utama. Ketika transistor muncul, solid state relay yang diterapkan seperti untuk kontrol dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;Pada tahun 1978, penemuan chip mikroprosessor menaikkan kemampuan komputer untuk segala jenis sistem otomatisasi dengan harga yang terjangkau. Robotika, peralatan otomatis dan komputer dari berbagai tipe, termasuk PLC berkembang dengan pesat. Program PLC makin mudah untuk dimengerti oleh banyak orang.&lt;br /&gt;Pada awal tahun 1980 PLC makin banyak digunakan. Beberapa perusahaan elektronik dan komputer membuat PLC dalam volume yang besar. Meskipun industri peralatan mesin CNC telah digunakan beberapa waktu yang lalu, PLC tetap digunakan. PLC juga digunakan untuk sistem otomatisasi building dan juga security control system.&lt;br /&gt;Sekarang sistem kontrol sudah meluas hingga keseluruh pabrik dan sistem kontrol total dikombinasikan dengan kontrol feedback, pemrosesan data, dan sistem monitor terpusat. Saat ini PLC sudah menjadi alat yang cerdas, yang merupakan kebutuhan utama di industri modern. PLC modern juga sebagai alat yang dapat mengakuasi data dan menyimpannya.&lt;br /&gt;PLC sebenarnya adalah suatu sistem elektronika digital yang dirancang agar dapat mengendalikan mesin dengan proses mengimplementasikan fungsi nalar kendali sekuensial, operasi pewaktuan (timing), pencacahan (counting), dan aritmatika.&lt;br /&gt;PLC tidak lain adalah komputer digital sehingga mempunyai processor, unit memori, unit kontrol, dan unit I/O, PLC berbeda dengan komputer dalam beberapa hal, yaitu :&lt;br /&gt;• PLC dirancang untuk berada di lingkungan industri yang mungkin banyak debu, panas, guncangan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;• PLC harus dapat dioperasikan serta dirawat dengan mudah oleh teknisi pabrik.&lt;br /&gt;• PLC sebagian besar tidak dilengkapi dengan monitor, tetapi dilengkapi dengan peripheral port yang berfungsi untuk memasukkan program sekaligus memonitor data atau program.&lt;br /&gt;Sebagian besar PLC dapat melakukan operasi sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Relay Logic&lt;br /&gt;2. Penguncian ( Locking )&lt;br /&gt;3. Pencacahan ( Counting )&lt;br /&gt;4. Penambahan&lt;br /&gt;5. Pengurangan&lt;br /&gt;6. Pewaktuan ( Timing )&lt;br /&gt;7. Kendali PID&lt;br /&gt;8. Operasi BCD&lt;br /&gt;9. Manipulasi Data&lt;br /&gt;10. Pembandingan&lt;br /&gt;11. Pergeseran&lt;br /&gt;Kehandalan PLC (Programmable Logic Controller)&lt;br /&gt;1. Flexibility&lt;br /&gt;Pada awalnya, setiap mesin produksi yang dikendalikan secara elektronik memerlukan masing-masing kendali, misalnya 12 mesin memerlukan 12 kontroler. Sekarang dengan menggunakan satu model dari PLC dapat mengendalikan salah satu dari 12 mesin tersebut. Tiap mesin dikendalikan dengan masing-masing program sendiri.&lt;br /&gt;1. Perubahan implementasi dan koreksi error&lt;br /&gt;Dengan menggunakan tipe relay yang terhubung pada panel, perubahan program akan memerlukan waktu untuk menghubungkan kembali panel dan peralatan. Sedangkan dengan menggunakan PLC untuk melakukan perubahan program, tidak memerlukan waktu yang lama yaitu dengan cara merubahnya pada sebuah software. Dan jika kesalahan program terjadi, maka kesalahan dapat langsung dideteksi keberadaannya dengan memonitor secara langsung. Perubahannya sangat mudah, hanya mengubah diagram laddernya.&lt;br /&gt;1. Harga yang rendah&lt;br /&gt;PLC lebih sederhana dalam bentuk, ukuran dan peralatan lain yang mendukungnya, sehingga harga dapat dijangkau. Saat ini dapat dibeli PLC berikut timer, counter, dan input analog dalam satu kemasan CPU. PLC mudah di dapat dan kini sudah banyak beredar di pasaran dengan bermacam-macam merk dan tipe.&lt;br /&gt;1. Jumlah kontak yang banyak&lt;br /&gt;PLC memiliki jumlah kontak yang banyak untuk tiap koil yang tersedia. Misal panel yang menghubungkan relay mempunyai 5 kontak dan semua digunakan sementara pada perubahan desain diperlukan 4 kontak lagi yang berarti diperlukan penambahan satu buah relay lagi. Ini berarti diperlukan waktu untuk melakukan instalasinya. Dengan menggunakan PLC, hanya diperlukan pengetikan untuk membuat 4 buah kontak lagi. Ratusan kontak dapat digunakan dari satu buah relay, jika memori pada komputer masih memungkinkan.&lt;br /&gt;1. Memonitor hasil&lt;br /&gt;Rangkaian program PLC dapat dicoba dahulu, ditest, diteliti dan dimodifikasi pada kantor atau laboratorium, sehingga efisiensi waktu dapat dicapai. Untuk menguji program PLC tidak harus diinstalasikan dahulu ke alat yang hendak dijalankan, tetapi dapat dilihat langsung pada CPU PLC atau dilihat pada software pendukungnya.&lt;br /&gt;1. Observasi visual&lt;br /&gt;Operasi dari rangkaian PLC dapat dilihat selama dioperasikan secara langsung melalui layar CRT. Jika ada kesalahan operasi maupun kesalahan yang lain dapat langsung diketahui. Jalur logika akan menyala pada layar sehingga perbaikan dapat lebih cepat dilakukan melalui observasi visual. Bahkan beberapa PLC dapat memberikan pesan jika terjadi kesalahan.&lt;br /&gt;1. Kecepatan operasi&lt;br /&gt;Kecepatan operasi dari PLC melebihi kecepatan operasi daripada relay pada saat bekerja yaitu dalam beberapa mikro detik. Sehingga dapat menentukan kecepatan output dari alat yang digunakan.&lt;br /&gt;1. Metode bolean atau ladder&lt;br /&gt;Program PLC dapat dilakukan dengan diagram ladder oleh para teknisi atau juga menggunakan sistem bolean atau digital bagi para pemrogram PLC yang lebih mudah dan dapat disimulasikan pada software pendukungnya.&lt;br /&gt;1. Reliability&lt;br /&gt;Peralatan solid state umumnya lebih tahan dibandingkan dengan relay atau timer mekanik. PLC mampu bekerja pada kondisi lingkungan yang berat, misalnya goncangan, debu, suhu yang tinggi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;1. Penyederhanaan pemesanan komponen&lt;br /&gt;PLC adalah satu peralatan dengan satu waktu pengiriman. Jika satu PLC tiba, maka semua relay, counter, dan komponen lainnya juga tiba. Jika mendesain panel relay sebanyak 10 relay, maka diperlukan 10 penyalur yang berbeda pula waktu pengirimannya, sehingga jika lupa memesan satu relay akan berakibat tertundanya pengerjaan suatu panel.&lt;br /&gt;1. Dokumentasi&lt;br /&gt;Mencetak rangkaian PLC dapat dilakukan segera secara nyata sebagian atau keseluruhan rangkaian tanpa perlu melihat pada blueprint yang belum tentu up to date, dan juga tidak perlu memeriksa jalur kabel dengan rangkaian.&lt;br /&gt;1. Keamanan&lt;br /&gt;Program PLC tidak dapat diubah oleh sembarang orang dan dapat dibuatkan password. Sedangkan panel relay biasa memungkinkan terjadinya perubahan yang sulit untuk dideteksi.&lt;br /&gt;1. Memudahkan perubahan dengan pemrograman ulang.&lt;br /&gt;PLC dapat dengan cepat diprogram ulang, hal ini memungkinkan untuk mencampur proses produksi, sementara produksi lainnya sedang berjalan.&lt;br /&gt;Disamping beberapa kehandalan di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa PLC juga mempunyai beberapa kelemahan antara lain :&lt;br /&gt;1. Teknologi baru&lt;br /&gt;Sulit untuk mengubah pola pikir beberapa personil yang telah lama menggunakan konsep relay untuk berubah kekonsep PLC komputer.&lt;br /&gt;1. Aplikasi program yang tetap&lt;br /&gt;Beberapa aplikasi dari proses produksi merupakan aplikasi yang tidak akan berubah selamanya sehingga keunggulan dari pada PLC untuk mengubah program menjadi tidak berguna.&lt;br /&gt;1. Kondisi lingkungan&lt;br /&gt;Lingkungan proses tertentu seperti panas yang tinggi dan getaran ,interferensi dengan peralatan listrik lain membuat keterbatasan pemakaian PLC.&lt;br /&gt;1. Pengoperasian yang aman&lt;br /&gt;Pada penggunaan sistem relay, jika sumber daya padam akan langsung mematikan seluruh rangkaian dan tidak secara otomatis bekerja kembali PLC akan langsung menjalankan proses yang di program, namun hal ini tergantung dari program yang dibuat.&lt;br /&gt;1. Operasi pada rangkaian yang tetap&lt;br /&gt;Jika suatu rangkaian operasi tidak pernah diubah, seperti misalnya drum mekanik , lebih murah jika tetap menggunakan konsep relay dari pada menggunakan PLC.&lt;br /&gt;Keunggulan PLC dibanding Sistem Konvensional.&lt;br /&gt;Salah satu keunggulan PLC dibanding sistem konvensional kontrol panel adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Pada Progammable Logic Controller :&lt;br /&gt;1. Pengawatan lebih sedikit.&lt;br /&gt;2. Perawatan relatif mudah .&lt;br /&gt;3. Pelacakan sistem lebih sedarhana.&lt;br /&gt;4. Konsumsi daya relatif rendah.&lt;br /&gt;5. Dokumentasi gambar lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti.&lt;br /&gt;6. Modifikasi sistem lebih sederhana dan cepat.&lt;br /&gt;• Pada Sistem Konvensional Kontrol Panel:&lt;br /&gt;1. Pengawatan lebih kompleks.&lt;br /&gt;2. Perawatan membutuhkan waktu yang lama.&lt;br /&gt;3. Pelacakan kesalahan membutuhkan waktu yang lama.&lt;br /&gt;4. Konsumsi daya yang relatif tinggi.&lt;br /&gt;5. Dokumentasi gambar lebih banyak.&lt;br /&gt;6. Modifikasi sistem membutuhkan waktu yang lama.&lt;br /&gt;Hal-hal yang dapat dikerjakan oleh PLC&lt;br /&gt;Sebagai kontrol urutan mempunyai fungsi:&lt;br /&gt;1. Pengganti relay kontrol logika konvensional.&lt;br /&gt;2. Pewaktu/pencacah (Timer / counter).&lt;br /&gt;3. Pengganti pengontrol PCB card.&lt;br /&gt;4. Mesin kontrol ( auto / semi auto/manual ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kontrol yang canggih mempunyai fungsi:&lt;br /&gt;1. Operasi aritmatika.&lt;br /&gt;2. Penanganan informasi.&lt;br /&gt;3. Kontrol analog ( suhu, tekanan, dan lain-lain ).&lt;br /&gt;4. PID ( Proporsional-Integral-Diferensial).&lt;br /&gt;5. Kontrol motor servo.&lt;br /&gt;6. Kontrol motor stepper.&lt;br /&gt;Sebagai kontrol pengawasan mempunyai fungsi:&lt;br /&gt;1. Proses monitor dan alarm.&lt;br /&gt;2. Monitor dan diagnosa kesalahan.&lt;br /&gt;3. Antarmuka dengan komputer (RS- 23C/ RS-422).&lt;br /&gt;4. Antarmuka printer / ASCII.&lt;br /&gt;5. Jaringan kerja otomatisasi pabrik.&lt;br /&gt;6. Local Area Network.&lt;br /&gt;7. Wibe Area Network.&lt;br /&gt;8. FMS (Flexible Manufacturing System), CIM ( Computer Integrated Manufacturing ), FA ( factory automation ).&lt;br /&gt;Konfigurasi Programmable Logic Controller&lt;br /&gt;PLC mempunyai konfigurasi yang terdiri dari 6 bagian utama yaitu:&lt;br /&gt;1. Unit Power Supply&lt;br /&gt;Unit ini berfungsi untuk memberikan tegangan pada blok CPU PLC, biasanya berupa switching power supply.&lt;br /&gt;1. CPU (Central Processing Unit) PLC&lt;br /&gt;Unit merupakan otak dari PLC, disinilah program akan diolah sehingga sistem kontrol yang telah kita desain bekerja seperti yang kita inginkan. CPU PLC sangat bervariasi macamnya tergantung pada masing-masing merk dan tipe PLC-nya.&lt;br /&gt;1. Memori unit&lt;br /&gt;RAM : Random Acces Memory&lt;br /&gt;EPROM : Eraseable Progammable Read Only Memory&lt;br /&gt;EEPROM : Electrical Eraseable Programmable Read Only Memory.&lt;br /&gt;1. Input unit ( sebagai contoh PLC Omron )&lt;br /&gt;Input digital: Input Point Digital&lt;br /&gt;o DC 24 V input&lt;br /&gt;o DC 5 V input / TTL (Transistor Transistor Logic)&lt;br /&gt;o AC/DC 24 V input&lt;br /&gt;o AC 110 V input&lt;br /&gt;o AC 220 V input&lt;br /&gt;Input analog : Input Point Linear&lt;br /&gt;• 0 – 10 V DC&lt;br /&gt;• -10 V DC – 10 V DC&lt;br /&gt;• 4 – 20 mA DC&lt;br /&gt;1. Output unit&lt;br /&gt;Output digital : Output Point Digital&lt;br /&gt;1. &lt;br /&gt;o Relay Output&lt;br /&gt;o AC 110 V output&lt;br /&gt;o AC 220 V output&lt;br /&gt;o DC 24 V output,tipe PNP dan tipe NPN.&lt;br /&gt;Output analog : Output Point Linier&lt;br /&gt;• 0 – 1 V DC&lt;br /&gt;• -10 V DC – 10 V DC&lt;br /&gt;• 4 – 20 mA DC&lt;br /&gt;1. Peripheral&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam peripheral adalah :&lt;br /&gt;1. SSS (Sysmac Support Software)&lt;br /&gt;2. PROM writer&lt;br /&gt;3. GPC (Graphic Programming Console)&lt;br /&gt;4. FIT (Factory Intelegent Terminal)&lt;br /&gt;Perangkat Keras Programmable Logic Controller &lt;br /&gt;Programmable Logic Controller dapat berarti sebagai alat pengendali logika yang dapat diprogram. PLC ini merupakan perangkat kontrol yang menerima data input dari luar yang ditransfer dalam bentuk keputusan yang bersifat logika dan disimpan dalam memori. PLC mempunyai perangkat keras yang berupa CPU (Central Processing Unit), modul input dan output, memori serta piranti program.&lt;br /&gt;Ketika PLC bekerja , saat itu juga PLC mengakses data input dan output, menjalankan program instruksi, serta menjalankan peralatan eksternal.&lt;br /&gt;Central Processing Unit.&lt;br /&gt;Central Processing Unit (CPU) merupakan pusat pengolah dan pengontrol data dari seluruh sistem kerja PLC. Proses yang dilakukan oleh CPU ini antara lain adalah mengontrol semua operasi, mengolah program yang ada dalam memori, serta mengatur komunikasi antara input-output, memori dan CPU melalui sistem BUS. CPU juga berfungsi menjalankan dan mengolah fungsi-fungsi yang diinginkan berdasarkan program yang telah ditentukan. &lt;br /&gt;Memori&lt;br /&gt;Agar PLC dapat bekerja sesuai harapan maka dibutuhkan suatu program untuk menjalankannya. Program tersebut harus disimpan dengan cara tertentu agar PLC dapat mengakses perintah-perintah sesuai yang diinstruksikan. Disamping itu juga diperlukan untuk menyimpan data sementara selama pelaksanaan program.&lt;br /&gt;Model Input Output&lt;br /&gt;Model input output merupakan piranti yang menghubungkan antara PLC dengan peralatan yang dikendalikannya. Sebagai contoh pada PLC OMRON rata-rata mempunyai 16 built-in input yang terpasang pada unit 0 CH ( zero channel ). Namun demikian jumlah ini dapat ditambah dengan memasang unit ekspansi I/O. Model input atau output tambahan ini dapat dipasang secara bebas sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;Programming Console&lt;br /&gt;Perangkat ini merupakan panel pemrograman yang didalamnya terdapat RAM (Random Access Memory) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan semi permanen pada sebuah program yang sedang dibuat atau dimodifikasi. Program yang dituliskan ke dalam console harus dalam bentuk mnemonic. Perangkat ini dapat dihubungkan langsung ke CPU dengan menggunakan kabel ekstention yang dapat dipasang dan dilepas setiap saat. Apabila proses eksekusi program telah melewati satu putaran maka panel (Programming Console) ini dapat dicabut dan dipindahkan ke CPU lain, sedangkan CPU yang pertama tadi masih tetap bisa untuk menjalankan programnya, tetapi harus pada posisi RUN atau MONITOR.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-8001190442531825903?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/8001190442531825903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/05/dasar-dasar-plc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8001190442531825903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8001190442531825903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/05/dasar-dasar-plc.html' title='Dasar-dasar PLC'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-2089553149611319549</id><published>2009-05-20T08:08:00.000+07:00</published><updated>2009-05-20T08:11:00.692+07:00</updated><title type='text'>free software scada</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.7t.dk/igss"&gt;SCada&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;syaratnya anda harus daftar dan mempunyai email&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-2089553149611319549?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/2089553149611319549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/05/free-software-scada.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/2089553149611319549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/2089553149611319549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/05/free-software-scada.html' title='free software scada'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-8349256829291863286</id><published>2009-05-19T09:44:00.000+07:00</published><updated>2009-05-19T10:45:34.443+07:00</updated><title type='text'>Belajar perancangan motor listrik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1Y_4acI/AAAAAAAAAEQ/vvIgZKg5ybw/s1600-h/gb1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1Y_4acI/AAAAAAAAAEQ/vvIgZKg5ybw/s320/gb1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337369008049514946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1VyrYzI/AAAAAAAAAEY/B2WKBMnZIfc/s1600-h/gb+2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 217px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1VyrYzI/AAAAAAAAAEY/B2WKBMnZIfc/s320/gb+2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337369007188828978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1g7VHhI/AAAAAAAAAEg/aaC-3g48rE0/s1600-h/gb+3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1g7VHhI/AAAAAAAAAEg/aaC-3g48rE0/s320/gb+3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337369010177908242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1pvI7XI/AAAAAAAAAEo/J127mItR3hA/s1600-h/gb+4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1pvI7XI/AAAAAAAAAEo/J127mItR3hA/s320/gb+4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337369012542696818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1v6_kAI/AAAAAAAAAEw/ROIkCiAeLeY/s1600-h/gb+5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1v6_kAI/AAAAAAAAAEw/ROIkCiAeLeY/s320/gb+5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337369014203027458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoicFgjnI/AAAAAAAAAFY/BLv_7rK6gLM/s1600-h/gb+6.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoicFgjnI/AAAAAAAAAFY/BLv_7rK6gLM/s320/gb+6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337373080507420274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoid70CzI/AAAAAAAAAFQ/4RZ9p0EKx_U/s1600-h/gb+7.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoid70CzI/AAAAAAAAAFQ/4RZ9p0EKx_U/s320/gb+7.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337373081003625266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoiPP_wBI/AAAAAAAAAFI/ZfJrZzj3vcc/s1600-h/gb+8.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoiPP_wBI/AAAAAAAAAFI/ZfJrZzj3vcc/s320/gb+8.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337373077061746706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoiNVIBOI/AAAAAAAAAFA/w8KZZ6Ozc9Q/s1600-h/gb+9.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoiNVIBOI/AAAAAAAAAFA/w8KZZ6Ozc9Q/s320/gb+9.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337373076546389218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoh5mdb-I/AAAAAAAAAE4/53AiaFom4qI/s1600-h/gb+10.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIoh5mdb-I/AAAAAAAAAE4/53AiaFom4qI/s320/gb+10.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337373071250386914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIpHaI6YnI/AAAAAAAAAFg/A-06pNLuGLQ/s1600-h/gb+11.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIpHaI6YnI/AAAAAAAAAFg/A-06pNLuGLQ/s320/gb+11.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337373715639984754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-8349256829291863286?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/8349256829291863286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/05/belajar-perancangan-motor-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8349256829291863286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8349256829291863286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/05/belajar-perancangan-motor-listrik.html' title='Belajar perancangan motor listrik'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/ShIk1Y_4acI/AAAAAAAAAEQ/vvIgZKg5ybw/s72-c/gb1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-8490290907859409119</id><published>2009-05-06T12:09:00.000+07:00</published><updated>2009-05-06T12:33:43.557+07:00</updated><title type='text'>Belajar SCADA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Apa manfaat SCADA bagi Anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SCADA bukanlah teknologi khusus, tapi lebih merupakan sebuah aplikasi. Kepanjangan SCADA adalah&lt;br /&gt;Supervisory Control And Data Acquisition, semua aplikasi yang mendapatkan data-data suatu sistem di lapangan dengan tujuan untuk pengontrolan sistem merupakan sebuah Aplikasi SCADA!&lt;br /&gt;Ada dua elemen dalam Aplikasi SCADA, yaitu:&lt;br /&gt;1. Proses, sistem, mesin yang akan dipantau dan dikontrol - bisa berupa power plant, sistem pengairan, jaringan komputer, sistem lampu trafik lalu-lintas atau apa saja; &lt;br /&gt;2. Sebuah jaringan peralatan ‘cerdas’ dengan antarmuka ke sistem melalui sensor dan luaran kontrol. Dengan jaringan ini, yang merupakan sistem SCADA, membolehkan Anda melakukan pemantauan dan pengontrolan komponen-komponen sistem tersebut. &lt;br /&gt;Anda dapat membangun sistem SCADA menggunakan berbagai macam teknologi maupun protokol yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DIMANAKAH SCADA DIGUNAKAN?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat menggunakan SCADA untuk mengatur berbagai macam peralatan. Biasanya, SCADA digunakan untuk melakukan proses industri yang kompleks secara otomatis, menggantikan tenaga manusia (bisa karena dianggap berbahaya atau tidak praktis - konsekuensi logis adalah PHK), dan biasanya merupakan proses-proses yang melibatkan faktor-faktor kontrol yang lebih banyak, faktor-faktor kontrol gerakan-cepat yang lebih banyak, dan lain sebagainya, dimana pengontrolan oleh manusia menjadi tidak nyaman lagi.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, SCADA digunakan di seluruh dunia misalnya untuk…&lt;br /&gt;• Penghasil, transmisi dan distribusi listrik: SCADA digunakan untuk mendeteksi besarnya arus dan tegangan, pemantauan operasional circuit breaker, dan untuk mematikan/menghidupkan the power grid; &lt;br /&gt;• Penampungan dan distribusi air: SCADA digunakan untuk pemantauan dan pengaturan laju aliran air, tinggi reservoir, tekanan pipa dan berbagai macam faktor lainnya; &lt;br /&gt;• Bangunan, fasilitas dan lingkungan: Manajer fasilitas menggunakan SCADA untuk mengontrol HVAC, unit-unit pendingin, penerangan, dan sistem keamanan. &lt;br /&gt;• Produksi: Sistem SCADA mengatur inventori komponen-komponen, mengatur otomasi alat atau robot, memantau proses dan kontrol kualitas. &lt;br /&gt;• Transportasi KA listrik: menggunakan SCADA bisa dilakukan pemantauan dan pengontrolan distribusi listrik, otomasi sinyal trafik KA, melacak dan menemukan lokasi KA, mengontrol palang KA dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;• Lampu lalu-lintas: SCADA memantau lampu lalu-lintas, mengontrol laju trafik, dan mendeteksi sinyals-sinyal yang salah &lt;br /&gt;Dan, tentunya, masih banyak lagi aplikasi-aplikasi potensial untuk sistem SCADA. SCADA saat ini digunakan hampir di seluruh proyek-proyek industri dan infrastruktur umum.&lt;br /&gt;Intinya SCADA dapat digunakan dalam aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kemudahan dalam pemantauan sekaligus juga pengontrolan, dengan berbagai macam media antarmuka dan komunikasi yang tersedia saat ini (misalnya, Komputer, PDA, Touch Screen, TCP/IP, wireless dan lain sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NGAPAIN JUGA PAKE SCADA?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Coba sekarang pikirkan tanggung-jawab atau tugas Anda di perusahaan, berkaitan dengan segala macam operasi dan parameter-parameter yang akhirnya mempengaruhi hasil produksi:&lt;br /&gt;• Apakah peralatan Anda membutuhkan Catu Daya, suhu yang terkontrol, kelembaban lingkungan yang stabil dan tidak pernah mati? &lt;br /&gt;• Apakah Anda perlu tahu - secara real time - status dari berbagai macam komponen dan peralatan dalam sebuah sistem kompleks yang besar? &lt;br /&gt;• Apakah Anda perlu tahu bagaimana perubahan masukan mempengaruhi luaran? &lt;br /&gt;• Peralatan apa saja yang perlu Anda kontrol - secara real time - dari jarak jauh? &lt;br /&gt;• Apakah Anda perlu tahu dimanakah terjadinya kesalahan/kerusakan dalam sistem sehingga mempengaruhi proses? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMANTAUAN DAN PENGONTROLAN SECARA REAL-TIME MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan beberapa poin tersebut sebelumnya, saya yakin Anda akan bisa memperkirakan dimanakah Anda bisa mengaplikasikan SCADA. Bisa jadi Anda akan berkata lagi “Terus ngapain? So What?”. Apa yang sebenarnya ingin Anda ketahui adalah hasil secara nyata yang bagaimanakah yang bisa Anda harapkan dengan mengaplikasikan SCADA?&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan dengan Sistem SCADA:&lt;br /&gt;• Mengakses pengukuran kuantitatif dari proses-proses yang penting, secara langsung saat itu maupun sepanjang waktu. &lt;br /&gt;• Mendeteksi dan memperbaiki kesalahan secara cepat. &lt;br /&gt;• Mengukur dan memantau trend sepanjang waktu. &lt;br /&gt;• Menemukan dan menghilangkan kemacetan (bottleneck) dan pemborosan (inefisiensi). &lt;br /&gt;• Mengontrol proses-proses yang lebih besar dan kompleks dengan staf-staf terlatih yang lebih sedikit. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEdM-nfBAI/AAAAAAAAADg/gchgXpanqxY/s1600-h/scada+1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEdM-nfBAI/AAAAAAAAADg/gchgXpanqxY/s320/scada+1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332575542587622402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, sebuah sistem SCADA memberikan Anda keleluasaan mengatur maupuan mengkonfigurasi sistem. Anda bisa menempatkan sensor dan kontrol di setiap titik kritis di dalam proses yang Anda tangani (seiring dengan teknologi SCADA yang semakin baik, Anda bisa menempatkan lebih banyak sensor di banyak tempat). Semakin banyak hal yang bisa dipantau, semakin detil operasi yang bisa Anda lihat, dan semuanya bekerja secara real-time. Tidak peduli sekompleks apapun proses yang Anda tangani, Anda bisa melihat operasi proses dalam skala besar maupun kecil, dan Anda setidaknya bisa melakukan penelusuran jika terjadi kesalahan dan sekaligus meningkatkan efisiensi. Dengan SCADA, Anda bisa melakukan banyak hal, dengan ongkos lebih murah dan, tentunya, akan meningkatkan keuntungan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEd_u2K3pI/AAAAAAAAADo/ifF3CMsRx5M/s1600-h/scada2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEd_u2K3pI/AAAAAAAAADo/ifF3CMsRx5M/s320/scada2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332576414527577746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Arsitektur SCADA&lt;br /&gt;Bagaimana SCADA bekerja?&lt;br /&gt;Sebuah sistem SCADA memiliki 4 (empat) fungsi , yaitu:&lt;br /&gt;1. Akuisisi Data, &lt;br /&gt;2. Komunikasi data jaringan, &lt;br /&gt;3. Peyajian data, dan &lt;br /&gt;4. Kontrol (proses) &lt;br /&gt;Fungsi-fungsi tersebut didukung sepenuhnya melalui 4 (empat) komponen SCADA, yaitu:&lt;br /&gt;1. Sensor (baik yang analog maupun digital) dan relai kontrol yang langsung berhubungan dengan berbagai macam aktuator pada sistem yang dikontrol; &lt;br /&gt;2. RTUs (Remote Telemetry Units). Merupakan unit-unit “komputer” kecil (mini), maksudnya sebuah unit yang dilengkapi dengan sistem mandiri seperti sebuah komputer, yang ditempatkan pada lokasi dan tempat-tempat tertentu di lapangan. RTU bertindak sebagai pengumpul data lokal yang mendapatkan datanya dari sensor-sensor dan mengirimkan perintah langsung ke peralatan di lapangan; &lt;br /&gt;3. Unit master SCADA (Master Terminal Unit - MTU). Kalo yang ini merupakan komputer yang digunakan sebagai pengolah pusat dari sistem SCADA. Unit master ini menyediakan HMI (Human Machine Iterface) bagi pengguna, dan secara otomatis mengatur sistem sesuai dengan masukan-masukan (dari sensor) yang diterima; &lt;br /&gt;4. Jaringan komunikasi, merupakan medium yang menghubungkan unit master SCADA dengan RTU-RTU di lapangan. &lt;br /&gt;SISTEM SCADA PALING SEDERHANA DI DUNIA!&lt;br /&gt;Sistem SCADA yang paling sederhana yang mungkin bisa dijumpai di dunia adalah sebuah rangkaian tunggal yang memberitahu Anda sebuah kejadian (event). Bayangkan sebuah pabrik yang memproduksi pernak-pernik, setiap kali produk pernak-pernik berhasil dibuat, akan mengaktifkan sebuah saklar yang terhubungkan ke lampu atau alarm untuk memberitahukan bahwa ada satu pernak-pernik yang berhasil dibuat.&lt;br /&gt;Tentunya, SCADA bisa melakukan lebih dari sekedar hal sederhana tersebut. Tetapi prinsipnya sama saja, Sebuah sistem SCADA skala-penuh mampu memantau dan (sekaligus) mengontrol proses yang jauh lebih besar dan kompleks.&lt;br /&gt;AKUISISI DATA&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, Anda membutuhkan pemantauan yang jauh lebih banyak dan kompleks dari sekedar sebuah mesin yang menghasilkan sebuah produk (seperti contoh sebelumnya). Anda mungkin membutuhkan pemantauan terhadap ratusan hingga ribuan sensor yang tersebar di seluruh area pabrik. Beberapa sensor digunakan untuk pengukuran terhadap masukan (misalnya, laju air ke reservoir), dan beberapa sensor digunakan untuk pengukuran terhadap luaran (tekanan, massa jenis, densitas dan lain sebagainya).&lt;br /&gt;Beberapa sensor bisa melakukan pengukuran kejadian secara sederhana yang bisa dideteksi menggunakan saklar ON/OFF, masukan seperti ini disebut sebagai masukan diskrit atau masukan digital. Misalnya untuk mengetahui apakah sebuah alat sudah bekerja (ON) atau belum (OFF), konveyornya sudah jalan (ON) atau belum (OFF), mesinnya sudah mengaduk (ON) atau belum (OFF), dan lain sebagainya. Beberapa sensor yang lain bisa melakukan pengukuran secara kompleks, dimana angka atau nilai tertentu itu sangat penting, masukan seperti ini disebut masukan analog, bisa digunakan untuk mendeteksi perubahan secara kontinu pada, misalnya, tegangan, arus, densitas cairan, suhu, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Untuk kebanyakan nilai-nilai analog, ada batasan tertentu yang didefinisikan sebelumnya, baik batas atas maupun batas bawah. Misalnya, Anda ingin mempertahankan suhu antara 30 dan 35 derajat Celcius, jika suhu ada di bawah atau diatas batasan tersebut, maka akan memicu alarm (baik lampu dan/atau bunyi-nya). Terdapat empat alarm batas untuk sensor analog: Major Under, Minor Under, Minor Over, dan Major Over Alarm.&lt;br /&gt;KOMUNIKASI DATA&lt;br /&gt;Dari contoh sederhana pabrik pernak-pernik, yang dimaksud ‘jaringan’ pada kasus tersebut adalah sekedar kabel yang menghubungkan saklar dengan panel lampu. Kenyataannya, seringkali Anda ingin memantau berbagai macam parameter yang berasal dari berbagai macam sensor di lapangan (pabrik), dengan demikian Anda membutuhkan sebuah jaringan komunikasi untuk melakukannya.&lt;br /&gt;Pada awalnya, SCADA melakukan komunikasi data melalui radio, modem atau jalur kabel serial khusus. Saat ini data-data SCADA dapat disalurkan melalui jaringan Ethernet atau TCP/IP. Untuk alasan keamanan, jaringan komputer untuk SCADA adalah jaringan komputer lokal (LAN - Local Area Network) tanpa harus mengekspos data-data penting di Internet.&lt;br /&gt;Komunikasi SCADA diatur melalui suatu protokol, jika jaman dahulu digunakan protokol khusus yang sesuai dengan produsen SCADA-nya, sekarang sudah ada beberapa standar protokol yang ditetapkan, sehingga tidak perlu khawatir masalah kecocokan komuninkasi lagi.&lt;br /&gt;Karena kebanyakan sensor dan relai kontrol hanyalah peralatan listrik yang sederhana, alat-alat tersebut tidak bisa menghasilkan atau menerjemahkan protokol komunikasi. Dengan demikian dibutuhkan RTU yang menjembatani antara sensor dan jaringan SCADA. RTU mengubah masukan-masukan sensor ke format protokol yang bersangkutan dan mengirimkan ke master SCADA, selain itu RTU juga menerima perintah dalam format protokol dan memberikan sinyal listrik yang sesuai ke relai kontrol yang bersangkutan.&lt;br /&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEgjamU3aI/AAAAAAAAADw/oTZWPCxPKus/s1600-h/scada3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEgjamU3aI/AAAAAAAAADw/oTZWPCxPKus/s320/scada3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332579226590961058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar Contoh Jaringan pada Sistem SCADA&lt;br /&gt;PENYAJIAN DATA&lt;br /&gt;Untuk kasus pabrik pernak-pernik kita, satu-satunya tampilan adalah sebuah lampu yang akan menyala saat saklar diaktifkan. Ya, tentu saja kenyataannya bisa puluhan hingga ratusan lampu, bayangkan siapa yang akan Anda minta untuk mengawasi lampu-lampu tersebut, emangnya lampu hiasan? Bukan khan?&lt;br /&gt;Sistem SCADA melakukan pelaporan status berbagai macam sensor (baik analog maupun digital) melalui sebuah komputer khusus yang sudah dibuatkan HMI-nya (Human Machine INterface) atau HCI-nya (Human Computer Interface). Akses ke kontrol panel ini bisa dilakukan secara lokal maupun melalui website. Bahkan saat ini sudah tersedia panel-panel kontrol yang TouchScreen. Perhatikan contoh-contoh gambar dan penjelasan pada STUDI KASUS.&lt;br /&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEgjaLbeWI/AAAAAAAAAD4/WzTTuQLXzVU/s1600-h/scada4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEgjaLbeWI/AAAAAAAAAD4/WzTTuQLXzVU/s320/scada4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332579226478147938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar Contoh akses SCADA melalui website&lt;br /&gt;KONTROL&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam contoh pabrik pernak-pernik kita tidak ada elemen kontrol. Baiklah, kita tambahkan sebuah kontrol. Misalnya, sekarang operator juga memiliki tombol pada panel kontrol. Saat dia klik pada tombol tersebut, maka saklar di pabrik juga akan ON.&lt;br /&gt;Okey, jika kemudian Anda tambahkan semua kontrol pabrik ke dalam sistem SCADA melalui HMI-nya, maka Anda mendapatkan sebuah kontrol melalui komputer secara penuh, bahkan menggunakan SCADA yang canggih (hampir semua produk perangkat lunak SCADA saat ini sudah canggih-canggih) bisa dilakukan otomasi kontrol atau otomasi proses, tanpa melibatkan campur tangan manusia. Tentu saja, Anda masih bisa secara manual mengontrolnya dari stasion master.&lt;br /&gt;Tentunya, dengan bantuan SCADA, proses bisa lebih efisien, efektif dan meningkatkan profit perusahaan.&lt;br /&gt;Bagaimana mengevaluasi Sistem dan Perangkat Keras SCADA?&lt;br /&gt;Okey, sekarang persoalannya adalah petunjuk bagaimana memilih dan memilah sistem SCADA yang baik. Apalagi sistem SCADA akan Anda gunakan hingga 10 sampai 15 tahun yang akan datang, tentunya Anda harus mencari produk-produk yang terkenal reputasinya. Namun hal ini akan berdampak pada investasi yang harus dilakukan, sebuah produk dengan reputasi handal dan terkenal tentu harganya jauh lebih mahal dibandingkan produk-produk SCADA baru yang saat ini mulai banyak bermunculan.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, antara lain:&lt;br /&gt;• Anda bisa menghabiskan masa depan pabrik dengan ongkos berlebih yang tidak perlu; &lt;br /&gt;• Kadangkala setelah menghabiskan dana yang sangat besar, akhirnya Anda hanya mendapatkan sebuah sistem yang kurang atau bahkan tidak memenuhi apa yang diinginkan; &lt;br /&gt;• Atau barangkali saat ini sistem betul-betul memenuhi kebutuhan, tetapi tidak untuk pengembangan masa depan. &lt;br /&gt;Catatan singkat mengenai Sensor dan Jaringan&lt;br /&gt;Sensor dan relai kontrol merupakan komponen yang penting. Tentu saja, ada beberapa sensor yang lebih baik daripada lainnya, namun tersedianya datasheet untuk sebuah sensor akan membantu Anda mengenali lebih detil dari sensor yang bersangkutan, sehingga Anda bisa memilih mana yang terbaik.&lt;br /&gt;Sebuah jaringan (LAN/WAN) berbasis TCP/IP merupakan jaringan yang mudah digunakan, dan jika pabrik Anda belum semuanya memiliki jaringan, transisi ke jaringan LAN bisa jadi merupakan tujuan jangka panjang perusahaan. Namun Anda tidak perlu langsung menerapkan jaringan LAN semuanya untuk mendapatkan keuntungan dari penggunaan SCADA. Sistem SCADA yang baik akan mendukung jaringan lama Anda dan jaringan LAN, sehingga Anda bisa melakukan transisi secara bertahap.&lt;br /&gt;Berikut saya sampaikan beberapa petunjuk (dari pengalaman dan beberapa rujukan dari online maupun offline) dalam membangun sistem SCADA terutama masalah pemilihan RTU dan MTU.&lt;br /&gt;Apa yang perlu Anda perhatikan dalam memilih SCADA RTU&lt;br /&gt;SCADA RTU Anda harus mampu berkomunikasi dengan segala macam peralatan yang di pabrik dan bisa bertahan terhadap berbagai macam kondisi industri (panas, dingin, tekanan dan lain sebagainya). Berikut ceklis untuk pemilihan RTU yang berkualitas:&lt;br /&gt;• Kapasitas yang cukup untuk mendukung berbagai macam peralatan di pabrik (dalam cakupan SCADA yang diinginkan), tetapi tidak lebih dari yang dibutuhkan. Jangan sampai Anda membeli RTU dengan kapasitas yang berlebih sedemikian hingga akhirnya tidak akan pernah digunakan, ini adalah pemborosan. &lt;br /&gt;• Konstruksi yang tahan banting dan kemampuan bertahan terhadap suhu dan kelembaban yang ekstrim. Sudah jelas khan? Kalo tidak tahan banting dan tidak bisa bertahan buat apa pasang RTU tersebut? Bisa jadi hasil pengukuran menjadi tidak akurat dan alat jebol. &lt;br /&gt;• Catu daya yang aman dan berlimpah. Sistem SCADA seringkali harus bekerja penuh 24 jam setiap hari. Seharusnya digunakan RTU yang mendukung penggunaan daya dari baterei, idealnya, ada dua sumber catu daya (listrik dan baterei). &lt;br /&gt;• Port komunikasi yang cukup. Koneksi jaringan sama pentingnya seperti catu daya. Port serial kedua atau modem internal bisa menjaga agar RTU tetap online walaupun jaringan saat itu sedang rusak atau gagal. Selain itu, RTU dengan port komunikasi beragam dapat mendukung strategi migrasi LAN. &lt;br /&gt;• Memori nonvolatile (NVRAM) untuk menyimpan firmware. NVRAM dapat menyimpan data walaupun catu daya dimatikan. Firmware baru (hasil modifikasi dan lain sebagainya) dapat diunduh ke penyimpan NVRAM melalui jaringan, sehingga kemampuan RTU akan selalu up-to-date (terbaharui) tanpa harus mengunjungi lokasi RTU yang bersangkutan. &lt;br /&gt;• Kontrol cerdas. Sistem SCADA yang canggih saat ini bisa melakukan kontrol dengan sendirinya sesuai dengan program atau pengaturan yang dimasukkan, terutama tanggapan terhadap berbagai macam masukan sensor-sensor. Ini jelas tidak perlu untuk semua aplikasi, namun menawarkan kemudahan operasional. &lt;br /&gt;• Jam waktu-nyata (real-time clock). untuk pencetakan tanggal/waktu pada laporan secara tepat dan akurat; &lt;br /&gt;• Pewaktu watchdog yang memastikan RTU bisa start-ulang setelah terjadinya kegagalan daya (power failure). &lt;br /&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEgjvg_3nI/AAAAAAAAAEA/5E0J0oTWTO4/s1600-h/scada5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEgjvg_3nI/AAAAAAAAAEA/5E0J0oTWTO4/s320/scada5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332579232205758066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tipikal arsitetur RTU &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang perlu Anda perhatikan dalam memilih SCADA MTU&lt;br /&gt;SCADA master atau MTU harus mampu menampilkan berbagai informasi dalam bentuk yang familiar bagi pengguna atau operator-nya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan SCADA MTU:&lt;br /&gt;• Fleksibel, tanggapan terhadap sensor bisa diprogram. Cari sistem yang menyediakan perangkat yang mudah untuk memprogram soft alarm (laporan kejadian yang kompleks yang merupakan kombinasi antara masukan sensor dan pernyataan tanggal/jam) dan soft control (tanggapan terhadap sensor yang bisa diprogram). &lt;br /&gt;• Bekerja penuh 24/7, peringatan melalui SMS (pager) dan pemberitahuan email secara otomatis. Anda tidak perlu mempekerjakan orang untuk mengamati papan pemantauan 24 jam sehari. Jika peralatan membutuhkan campur tangan manusia, maka secara otomatis sistem akan mengirimkan peringatan melalui SMS atau email ke penanggung-jawab yang bersangkutan. &lt;br /&gt;• Tampilan informasi secara detil. Tentunya Anda ingin sebuah sistem yang menampilkan dalam bahasa harian Anda (Inggris, Indonesia, dll) yang jelas dan sederhana, dengan penjelasan yang lengkap terhadap aktivitas yang sedang terjadi dan bagaimana Anda seharusnya menangani atau menanggapinya. &lt;br /&gt;• Tapis untuk alarm mengganggu (tidak perlu). Alarm-alarm yang mengganggu akan membuat para staff menjadi tidak peka lagi terhadap pelaporan alarm, dan mereka mulai percaya bahwa semua alarm merupakan alarm menganggu. Akhirnya mereka akan berhenti menanggapi semua alarm termasuk alarm yang kritis (alarm yang benar-benar harus mendapatkan perhatian). Gunakan SCADA yang dapat menapis dan memilah-milah alarm-alarm mana yang mengganggu dan yang kritis. &lt;br /&gt;• Kemampuan pengembangan kedepan. Sebuah sistem SCADA merupakan investasi jangka panjang (10 hingga 15 tahun). Sehingga Anda perlu memastikan kemampuan SCADA untuk pengembangan dalam jangka waktu 15 tahun kedepan. &lt;br /&gt;• Pencadangan yang beragam. Sistem SCADA yang baik mendukung berbagai macam pencadangan master, di beberapa lokasi. Jika master SCADA utama gagal, master yang kedua dalam jaringan akan mengambil alih secara otomatis, tanpa adanya interupsi fungsi pemantauan dan pengontrolan. &lt;br /&gt;• Mendukung berbagai macam tipe protokol dan peralatan. Jika jaman dulu SCADA hanya dbuat untuk protokol-protokol tertentu yang tertutup. Solusi vendor tunggal bukan merupakn ide yang bagus - seringkali vendor tidak lagi menyediakan dukungan untuk produk-produk mereka. Dukungan terhadap berbagai macam protokol yang terbuka akan mengamankan sistem SCADA Anda dari keusangan yang tak-terencana. &lt;br /&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEgjidfb6I/AAAAAAAAAEI/JfLvWfVCanU/s1600-h/scada6.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEgjidfb6I/AAAAAAAAAEI/JfLvWfVCanU/s320/scada6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332579228701388706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipikal arsitektur MTU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-8490290907859409119?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/8490290907859409119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/05/belajar-scada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8490290907859409119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8490290907859409119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/05/belajar-scada.html' title='Belajar SCADA'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SgEdM-nfBAI/AAAAAAAAADg/gchgXpanqxY/s72-c/scada+1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-5607898607291006078</id><published>2009-04-28T13:32:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T13:44:57.553+07:00</updated><title type='text'>Foto-Foto Hasil Project work SMKN 1 Sukabumi Jurusan Listrik</title><content type='html'>ini adalah sebagian foto hasil project work yang menjadi bahan ajar&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sfaj-M48czI/AAAAAAAAADI/3sMR4WhX_Gc/s1600-h/motor.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sfaj-M48czI/AAAAAAAAADI/3sMR4WhX_Gc/s320/motor.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329627498046845746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parkir area otomatis (maket)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SfaluBUxHRI/AAAAAAAAADQ/SJdJCHv_iQ4/s1600-h/hasil+project.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 273px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SfaluBUxHRI/AAAAAAAAADQ/SJdJCHv_iQ4/s320/hasil+project.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329629419087666450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-5607898607291006078?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/5607898607291006078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/04/foto-foto-hasil-project-work-smkn-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5607898607291006078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5607898607291006078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/04/foto-foto-hasil-project-work-smkn-1.html' title='Foto-Foto Hasil Project work SMKN 1 Sukabumi Jurusan Listrik'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sfaj-M48czI/AAAAAAAAADI/3sMR4WhX_Gc/s72-c/motor.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-1485331817593457583</id><published>2009-04-28T13:12:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T13:23:27.903+07:00</updated><title type='text'>Sukabumi Tempo dulu dan Sekarang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SfagLs1C_YI/AAAAAAAAADA/P6f6Yt4YBYk/s1600-h/sukabumi-heritage1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 178px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SfagLs1C_YI/AAAAAAAAADA/P6f6Yt4YBYk/s320/sukabumi-heritage1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329623331912220034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Stasion spur Soekaboemi dulu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sfaf9839BXI/AAAAAAAAAC4/LlOEf635fmU/s1600-h/capitol_barat+soekaboemi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 178px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sfaf9839BXI/AAAAAAAAAC4/LlOEf635fmU/s320/capitol_barat+soekaboemi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329623095701210482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Toko Dunia Tempo dulu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SfafLUXihAI/AAAAAAAAACw/kwibTq3Ngik/s1600-h/toko+dunia+ayeuna.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SfafLUXihAI/AAAAAAAAACw/kwibTq3Ngik/s320/toko+dunia+ayeuna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329622225834378242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Toko Dunia ayeuna&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-1485331817593457583?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/1485331817593457583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/04/sukabumi-tempo-dulu-dan-sekarang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1485331817593457583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1485331817593457583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/04/sukabumi-tempo-dulu-dan-sekarang.html' title='Sukabumi Tempo dulu dan Sekarang'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SfagLs1C_YI/AAAAAAAAADA/P6f6Yt4YBYk/s72-c/sukabumi-heritage1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-3190739814097615924</id><published>2009-03-16T16:44:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T16:56:33.777+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>I.  SETERIKA LISTRIK&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; TUJUAN&lt;br /&gt; Setelah mempelajari materi ini peserta diklat diharapkan :&lt;br /&gt;7) Dapat  menjelaskan macam-macam seterika listrik&lt;br /&gt;8) Dapat menjelaskan bagian-bagian dari seterika listrik&lt;br /&gt;9) Dapat merawat seterika listrik&lt;br /&gt;10) Dapat memperbaiki kerusakan pada seterika listrik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; MATERI&lt;br /&gt; Seterika listrik adalah peralatan listrik rumah tangga yang digolongkan dalam peralatan pemanas berdaya rendah.&lt;br /&gt; Jenis dari seterika listrik antara lain :&lt;br /&gt; a. Seterika listrik jinjing (portable)&lt;br /&gt;• Tanpa pengatur panas&lt;br /&gt;• Dengan pengatur panas (otomatis)&lt;br /&gt;• Dengan uap air&lt;br /&gt; b. Seterika listrik besar&lt;br /&gt;• Roll iron&lt;br /&gt;• Pres iron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada umumnya seterika listrik partable banyak dipakai untuk keperluan rumah tangga, sedangkan seterika listrik yang besar seperti roll iron dan press iron banyak dipakai di hotel-hotel , di rumah sakit dan binatu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Prinsip kerja seterika listrik adalah mengubah energi listrik menjadi enerji panas melalui elemen pemanas dimana panas yang dihasilkan dikumpulkan oleh besi pengumpul panas yang kemudian melalui gosokan diteruskan pada objek yang akan diseterika.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.  Konstruksi&lt;br /&gt; Bagian-bagian utama dari seterika listrik terdiri dari :&lt;br /&gt;a.  Elemen panas&lt;br /&gt;b.  Besi pengumpul panas&lt;br /&gt;c.   Besi pemberat&lt;br /&gt;d.   Tutup dan pemegang seterika&lt;br /&gt;e.   Terminal dan kabel penghubung&lt;br /&gt;f.   Pengatur panas (untuk seterika otomatis)&lt;br /&gt;g.   Pompa air (untuk seterika dengan uap air)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.1. Elemen Panas&lt;br /&gt; Sebagai sumber panas seterika listrik digunakan elemen pemanas berupa kawat nikelin berbentuk pipih yang dililitkan pada lembaran mika yang dibentuk sedemikian rupa sesuai bentuk alas seterika, sehingga panasnya dapat tersebar merata. Elemen pemanas ini terisolasi terhadap badan seterika.&lt;br /&gt; Pada seterika listrik model yang lain, kawat nikelin digulung menyerupai bentuk spiral dan dimasukkan dalam selongsong/pipa sebagai pelindung. Agar arus listrik tidak mengalir kebadan seterika, antara spiral nikelin dengan pipa disekat/diisolasi dengan bahan oksida magnesium. Pada seterika model yang lama, spiral nikelin diberi selongsong dari bahan keramik/batu tahan api sebagai pelindung dan sekaligus sebagai isolator.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Gambar 2 – 1, menunjukkan contoh salah satu jenis elemen panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4h2hE3wXI/AAAAAAAAACg/KNSYwqTPXvM/s1600-h/untitled3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4h2hE3wXI/AAAAAAAAACg/KNSYwqTPXvM/s320/untitled3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313721830819217778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         Gambar 2-1  Elemen pemanas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.2. Besi Pengumpul Panas&lt;br /&gt; Besi pengumpul panas atau yang sekaligus sebagai bagian dasar/alas dari seterika, berbentuk plate yang dilapisi bahan anti karat dan anti lengket, dan bagian ini harus selalu bersih karena langsung dengan objek yang diseterika (pakaian).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4hk_vLcII/AAAAAAAAACY/B_6-WK8mE6U/s1600-h/untitled2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4hk_vLcII/AAAAAAAAACY/B_6-WK8mE6U/s320/untitled2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313721529812086914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Gambar 2-2. Besi pengumpul panas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.3. Besi Pemberat&lt;br /&gt; Pada seterika yang lama, dilengkapi dengan besi pemberat, karena daya rata-rata seterika listrik 350 watt, sedang objek/bahan yang diseterika kebanyakan dari jenis katun, yang pelicinannya memerlukan tekanan yang cukup kuat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seterika listrik model yang lebih baru, tidak lagi dilengkapi dengan besi pemberat, dengan alasan bahwa objek/bahan yang diseterika sudah banyak bahan dari jenis sintetis dan lebih lembut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.4. Tutup dan pemegang seterika&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tutup seterika gunanya untuk melindungi bagian dalam seterika yang dialiri arus listrik terhadap sentuhan pemakaiannya, dan juga berfungsi agar panas tidak menyebar langsung ke udara bebas.&lt;br /&gt; Sedangkan pemegang seterika biasanya dari bahan yang tidak mengalirkan panas dan juga tidak mengalirkan arus listrik. Untuk itu bagian ini biasanya terbuat dari kayu, ebonit atau karat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.5. Terminal dan Kabel penghubung&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Terminal berguna untuk menghubungkan rangkaian dalam seterika dengan sumber tegangan dari kotak-kontak dinding, melalui kabel penghubung.&lt;br /&gt; Beberapa model seterika listrik menggunakan terminal yang merupakan tempat persambungan antara ujung kawat elemen yang disambung pada tusuk kontak (stiker) dengan kabel penghubung luar yang disambung pada kontra steker, sehingga pada saat tidak digunakan kabel penghubung dapat dilepas dan disimpan terpisah dari seterikanya.&lt;br /&gt; Gambar 1-3 menunjukkan bagian-bagian dari seterika pada umumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4hBXsYfrI/AAAAAAAAACQ/dgoFnekbEY4/s1600-h/untitled1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4hBXsYfrI/AAAAAAAAACQ/dgoFnekbEY4/s320/untitled1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313720917767519922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Gambar 2-3.  Bagian-bagian seterika listrik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.6. Pengatur Panas&lt;br /&gt; Seterika dengan pengatur panas otomatis menggunakan komponen tambahan berupa termostat yang tersusun dari bahan bi metal yaitu lempengan dua logam yang berbeda koefisien muai panjangnya, disatukan menjadi satu lempengan. Apabila lempengan logam ini terkena panas, maka salah satu jenisnya akan memuai lebih dahulu, sehingga lempengan tadi membengkok, yang arah bengkoknya ini kemudian dimanfaatkan untuk melepas/menghubungkan kontak, jadi bila panas berlebihan kontak memutus sehingga elemen pemanas tidak lagi dialiri arus listrik, tapi bila panasnya mulai rendah lagi kontak akan menghubung kembali dan arus listrik kembali mengali melalui elemen pemanas. Dengan demikian kondisi panas seterika dapat dipertahankan pada panas tertentu sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan tombol pengatur panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.7. Pompa Air&lt;br /&gt; Pada seterika yang menggunakan uap air mempunyai tabung air dan dilengkapi dengan pompa air.&lt;br /&gt; Pompa air ini berfungsi untuk menyemprotkan air pada objek yang diseterika, terutama pada bahan yang tebal/katun, guna mendapatkan hasil seterika yang baik dan rapi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2. Perawatan seterika listrik&lt;br /&gt; Perawatan rutin kepada seterika listrik relatif ringan, sesuai dengan fungsinya bagian yang perlu diperhatikan adalah alat seterika yang harus selalu terjaga kebersihannya. &lt;br /&gt; Biasanya jika selesai digunakan untuk menyeterika pakaian yang jenis kainnya mudah terbakar dan mengandung bahan sintetis, bulu-bulu kain terbakar dan arangnya menempel berupa kerak pada alas seterika.&lt;br /&gt; Pembersihannya dilakukan dengan lap yang sudah dibasahi dengan bensin/thiner. Jika sudah terlampau keras dan tebal dibersihkan dengan pisau atau sekrap tipis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagian lain yang harus dipelihara adalah kabel penghubung, terminal dan tusuk kontak. Secara visual sebaiknya selalu diperiksa apakah isolasi kabel masih baik, terminal hubung dari tusuk kontak apakah masih baik kondisinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagian-bagian seterika yang mudah rusak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2.1 Elemen Panas&lt;br /&gt; Kerusakan pemanas bila terjadi karena pemakaian yang berlebihan, misalnya pada seterika tanpa pengatur panas.&lt;br /&gt; Atau termostat rusak, sehingga fungsi kontrolnya tidak bekerja&lt;br /&gt; Ada kemungkinan juga salah pemakaian tegangan, terutama seterika baru. Kawat elemen rusak atau putus, isolasi elemen rusak, sehingga terjadi hubung singkat ke badan seterika.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2.2 Kabel Penghubung&lt;br /&gt; Kerusakan kabel penghubung terjadi karena :&lt;br /&gt;• Salah satu kawat atau keduanya putus akibat sering terpuntir waktu digunakan atau terlipat-lipat pada saat menyimpannya.&lt;br /&gt;• Kabel terlalu kecil sehingga menjadi terlalu panas saat digunakan. Isolasi mudah rusak sehingga mudah mengakibatkan terjadinya hubung singkat.&lt;br /&gt;• Kabel sudah tua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  2.3 Terminal dan tusuk kontak hubung.&lt;br /&gt; Kerusakan terminal hubung kabel baik yang dapat dilepas atau yang tidak terjadi karena kontak yang melonggar, sehingga saat hubung-lepas menimbulkan bunga api dan meninggalkan arang.&lt;br /&gt; Juga karena panas yang berlebihan atau porselin tusuk kontak hubung pecah, pegas penjepit hangus atau merenggang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;h.  Termostat &lt;br /&gt; Kerusakan termostat terjadi akibat pemakai tidak mematuhi petunjuk pengaturan pemakaiannya. Atau seterika pernah/sering jatuh, sehingga mengubah susunan mekanis dari termostat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagian-bagian seterika yang lengkap ditunjukkan pada gambar 2– 4.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4gJoQC1jI/AAAAAAAAACI/zDWbU30Drp8/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4gJoQC1jI/AAAAAAAAACI/zDWbU30Drp8/s320/untitled.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313719960139388466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Gambar 2 – 4     Bagian-bagian Seterika listrik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tugas 2.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;11) Tugas Keterampilan&lt;br /&gt; Pilihlah satu jenis seterika listrik, lakukan praktik bongkar pasang dengan prosedur sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Lakukan uji operasi  dengan sumber tegangan tentang kondisi seterika&lt;br /&gt;2. Bongkar seterika,  sesuai kondisinya lakukan identifikasi bagian-bagiannya&lt;br /&gt;3. Lakukan perawatan/perbaikan bagian yang memerlukannya.&lt;br /&gt;4. Pasang kembali bagian-bagiannya dan uji coba hasil kerja Anda&lt;br /&gt;5. Buat Laporan hasil kerja Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;12) Tugas Pengetahuan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Sebutkan jenis-jenis seterika listrik dan berikan contohnya!&lt;br /&gt;2. Jelaskan cara kerja seterika listrik dengan uap air !&lt;br /&gt;3. Apa yang anda ketahui tentang elemen pemanas dari seterika listrik? Sebutkan macamnya !&lt;br /&gt;4. Jelaskan bagaimana cara pengaturan panas pada seterika listrik pada umumnya! Sebutkan komponen-komponen pengaturannya&lt;br /&gt;5. Sebutkan bagian-bagian seterika listrik yang sering rusak dan jelaskan bagaimana cara merawat / memperbaikinya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-3190739814097615924?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/3190739814097615924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/03/i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/3190739814097615924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/3190739814097615924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/03/i.html' title=''/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/Sb4h2hE3wXI/AAAAAAAAACg/KNSYwqTPXvM/s72-c/untitled3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-6138500432035289644</id><published>2009-03-02T08:39:00.000+07:00</published><updated>2009-03-02T08:59:45.029+07:00</updated><title type='text'>HASIL LKS TEKNOLOGI TINGKAT KOTA SUKABUMI</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Nama Peserta              Bidang Lomba               Asal Sekolah         Peringkat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asep Nurjaman             Mesin Produksi             SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Jana Nurdiana             Mesin Produksi             SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;Saut Putra                Mesin Produksi             SMK Taman Siswa          3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarijam A. Halim         Teknik Las                 SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Eri Nurdiansyah           Teknik Las                 SMK Pajajaran            2&lt;br /&gt;Ambar Taupik              Teknik Las                 SMK Taman Siswa          3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun Muhamad            AutoCad Machine            SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Erlan Suherlan            AutoCad Machine            SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;Egi Mulyana               AutoCad Machine            SMK Siliwangi            3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deri Ramdhani             Otomotif                   SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Asep Ihsan                Otomotif                   SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;Aap Pendi                 Otomotif                   SMK Siliwangi            3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujang Nasrudin            Aplikasi Elektronika       SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Yana Suryana              Aplikasi Elektronika       SMK Bina Teknik          2&lt;br /&gt;Asep Rizal                Aplikasi Elektronika       SMK Bina Teknik          3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruswanda                  Listrik Instalasi          SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Luki Selamet Gumilar      Listrik Instalasi          SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;Asep Juliana              Listrik Instalsi           SMK Pasundan             3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Sulistio              Cabinet Making             SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Tri Gustaman              Cabinet Making             SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogi Samsul               Joinery                    SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Muhamad Erpan             Joinery                    SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saepudin                  Brick Laying               SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Fatwa Muhamad             Brick Laying               SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unang Budiana             wool and floor tilling     SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Hendra Hermawan           wool and floor tilling     SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prian Irawan              AutoCad Building           SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;Adi Setiadi               AutoCad Building           SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggi Juliana Ma'mun      Plumbing                   SMK N 1 Sukabumi         1&lt;br /&gt;M. Rizki                  Plumbing                   SMK N 1 Sukabumi         2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HASIL PEROLEH MENDALI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEKOLAH               Emas  Perak  Perunggu      Jumlah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SMK Negeri 1          12      10      -            22&lt;br /&gt;SMK Bina Teknik       -        1      1             2&lt;br /&gt;SMK Pajajaran         -        1      -             1&lt;br /&gt;SMK Taman Siswa       -        -      2             2&lt;br /&gt;SMK Siliwangi         -        -      2             2&lt;br /&gt;SMK Pasundan          -        -      1             1&lt;br /&gt;SMK Kartika Chandra   -        -      -             -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-6138500432035289644?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/6138500432035289644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/03/hasil-lks-teknologi-tingkat-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/6138500432035289644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/6138500432035289644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/03/hasil-lks-teknologi-tingkat-kota.html' title='HASIL LKS TEKNOLOGI TINGKAT KOTA SUKABUMI'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-5941225562871405005</id><published>2009-02-28T13:53:00.000+07:00</published><updated>2009-02-28T14:06:00.224+07:00</updated><title type='text'>LKS SMK Teknolgi Tingkat Kota Sukabumi</title><content type='html'>LKS SMK Teknologi dan Industri Tingkat Kota Sukabumi dilaksanakan pada Tanggal 27-28 Pebruari 2009 diikuti Oleh Seluruh SMK Teknologi dan Industri Yang berada dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. LKS ini dibuka langsung oleh Ibu Kabid Dikmen Kota Sukabumi yang Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa"SMK sekarang ini dalam keadaan yang sedang diperhatikan oleh pemerintah dengan prosentasi 67% SMK dan 33% SMA, hal ini menjadi sebuah tantangan bagi SMK itu sendiri apakah dapat menjawab perhatian dan tantangan tersebut. Maka dengan di adakannya lomba keterampilan siswa (LKS) Teknologi tingkat Kota Sukabumi ini dapat menjadi sebuah jawaban akan tantangan dan perhatian pemerintah dan menjadi Kota Sukabumi ini Sebagai kota pendidikan yang religius dan profesional..... amin". Dan kami dari pihak sekolah berharap agar LKS ini dapat menjadi ajang kompetisi yang bersih, jujur dan menghasilkan juara yang berkualitas dan dapat mewakili Kota Sukabumi di LKS Teknologi Tingkat Jawa Barat tahun 2009 yang direncanakan akan dilaksanakan tanggal 30 Maret 2009.... Semoga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Berlomba dan bekerja Semoga ajang LKS Teknologi Tingkat Kota Sukabumi ini Menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pendidikan Kota Sukabumi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-5941225562871405005?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/5941225562871405005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/lks-smk-teknolgi-tingkat-kota-sukabumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5941225562871405005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5941225562871405005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/lks-smk-teknolgi-tingkat-kota-sukabumi.html' title='LKS SMK Teknolgi Tingkat Kota Sukabumi'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-820940144002663153</id><published>2009-02-18T19:24:00.000+07:00</published><updated>2009-02-18T19:26:45.817+07:00</updated><title type='text'>soal pengalih daya</title><content type='html'>1. Keandalan dan keberlangsungan suatu sistem tenaga listrik dalam melayani konsumen sangat tergantung pada&lt;br /&gt;a. Sistem tenaga&lt;br /&gt;b. Sistem proteksi&lt;br /&gt;c. Sistem control&lt;br /&gt;d. Sistem power&lt;br /&gt;e. Sistem keamanan&lt;br /&gt;2. Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa proteksi itu diperlukan, kecuali&lt;br /&gt;a. Untuk menghindari ataupun untuk mengurangi kerusakan peralatan-peralatan akibat gangguan&lt;br /&gt;b. Untuk cepat melokalisir luas daerah terganggu menjadi sekecil mungkin.&lt;br /&gt;c. Untuk mencegah terjadinya kondisi normal pada sistem.&lt;br /&gt;d. Untuk dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi.&lt;br /&gt;e. Untuk mengamankan manusia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.&lt;br /&gt;3. Peralatan yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian atau sistem yang terganggu secara otomatis adalah&lt;br /&gt;a. Relay&lt;br /&gt;b. Contactor&lt;br /&gt;c. Circuit breaker&lt;br /&gt;d. Terminal&lt;br /&gt;e. Switch&lt;br /&gt;4. Berikut ini merupakan persyaratan yang sangat perlu diperhatikan dalam suatu perencanaan sistem proteksi yang efektif, kecuali&lt;br /&gt;a. Selektivitas dan diskriminasi&lt;br /&gt;b. Stabilitas&lt;br /&gt;c. Kecepatan operasi&lt;br /&gt;d. Sensitivitas&lt;br /&gt;e. Viskositas&lt;br /&gt;5. Pengertian dari current rating adalah&lt;br /&gt;a. Arus balik&lt;br /&gt;b. Arus tinggi&lt;br /&gt;c. Arus rendah&lt;br /&gt;d. Arus batas&lt;br /&gt;e. Arus tetap&lt;br /&gt;6. Proteksi untuk arus hubung singkat biasanya ditentukan oleh ………. dari rangkaian yang terganggu&lt;br /&gt;a. Tegangan&lt;br /&gt;b. Arus&lt;br /&gt;c. Tahanan&lt;br /&gt;d. Impedansi&lt;br /&gt;e. Frekuensi&lt;br /&gt;7. Untuk keperluan triping type ini menggunakan bimetal yang dipanasi melalui arus beban lebih karena bimetal mengambil waktu untuk menaikkan panas, maka type circuit breaker ini mempunyai karakteristik inverse time limit untuk proteksi. Type tersebut termasuk circuit breaker jenis&lt;br /&gt;a. Thermal&lt;br /&gt;b. Magnetic&lt;br /&gt;c. Thermal – Magnetic&lt;br /&gt;d. Electronic&lt;br /&gt;e. Solenoid&lt;br /&gt;8. Suatu peralatan proteksi rangkaian terhadap kerusakan yang disebabkan oleh arus berlebihan yang mengalir dan memutuskan rangkaian dengan meleburannya elemen disebut&lt;br /&gt;a. Sekering&lt;br /&gt;b. Circuit breaker&lt;br /&gt;c. Relay&lt;br /&gt;d. Contactor&lt;br /&gt;e. Terminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neon Sign&lt;br /&gt;9. Instalasi lampu neon (neon sign) adalah instalasi penerangan yang menggunakan ...&lt;br /&gt;a. Lampu flourecent&lt;br /&gt;b. Lampu tabung gas&lt;br /&gt;c. Lampu mercury&lt;br /&gt;d. Lampu pijar&lt;br /&gt;e. Lampu halogen&lt;br /&gt;10. Instalasi lampu neon digunakan untuk ...&lt;br /&gt;a. Penerangan jalan umum&lt;br /&gt;b. Reklame dan dekorasi&lt;br /&gt;c. Penerangan pabrik&lt;br /&gt;d. Penerangan rumah tinggal&lt;br /&gt;e. Penerangan taman&lt;br /&gt;11. Setiap instalasi penerangan bentuk dan penerangan tanda kecuali yang dapat&lt;br /&gt;dipindah-pindahkan, harus dikendali dengan menggunakan saklar atau pemutus ..&lt;br /&gt;a. Harus tampak dari penerangan tanda bila diletakkan disekitarnya&lt;br /&gt;b. Harus dimasukkan pada kotak dan dikunci bila diletakkan disekitarnya&lt;br /&gt;c. Harus dimasukkan pada kotak dan dikunci bila terletak jauh dari neon sign&lt;br /&gt;d. Harus mempunyai arus nominal 2 kali arus nominal transformatornya&lt;br /&gt;e. Beban tidak boleh lebih besar fari kemampuan saklar atau pemutus&lt;br /&gt;12. Salah satu pernyataan berikut bukan merupakan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk tranformator-transformator lampu neon&lt;br /&gt;a. harus tertutup seluruhnya oleh bahan yang tidak dapat terbahar&lt;br /&gt;b. harus tahan cuaca&lt;br /&gt;c. antara lilitan primer dan sekunder tidak boleh ada hubungan listrik&lt;br /&gt;d. lilitan sekunder transformator lampu neon tidak boleh dihubungkan parallel&lt;br /&gt;e. transformator lampu neon boleh berupa autotransformator&lt;br /&gt;13. Pernyataan berikut salah satunya bukan persyaratan penyangga pemasan lampu neon&lt;br /&gt;a. Jarak dengan benda lain minimal 10 mm&lt;br /&gt;b. Penyangga harus dibuat dari bahan tidak mudah terbakar&lt;br /&gt;c. Penyangga dibuat dai bahan tidak hidroskopis&lt;br /&gt;d. Penyangga harus dibuat dari bahan yang tidak mudah menyala&lt;br /&gt;e. Penyangga harus dapat bergerak-gerak&lt;br /&gt;14. Tegangan maksimal dari transformator lampu neon pada saat beban nol adalah….&lt;br /&gt;a. 20 kV&lt;br /&gt;b. 7.5 KV&lt;br /&gt;c. 220 Volt&lt;br /&gt;d. 380 Volt&lt;br /&gt;e. 24 Volt&lt;br /&gt;15. Berdasarkan bentuknya transformator –tranformator lampu neon dapat dibedakan seperti berikut kecuali, …&lt;br /&gt;a. transformator terbuka&lt;br /&gt;b. Transformator biasa&lt;br /&gt;c. Transformator tahan titik air&lt;br /&gt;d. Tranformator tahan percikan air&lt;br /&gt;e. Auto transformator&lt;br /&gt;16. Untuk memperbaiki factor daya pada sisi primer transformator lampu neon dipasang kondensator, sedangkan tahanan yang dipasang pada kondensator digunakan untuk…&lt;br /&gt;a. Memperbaiki tegangan&lt;br /&gt;b. Menghemat arus&lt;br /&gt;c. Mengosongkan muatan listrik&lt;br /&gt;d. Pengaman transformator&lt;br /&gt;e. Pengaman kondensator&lt;br /&gt;17. Bahan yang digunakan dalam instalsi lampu neon (neonsign) adalah…&lt;br /&gt;a. Tabung lamu neon&lt;br /&gt;b. Tranformator stepup&lt;br /&gt;c. Penyangga&lt;br /&gt;d. Kondensator&lt;br /&gt;e. Kabel penghubung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalih daya tegangan rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Pengalih daya merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memidahkan daya listrik dari sumber tenaga ke distribusi beban secara elektromekanik, komponen pengalih daya utamanya adalah…&lt;br /&gt;a. Saklar masuk&lt;br /&gt;b. Busbar&lt;br /&gt;c. Saklar dan pengaman masuk&lt;br /&gt;d. Pengaman masuk&lt;br /&gt;e. Pengaman keluar&lt;br /&gt;19. Nama komponen berikut yang tidak termasuk komponen utama pengalih daya&lt;br /&gt;a. Saklar sikring&lt;br /&gt;b. MCB&lt;br /&gt;c. MCCB&lt;br /&gt;d. CB&lt;br /&gt;e. Saklar&lt;br /&gt;20. Komponen pengalih daya utama dalam suatu rangkaian listrik berperan sebagai…&lt;br /&gt;a. Pemisah (PMS)&lt;br /&gt;b. Saklar pemutus beban (LBS)&lt;br /&gt;c. Pemutus tenaga (PMT)&lt;br /&gt;d. Over Change Switch&lt;br /&gt;e. Disconected Switch&lt;br /&gt;21. Daya listrik yang dialihkan perlu diketahui besarannya, biasanya dipasang alat ukur listrik , kecuali ….&lt;br /&gt;a. Volt meter&lt;br /&gt;b. Ampere meter&lt;br /&gt;c. Multimeter&lt;br /&gt;d. kWh meter&lt;br /&gt;e. Cosφ meter&lt;br /&gt;22. Pada suatu pengalih daya selain dipasang alat ukur juga terdapat lampu indicator, bila nyala menandakan ….&lt;br /&gt;a. Adanya arus listrik yang mengalir dari sumber ke beban&lt;br /&gt;b. Adanya tegangan listri antar fasa atau antar fasa dan netral&lt;br /&gt;c. Adanya energi listrik yang sedang digunakan&lt;br /&gt;d. Adanya energi listrik yang telah digunakan&lt;br /&gt;e. Adanya daya listrik pada sirkit&lt;br /&gt;23. Umumnya arus yang mengalir pada pengalih daya ini besar, alat untuk memanipulasi besarnya arus agar dapat dipilih alat ukur dengan konstruksi kecil adalah ….&lt;br /&gt;a. Potential transformer&lt;br /&gt;b. Autotransformer&lt;br /&gt;c. Transformator daya&lt;br /&gt;d. Current transformer&lt;br /&gt;e. Tranformator step down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Panel tempat menyalurkan dan mendistribusikan energi listrik dari panel daya ke beban ( konsumen) baik untuk instalasi tenaga maupun untuk instalasi penerangan disebut ….&lt;br /&gt;a. Panel control&lt;br /&gt;b. Panel utama&lt;br /&gt;c. Panel distribusi&lt;br /&gt;d. Panel pengalih daya&lt;br /&gt;e. Panel distribusi utama&lt;br /&gt;25. Pada setiap panel distribusi selalu disediakan pengaman cadangan (spart), dengan tujuan untuk ….&lt;br /&gt;a. Memudahkan dalam pemeliharaan&lt;br /&gt;b. Memudahkam dalam pengontrolan&lt;br /&gt;c. Memudahkan dalam mengembangkan&lt;br /&gt;d. Memudahkan dalam penambahan daya listrik&lt;br /&gt;e. Menyimpan komponen untuk pemeliharaan&lt;br /&gt;26. Agar jika terjadi gangguan pada suatu rangkaian yang diamankan oleh pengaman yang terdapat pada suatu panel tidak meluas, maka pengamannya harus memenuhi syarat…&lt;br /&gt;a. Selektivitas dan diskriminasi&lt;br /&gt;b. Stabilitas&lt;br /&gt;c. Kecepatan operasi&lt;br /&gt;d. Sensitivitas&lt;br /&gt;e. Viskositas&lt;br /&gt;27. Alasan pada sistim panel distribusi tenaga listrik untuk kepentingan penerangan dan tenaga harus dipisahkan ….&lt;br /&gt;a. Instalasi penerangan tidak terpengaruh oleh instalasi tenaga pada saat beroperasi&lt;br /&gt;b. Instalasi penerangan tidak terpengaruh oleh instalasi tenaga pada saat starting&lt;br /&gt;c. Instalasi penerangan tidak terpengaruh oleh instalasi tenaga saling dukung&lt;br /&gt;d. Instalasi penerangan tidak terganggu oleh instalasi tenaga pada saat mendapat gangguan&lt;br /&gt;e. Instalasi tenaga tidak terganggu oleh instalasi penerangan pada saat mendapat gangguan&lt;br /&gt;28. Fungsi Pemeliharaan peralatan panel daya listrik adalah untuk menjamin kontinuitas penyaluran tenaga listrik dan keandalan, kecuali ….&lt;br /&gt;a. Untuk meningkatkan reliability, availability dan effiency,safety&lt;br /&gt;b. Untuk memperpanjang umur peralatan&lt;br /&gt;c. Mengurangi resiko terjadinya kegagalan atau kerusakan peralatan&lt;br /&gt;d. Mengurangi terjadinya penurunan tegangan&lt;br /&gt;e. Mengurangi lama waktu padam akibat adanya gangguan pada panel&lt;br /&gt;29. Jenis pemeliharaan panel listrik antara lain, kecuali ….&lt;br /&gt;a. Predective Maintenance(Conditional Maintenance)&lt;br /&gt;b. Preventive Maintenance (Time Base maintenace)&lt;br /&gt;c. Corrective Maintenance&lt;br /&gt;d. Breakdown Maintenance&lt;br /&gt;e. Maitenance and repair&lt;br /&gt;30. Prosedur yang harus ditempuh sebelum malaksanakan pemeliharaan panel distribusi daya dan panel control pada bagian internal industri seperti berikut, kecuali ……&lt;br /&gt;a. Lapor ke instansi terkait, misal PLN bagian distribusi.&lt;br /&gt;b. Menginformasikan pada pimpinan Industri dan pada konsumen yang terkait&lt;br /&gt;c. Siapkan tulisan/petunjuk/informasi umum yang diperlukan&lt;br /&gt;d. Siapkan peralatan yang diperlukan&lt;br /&gt;e. Fahami SOP dan K3 yang berkaitan dengan panel&lt;br /&gt;31. Peralatan yang diperlukan saat pemeliharaan panel bertegangan seperti berikut, kecuali …&lt;br /&gt;a. Alat ukur Volt meter,&lt;br /&gt;b. Sarung tangan karet,&lt;br /&gt;c. Tespen, Clear contac,&lt;br /&gt;d. pengaman untuk melindungi badan dari sentuhan listrik,&lt;br /&gt;e. alat pembersih panel, Obeng, meger ohm&lt;br /&gt;32. Penulisan kode pada kontaktor utama dan termo relai seperti CA 3-12-220V-10+CT 3/0,16A . tulisan “10” dapat diartikan ….&lt;br /&gt;a. Kemampuan hantar arus 10 A&lt;br /&gt;b. Kontak bantu NO= 1, kontak bantu NC = 0&lt;br /&gt;c. Setting arus maksimum 10 A&lt;br /&gt;d. Kemampuan arus coil magnit 10 mA&lt;br /&gt;e. Banyaknya kontak berjumlah 10 buah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-820940144002663153?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/820940144002663153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/soal-pengalih-daya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/820940144002663153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/820940144002663153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/soal-pengalih-daya.html' title='soal pengalih daya'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-5417963557668691135</id><published>2009-02-16T10:07:00.000+07:00</published><updated>2009-02-16T10:10:52.773+07:00</updated><title type='text'>Soal Motor</title><content type='html'>1. Prinsip kerja motor listrik berdasarkan&lt;br /&gt;a. Hukum Newton&lt;br /&gt;b. Hukum coloumb&lt;br /&gt;c. Hukum lorentz&lt;br /&gt;d. Hukum kekekalan energi&lt;br /&gt;e. Hukum Faraday&lt;br /&gt;2. Pada kaidah tangan kiri fleming, arah arus ditunjukkan oleh&lt;br /&gt;a. Ibu jari&lt;br /&gt;b. Jari telunjuk&lt;br /&gt;c. Jari tengah&lt;br /&gt;d. Jari manis&lt;br /&gt;e. Jari kelingking&lt;br /&gt;3. Besaran untuk kuat arus yang mengalir pada konduktor adalah&lt;br /&gt;a. Volt&lt;br /&gt;b. Ampere&lt;br /&gt;c. Watt&lt;br /&gt;d. Ohm&lt;br /&gt;e.  Farad&lt;br /&gt;4. Untuk menguji putaran motor, jumlah putaran dapat diukur menggunakan&lt;br /&gt;a.  Megger&lt;br /&gt;b.  Ohm meter&lt;br /&gt;c.  AVO meter&lt;br /&gt;d.  Tachometer&lt;br /&gt;e.  RPM meter&lt;br /&gt;5. Pengujian tahanan kumparan jangkar (stator) dapat dilakukan dengan  menggunakan&lt;br /&gt;a.  Megger&lt;br /&gt;b.  Ohm meter&lt;br /&gt;c.  Ampere meter&lt;br /&gt;d.  Tachometer&lt;br /&gt;e.  Dial indicator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pengujian tahanan isolasi kumparan jangkar dapat dilakukan menggunakan alat&lt;br /&gt;a.  Megger&lt;br /&gt;b.  Ohm meter&lt;br /&gt;c.  Ampere meter&lt;br /&gt;d.  Tachometer&lt;br /&gt;e.  Dial indikator&lt;br /&gt;7. Pembumian yang baik tahanan maksimumnya adalah&lt;br /&gt;a.  0,8 ohm&lt;br /&gt;b.  0,10 ohm&lt;br /&gt;c.  0,12 ohm&lt;br /&gt;d.  0,14 ohm&lt;br /&gt;e.  0,16 ohm&lt;br /&gt;8. Bahan untuk menyekat lilitan kumparan dengan stator menggunakan&lt;br /&gt;a.  Kertas&lt;br /&gt;b.  Plastic&lt;br /&gt;c.  Kain&lt;br /&gt;d.  Prespan&lt;br /&gt;e.  Mika&lt;br /&gt;9. Untuk membuat lilitan kumparan yang baik harus menggunakan&lt;br /&gt;a.  Klosan&lt;br /&gt;b.  Dial konduktor&lt;br /&gt;c.  Tachometer&lt;br /&gt;d.  Mal&lt;br /&gt;e.  RPM meter&lt;br /&gt;10. Gangguan yang mungkin terjadi pada terminal motor adalah&lt;br /&gt;a.  Tahanan isolasi kumparan menurun&lt;br /&gt;b.  Kabel sambungan kumparan ke terminal putus atau hubung singkat dengan bodi&lt;br /&gt;c.  Hubung singkat antara kumparan dengan bodi&lt;br /&gt;d.  Tahanan kawat kumparan antar fasa tidak sama&lt;br /&gt;e.  Kumparan terbakar&lt;br /&gt;11. Prinsip kerja motor listrik berdasarkan&lt;br /&gt;a.  Hukum newton&lt;br /&gt;b.  Hukum coloumb&lt;br /&gt;c.  Hukum lorentz&lt;br /&gt;d.  Hukum kekekalan energi&lt;br /&gt;e.  Hukum Faraday&lt;br /&gt;12. Jarak sisi kumparan satu dengan sisi kumparan lainnya pada setiap kumparan disebut&lt;br /&gt;a.  Luas kumparan&lt;br /&gt;b.  Langkah kumparan&lt;br /&gt;c.  Sistem kumparan&lt;br /&gt;d.  Sisi kumparan&lt;br /&gt;e.  Lompatan kumparan&lt;br /&gt;13. Langkah penuh merupakan langkah kumparan sebesar&lt;br /&gt;a.  90°L&lt;br /&gt;b.  120°L&lt;br /&gt;c.  160°L&lt;br /&gt;d.  180°L&lt;br /&gt;e.  270°L&lt;br /&gt;14. Pada kumparan penuh jumlah kumparan group sama dengan&lt;br /&gt;a.  Jumlah kutub&lt;br /&gt;b.  Jumlah titik&lt;br /&gt;c.  Jumlah lilitan&lt;br /&gt;d.  Jumlah susunan&lt;br /&gt;e.    Jumlah pusat&lt;br /&gt;15. Ada berapa cara penyambungan model kumparan ½ penuh ?&lt;br /&gt;a.  Satu&lt;br /&gt;b.  Dua&lt;br /&gt;c.  Tiga&lt;br /&gt;d.  Empat&lt;br /&gt;e.  Lima&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-5417963557668691135?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/5417963557668691135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/soal-motor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5417963557668691135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/5417963557668691135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/soal-motor.html' title='Soal Motor'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-1062846002369021867</id><published>2009-02-14T14:53:00.000+07:00</published><updated>2009-02-14T15:23:04.672+07:00</updated><title type='text'>soal p3RT</title><content type='html'>1. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan untuk mencegah terjadinya &lt;br /&gt;        kerusakan disebut ….&lt;br /&gt;        a. Preventive maintenance&lt;br /&gt;        b. Corrective maintenance&lt;br /&gt;        c. Running maintenance&lt;br /&gt;        d. Shut-down maintenance&lt;br /&gt;        e. Repair maintenance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tujuan perawatan adalah seperti pernyataan di bawah ini, kecuali ….&lt;br /&gt;        a. Untuk memperpanjang usia pakai peralatan&lt;br /&gt;        b. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna&lt;br /&gt;        c. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan&lt;br /&gt;        d. Untuk meningkatkan hasil produksi&lt;br /&gt;        e. Untuk mengoptimalkan peralatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyetelan bagian-bagian / komponen peralatan adalah merupakan bagian dari …&lt;br /&gt;        a. Perawatan harian&lt;br /&gt;        b. Perawatan berkala&lt;br /&gt;        c. Perawatan pencegahan&lt;br /&gt;        d. Perawatan perbaikan&lt;br /&gt;        e. Perawatan tahunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Agar hasil diagnosa dan pencarian kesalahan dapat lebih cepat dan tepat,   &lt;br /&gt;        diperlukan pengetahuan tentang peralatan yang didiagnosa, antara lain ….&lt;br /&gt;        a. spesifikasi peralatan&lt;br /&gt;        b. jenis peralatan&lt;br /&gt;        c. cara kerja peralatan&lt;br /&gt;        d. merk peralatan&lt;br /&gt;        e. type peralatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah ….&lt;br /&gt;        a. cat&lt;br /&gt;        b. grease&lt;br /&gt;        c. oli&lt;br /&gt;        d. silicon&lt;br /&gt;        e.wd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Prinsip kerja seterika listrik adalah ….&lt;br /&gt;        a. mengubah energi listrik menjadi energi kinetik&lt;br /&gt;        b. mengubah energi listrik menjadi energi panas&lt;br /&gt;        c. mengubah energi panas menjadi energi listrik&lt;br /&gt;        d. mengubah energi listrik menjadi energi listrik&lt;br /&gt;        e. mengubah energi pegas menjadi energi listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pengatur panas pada seterika listrik adalah memanfaatkan kerja ….&lt;br /&gt;        a. rotary switch&lt;br /&gt;        b. nikelin&lt;br /&gt;        c. bimetal&lt;br /&gt;        d. timer&lt;br /&gt;        e. kontaktor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sumber panas pada seterika listrik uap menggunakan bahan ….&lt;br /&gt;        a. batu tahan api&lt;br /&gt;        b. air panas&lt;br /&gt;        c. kawat nikelin&lt;br /&gt;        d. lilitan tembaga&lt;br /&gt;        e. batu bara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Salah satu penyebab seterika listrik menjadi kurang panas adalah ….&lt;br /&gt;        a. kabel power pada steker putus&lt;br /&gt;        b. lilitan kawat nikelin putus ditengah&lt;br /&gt;        c. besi pengumpul panaskotor&lt;br /&gt;        d. penyetelan bimetal kurang tepat&lt;br /&gt;        e. solplate kotor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sumber panas pada pemanggang roti menggunakan  ….&lt;br /&gt;        a. thermostat&lt;br /&gt;        b. kawat nikelin&lt;br /&gt;        c. bimetal&lt;br /&gt;        d. elemen mika&lt;br /&gt;        e. kontaktor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Gerakan naik kembali dudukan roti pada pemanggang roti berdasarkan kerja …&lt;br /&gt;        a. thermostat&lt;br /&gt;        b. pegas mekanik&lt;br /&gt;        c. bimetal&lt;br /&gt;        d. tombol pengatur&lt;br /&gt;        e. magnet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pada pemeriksaan elemen pemanas pemanggang roti kapasitas kecil ( 300W), &lt;br /&gt;        dinyatakan masih baik jika nilai tahanannya menunjuk ….&lt;br /&gt;        a. mendekati nol&lt;br /&gt;        b. mendekati tak terhingga&lt;br /&gt;        c. 150 ohm &lt;br /&gt;        d. 300 ohm&lt;br /&gt;        e. 500 ohm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Apabila hasil pemanggangan roti terlalu hitam/hangus, maka kemungkinan &lt;br /&gt;        kesalahannya adalah ….&lt;br /&gt;        a. Pengatur waktunya terlalu lama &lt;br /&gt;        b. Sumber panasnya rusak&lt;br /&gt;        c. Bimetal kurang tekanan&lt;br /&gt;        d. Bahan rotinya kurang baik&lt;br /&gt;        e. Frekuensi naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Pernyataan berikut ini adalah penyebab kerusakan pemanggang roti pada &lt;br /&gt;        umumnya, kecuali …&lt;br /&gt;        a. pemakaian yang kuntinyu&lt;br /&gt;        b. kotor karena lemak dan sisa pembakaran&lt;br /&gt;        c. elemen pemanas putus&lt;br /&gt;        d. Kesalahan pemakaian&lt;br /&gt;        e. Setelah dipakai dibersihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Cara merawat pemanggang roti yang paling efektif dan ekonomis adalah dengan &lt;br /&gt;        cara ….&lt;br /&gt;        a. Pemakaian yang sekali-sekali saja&lt;br /&gt;        b. Membersihkan setiap selesai dipakai &lt;br /&gt;        c. Menyimpan di dalam kotak tertutup&lt;br /&gt;        d. Mengganti komponen yang sudah aus&lt;br /&gt;        e. Disimpan jangan digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Pada kebanyakan Rice Cooker yang diperdagangkan sekarang elemen pemanasnya &lt;br /&gt;        berbentuk ….&lt;br /&gt;        a. lilitan nikelin pada pan bagian dalam&lt;br /&gt;        b. pelat nikelin yang dililitkan pada bagian samping&lt;br /&gt;        c. nikelin dalam pipa solid ditempatkan pada bagian bawah&lt;br /&gt;        d. pipa nikelin yang ditempatkan di sekelilig badan alat&lt;br /&gt;        e. nikelin dililitkan pada mika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Agar penanakan nasi hasilnya baik, rice cooker disebut juga sebagai slow &lt;br /&gt;        cooker dengan alasan ….&lt;br /&gt;        a. waktu pemanasan terlalu lama&lt;br /&gt;        b. panas awal yang dihasilkan cukup lama&lt;br /&gt;        c. panas setelah penanakan bertahan lama&lt;br /&gt;        d. waktu penanakan cukup lama&lt;br /&gt;        e. waktu pemanasan cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Pada rice cooker yang mempunyai dua posisi saklar warm dan cooking, apabila &lt;br /&gt;        pada posisi warm berarti ….&lt;br /&gt;        a. nasi telah matang dan tetap dipertahankan hangat&lt;br /&gt;        b. pemanasan awal untuk proses penanakan nasi&lt;br /&gt;        c. nasi belum matang dan sedang dalam penanakan&lt;br /&gt;        d. penanakan nasi telah selesai dan harus dimatikan&lt;br /&gt;        e. nasi gosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Bagian-bagian yang mungkin terjadi kerusakan pada rise cooker adalah sebagai &lt;br /&gt;        berikut, kecuali ….&lt;br /&gt;        a. kabel tenaga/power putus&lt;br /&gt;        b. elemen pemanas putus&lt;br /&gt;        c. bimetal putus&lt;br /&gt;        d. saklar rusak &lt;br /&gt;        e. body&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Disebut motor split phase karena mempunyai kumparan utama dan kumparan &lt;br /&gt;        bantu. Kumparan ini dibedakan berdasarkan ….&lt;br /&gt;        a. jumlah lilitan kawat tembaga&lt;br /&gt;        b. penampang kawat tembaga&lt;br /&gt;        c. kemampuan dilalui arus&lt;br /&gt;        d. semua jawaban diatas benar&lt;br /&gt;        e. jumlah kawat email &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Pada kumparan Bantu dipasang saklar sentrifugal gunanya untuk memutus arus   &lt;br /&gt;        pada kumparan bantu bila putaran motor telah mencapai ….&lt;br /&gt;        a. 60 % putaran nominal&lt;br /&gt;        b. 75 % putaran nominal&lt;br /&gt;        c. 90 % putaran nominal&lt;br /&gt;        d. 100% putaran nominal&lt;br /&gt;        e. 110% putaran nominal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Tujuan pemasangan kapasitor pada motor kapasitor adalah untuk ….&lt;br /&gt;        a. memperbesar arus start&lt;br /&gt;        b. memperkecil arus motor&lt;br /&gt;        c. memperbesar kopel start&lt;br /&gt;        d. mengurangi torsi motor&lt;br /&gt;        e. memperkecil torsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.  Cara pemasangan kapasitor pada motor kapasitor yang benar adalah ….&lt;br /&gt;         a. seri dengan kumparan utama&lt;br /&gt;         b. seri dengan kumparan Bantu&lt;br /&gt;         c. parallel dengan kumparan utama&lt;br /&gt;         d. parallel dengan kumparan Bantu&lt;br /&gt;         e. seri parallel dengan kumparan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Salah satu penggunaan motor kapasitor pada peralatan listrik rumah tangga &lt;br /&gt;        adalah pada …&lt;br /&gt;        a. Mesin cuci&lt;br /&gt;        b. Mixer&lt;br /&gt;        c. Blender&lt;br /&gt;        d. Pompa Aquarium&lt;br /&gt;        e. Hair driers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Salah satu gangguan pada motor kapasitor  sehingga dapat menyebabkan &lt;br /&gt;        kumparan stator  terbakar adalah ….&lt;br /&gt;        a. Kabel power input motor putus&lt;br /&gt;        b. Nilai kapasitor lebih tinggi&lt;br /&gt;        c. Tegangan input naik&lt;br /&gt;        d. Tegangan input kurang sekali&lt;br /&gt;        e. Frekuensi naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Motor universal banyak dipakai pada peralatan rumah tangga. Berikut ini &lt;br /&gt;        peralatan yang bukan menggunakan motor universal adalah ….&lt;br /&gt;        a. Mixer&lt;br /&gt;        b. Blender&lt;br /&gt;        c. Bor listrik&lt;br /&gt;        d. Pompa Aquarium&lt;br /&gt;        e. Penyebar  dingin eveparator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Pengertian Universal pada motor Universal adalah ….&lt;br /&gt;        a. dapat beroperasi pada tegangan ac ataupun dc&lt;br /&gt;        b. dapat dipakai pada semua peralatan rumah tangga&lt;br /&gt;        c. dapat dipakai pada semua negara di dunia&lt;br /&gt;        d. dapat beroperasi pada tegangan rendah maupun tinggi&lt;br /&gt;        e. dapat dipakai dimana saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Salah satu ciri dari peralatan yang menggunakan motor universal, pada bagian &lt;br /&gt;        motornya terdapat ….&lt;br /&gt;        a. kapasitor&lt;br /&gt;        b. sikat arang&lt;br /&gt;        c. kumparan Bantu&lt;br /&gt;        d. cincin geser&lt;br /&gt;        e. kumparan utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Salah satu penyebab gangguan pada motor universal hingga kumparan magnitnya &lt;br /&gt;        terbakar adalah ….&lt;br /&gt;        a. sikat arang sudah pendek&lt;br /&gt;        b. komutator kotor&lt;br /&gt;        c. tegangan tidak sesuai&lt;br /&gt;        d. putaran motor terlalu tinggi&lt;br /&gt;        e. putaran mtor terlalu kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Penggunaan motor Shaded pole pada peralatan rumah tangga terbatas. Salah &lt;br /&gt;        satu penggunaannya adalah pada ….&lt;br /&gt;        a. Hair drier&lt;br /&gt;        b. Mixer&lt;br /&gt;        c. Bor listrik&lt;br /&gt;        d. Kipas angin kecil&lt;br /&gt;        e. blender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Fungsi Mixer adalah sebagai alat rumah tangga untuk  ….&lt;br /&gt;        a. pengaduk bahan makanan&lt;br /&gt;        b. penghancur bahan makanan&lt;br /&gt;        c. pengocok telur&lt;br /&gt;        d. penggiling bahan kue&lt;br /&gt;        e. penumbuk bahan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Pengaturan kecepatan putaran pada mixer dengan cara ….&lt;br /&gt;        a. menggeser tap pada lilitan medan&lt;br /&gt;        b. mengatur arus masukan motor&lt;br /&gt;        c. memberi tahanan depan pada lilitan&lt;br /&gt;        d. mengatur tegangan masukan motor&lt;br /&gt;        e. menambah tahanan luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.  Bagian mekanik Mixer yang sering aus karena frekuendi pemakaian dengan &lt;br /&gt;         beban yang berat adalah ….&lt;br /&gt;         a. kipas&lt;br /&gt;         b. roda gigi&lt;br /&gt;         c. gigi ulir&lt;br /&gt;         d. pengaduk&lt;br /&gt;         e. body&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Bila sikat arang pada Mixer tidak sering diperiksa hingga habis, halini &lt;br /&gt;        dapat menyebabkan kerusakan fatal pada ….&lt;br /&gt;        a. kumparan rotor&lt;br /&gt;        b. komutator&lt;br /&gt;        c. kumparan magnit&lt;br /&gt;        d. jangkar&lt;br /&gt;        e. sikat-sikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Berikut ini adalah cara perawatan rutin Mixer, kecuali ….&lt;br /&gt;        a. pelumasan motor&lt;br /&gt;        b. pembersihan roda gigi&lt;br /&gt;        c. penggantian spare part&lt;br /&gt;        d. pembersihan sisa bahan makanan&lt;br /&gt;        e. menyimpannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Fungsi Blender adalah sebagai alat rumah tangga untuk  ….&lt;br /&gt;        a. mengaduk bahan makanan&lt;br /&gt;        b. menghaluskan bumbu atau buah&lt;br /&gt;        c. mengocok telur&lt;br /&gt;        d. mencampur bahan makanan&lt;br /&gt;        e. menumbuk bahan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Jenis motor yang dipakai sebagai pemutar pisau pada Blender adalah ….&lt;br /&gt;        a. Motor Shaded pole&lt;br /&gt;        b. Motor Kapasitor&lt;br /&gt;        c. Motor Universal&lt;br /&gt;        d. Motor DC&lt;br /&gt;        e. Motor AC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Pengaturan kecepatan putaran pada mixer dengan cara ….&lt;br /&gt;        a. mengatur tegangan masukan motor &lt;br /&gt;        b. mengatur arus masukan motor&lt;br /&gt;        c. memberi tahanan depan pada lilitan&lt;br /&gt;        d. menggeser tap pada lilitan medan&lt;br /&gt;        e. menambah tahanan luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Bagian mekanik Blender yang sering aus karena frekuendi pemakaian dengan &lt;br /&gt;        beban yang berat adalah ….&lt;br /&gt;        a. bantalan poros&lt;br /&gt;        b. pisau pemotong&lt;br /&gt;        c. gasket&lt;br /&gt;        d. kopling karet&lt;br /&gt;        e. body&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Pernyataan berikut ini adalah cara-cara perawatn Blender yang efektif dan &lt;br /&gt;        ekonomis kecuali ….&lt;br /&gt;        a. Perhatikan tegangan kerja blender&lt;br /&gt;        b. Jangan terlalu lama menjalankan motor blender&lt;br /&gt;        c. Gantilah pisau setiap kali pemakaian&lt;br /&gt;        d. Bersihkan blender sehabis dipakai&lt;br /&gt;        e. Simpan pada tempat sesuai dengan manual guide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Tujuan pemilihan motor Universal untuk motor mesin jahit kecil pada rumah &lt;br /&gt;        tangga adalah karena sifatnya yaitu ….&lt;br /&gt;        a. putarannya tinggi sekali&lt;br /&gt;        b. bila beban berat motor berhenti&lt;br /&gt;        c. dayanya cukup besar&lt;br /&gt;        d. arus startnya tinggi&lt;br /&gt;        e. arus startnya lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Pengaturan putaran pada motor mesin jahit melalui pedal dimana cara &lt;br /&gt;        pengaturannya adalah menggunakan ….&lt;br /&gt;        a. transformator&lt;br /&gt;        b. kapasitor&lt;br /&gt;        c. tahanan depan&lt;br /&gt;        d. lilitan kawat&lt;br /&gt;        e. termostat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Gangguan yang sering timbul pada motor mesin jahit adalah putara rotor tidak &lt;br /&gt;        stabil. Hal ini disebabkan oleh ….&lt;br /&gt;        a. lamel atau komutator kotor&lt;br /&gt;        b. kabel penghubung putus&lt;br /&gt;        c. panjang sikat arang tinggal separuhnya&lt;br /&gt;        d. pedal pengatur kecepatan lepas&lt;br /&gt;        e. frekuensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Hal yang perlu diperhatikan dan tidak boleh terjadi ketika memasang sikat &lt;br /&gt;        pada motor mesin jahit adalah ….&lt;br /&gt;        a. kedudukan sikat pada lamel setangkup&lt;br /&gt;        b. pegas  penekan sikat harus kuat&lt;br /&gt;        c. pegas sikat menyentuh romah motor&lt;br /&gt;        d. panjang sikat harus sesuai holdernya&lt;br /&gt;        e. pegas penekan masih berfungsi dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Jenis motor yang digunakan pada Hair drier adalah sejenis ….&lt;br /&gt;        a. Motor Shaded pole&lt;br /&gt;        b. Motor DC&lt;br /&gt;        c. Motor Universal&lt;br /&gt;        d. Motor split phase&lt;br /&gt;        e. Motor ac&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Fungsi saklar pada pengering rambut (hair drier) adalah untuk ….&lt;br /&gt;        a. menjalankan dan mengatur motor&lt;br /&gt;        b. menjalankan  dan mengatur pemanas&lt;br /&gt;        c. mengatur putaran motor dan panas&lt;br /&gt;        d. menjalankan motor dan mengatur panas&lt;br /&gt;        e. mengatur elemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Dalam pengujian hair drier dikatakan rusak jika ….&lt;br /&gt;        a. Tahanan pemanas besar sekali (M-ohm)&lt;br /&gt;        b. Tegangan sesuai name plate&lt;br /&gt;        c. Motor berputar saat saklar ON&lt;br /&gt;        d. Motor dan pemanas bekerja bersama&lt;br /&gt;        e. Motor dan pemanas bekerja dan panasnya dapat keluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Kebanyakan kipas angin menggunakan jenis motor ….&lt;br /&gt;        a. Universal&lt;br /&gt;        b. Shaded pole&lt;br /&gt;        c. Motor DC&lt;br /&gt;        d. Motor Kapasitor&lt;br /&gt;        e. Motor ac&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Bagian mekanik Kipas angin yang sering rusak karena pemakaian yang kurang &lt;br /&gt;        baik adalah ….&lt;br /&gt;        a. kipas&lt;br /&gt;        b. roda gigi swing&lt;br /&gt;        c. saklar&lt;br /&gt;        d. rumah kipas&lt;br /&gt;        e. body&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Pengaturan putaran pada kipas angin dilakukan dengan cara ….&lt;br /&gt;        a. pengaturan tegangan masukan&lt;br /&gt;        b. pengaturan arus masukan&lt;br /&gt;        c. pengaturan jumlah kumparan stator&lt;br /&gt;        d. pengaturan arus rotor&lt;br /&gt;        e. pengaturan tahanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-1062846002369021867?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/1062846002369021867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/soal-p3rt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1062846002369021867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/1062846002369021867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/soal-p3rt.html' title='soal p3RT'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-8641544789273994404</id><published>2009-02-12T19:20:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T19:21:53.168+07:00</updated><title type='text'>robotic</title><content type='html'>belajar design robot klik &lt;a href="http://www.galileo.org/robotics/design.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-8641544789273994404?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/8641544789273994404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/robotic.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8641544789273994404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/8641544789273994404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/robotic.html' title='robotic'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-4201340086109418479</id><published>2009-02-12T18:50:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T18:53:33.036+07:00</updated><title type='text'>plc simulator</title><content type='html'>jika anda ingin belajar plc tanpa plc dapat dilingk disini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-4201340086109418479?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.tri-plc.com/trilogi.htm' title='plc simulator'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/4201340086109418479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/plc-simulator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/4201340086109418479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/4201340086109418479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/plc-simulator.html' title='plc simulator'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-7412970115633369264</id><published>2009-02-11T16:22:00.001+07:00</published><updated>2009-02-11T16:22:54.173+07:00</updated><title type='text'>Kisi-kisi soal Teori Ujian Produktif</title><content type='html'>1. Mengukur besaran dan menerapkan satuannya&lt;br /&gt;a. mengklasifikasi besaran pokok atau besaran turunan dari data yang diberikan&lt;br /&gt;2. Menerapkan konsep usaha/daya dan energi&lt;br /&gt;a. menghitung usaha yang dilakukan oleh pneumatic&lt;br /&gt;b. menghitung daya solder tersebut&lt;br /&gt;3. Menerapkan konsep suhu dan kalor&lt;br /&gt;a. menjelaskan konsep suhu dan kalor&lt;br /&gt;4. Menginterpretasikan listrik statis dan dinamis&lt;br /&gt;a. membedakan konsep listrik statis dan dinamis&lt;br /&gt;5. Menerapkan konsep listrik Dc dan AC&lt;br /&gt;a. menjelskan hukum kelistrikan Dc dan Ac&lt;br /&gt;6. Menerapkan konsep Kemagnetan&lt;br /&gt;a. menentukan besar dan arah induksi magnetik di suatu titik kawat melingkar dan berarus&lt;br /&gt;listrik&lt;br /&gt;7. Menerapkan hukum termodinamika&lt;br /&gt;a. menghitung besar kalori suatu peralatan pendingin untuk meleburkan es&lt;br /&gt;8. Dasar-dasar kelistrikan dan elektronika&lt;br /&gt;a. menginterpretasikan gambar instalasi&lt;br /&gt;b. menjelaskan fungsi peralatan tangan dan alat ukur&lt;br /&gt;c. menjelaskan pengertian simbol pada alat ukur listrik&lt;br /&gt;d. menentukan besar tegangan total dari sumber arus yang dihubung seri paralel&lt;br /&gt;9. Melaksanakan persiapan pekerjaan awal&lt;br /&gt;a. menyebutkan macam alat keselamatan kerja&lt;br /&gt;b. menjelaskan cara menghindari dari bahaya tegangan sentuh&lt;br /&gt;10. Menyiapkan bahan kebutuhan kerja&lt;br /&gt;a. menyebutkan macam bahan listrik&lt;br /&gt;11. Melakukan pekerjaan dasar perbaikan peralatan rumah tangga&lt;br /&gt;a. menjelaskan cara mengecek kerusakan pada setrika listrik&lt;br /&gt;12. Memasang lampu neon sign&lt;br /&gt;a. menyebutkan bahan dalam pemasangan neon sign&lt;br /&gt;13. Memasang sistem perpipaan dan saluran&lt;br /&gt;a. menjelaskan persyaratan pemasangan pipa instalasi&lt;br /&gt;14. Memasang dan menyambung sistem pengawatan&lt;br /&gt;a. menjelaskan cara memasang dan menyambung sistem pengawatan&lt;br /&gt;15. Mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan rendah&lt;br /&gt;a. mengidentifikasi alat ukur arus pada tegangan rendah&lt;br /&gt;16. Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektromekanik&lt;br /&gt;a. menjelaskan fungsi komponen-komponen pengoperasian&lt;br /&gt;17. Melakukan pekerjaan dasar perbaikan motor listrik&lt;br /&gt;a. menyebutkan dan menjelaskan peralatan yang digunakan untuk perbaikan dasar motor&lt;br /&gt;18. Melilit dan membongkar kumparan&lt;br /&gt;a. menjelaskan fungsi alat menggulung ulang&lt;br /&gt;b. menentukan putaran medang stator&lt;br /&gt;19. Memelihara panel listrik&lt;br /&gt;a. menjelaskan fungsi komponen perkakas panel dan cara memeliharanya&lt;br /&gt;20. Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektronik&lt;br /&gt;a. menjelaskan fungsi komponen pengoperasian&lt;br /&gt;21. Mengoperasikan mesin kendali produksi dengan kendali PLC&lt;br /&gt;a. menjelaskan fungsi komponen PLC&lt;br /&gt;b. Menginterpretasikan gambar diagram&lt;br /&gt;22. Merakit dan menguraikan komponen listrik/elektronika pada sarana penunjang&lt;br /&gt;a. menyebutkan peralatan penunjang untuk pengoperasian PLC&lt;br /&gt;23. Memelihara dan memperbaiki perangkat listrik dan sistem kendali dan rangkaian terkait&lt;br /&gt;a. menyebutkan bagian yang rusak atau trouble jika terjadi gangguan&lt;br /&gt;24. Memelihara dan memperbaiki peralatan listrik pada mesin-mesin listrik&lt;br /&gt;a. menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalammenyusun mananjemen perbaikan&lt;br /&gt;dan pemeliharaan&lt;br /&gt;b. Menginterpretasikan gambar rangkaian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-7412970115633369264?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/7412970115633369264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/kisi-kisi-soal-teori-ujian-produktif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/7412970115633369264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/7412970115633369264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/kisi-kisi-soal-teori-ujian-produktif.html' title='Kisi-kisi soal Teori Ujian Produktif'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7465797343778088904.post-9178964125386651023</id><published>2009-02-10T16:40:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T16:41:23.375+07:00</updated><title type='text'>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</title><content type='html'>selamat datang di blog ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7465797343778088904-9178964125386651023?l=tiptlsmkn1smi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/feeds/9178964125386651023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/teknik-instalasi-pemanfaatan-tenaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/9178964125386651023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7465797343778088904/posts/default/9178964125386651023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptlsmkn1smi.blogspot.com/2009/02/teknik-instalasi-pemanfaatan-tenaga.html' title='Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik'/><author><name>Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11781247893355949194</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/SZFS_VZ1nxI/AAAAAAAAAAU/BLMMCeSWOWg/S220/1176454319.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
